Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

BADAN KARANTINA IKAN, PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN
Kilas Berita  
Pengepul Benih Lobster Diamankan di Bengkulu

Bengkulu - Petugas Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Bengkulu bersama prajurit Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Bengkulu berhasil mengamankan AP (45), yang merupakan tersangka pengepul benih lobster. Tersangka diamankan saat berada di Desa Gedong Sako, Kecamatan Kaur Selatan, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu.

Komandan Lanal Bengkulu Letkol Laut (P) M.Andri Wahyu Sudrajat pada Senin (11/2) mengatakan tersangka telah diawasi dalam beberapa hari terakhir. Selain itu, petugas juga memperhatikan kegiatan tersangka hingga akhirnya terkuak bahwa tersangka benar adalah pengepul benih lobster. Tersangka diamankan di rumahnya pada Minggu (10/2) lalu.

"Kami bekerjasama dengan tim SKIPM menangani penjualan benih lobster. Penangkapan AP ini dilakukan pada Minggu 10 Februari lalu di rumah tersangka," jelas Andri.

Andri menambahkan, dalam penangkapan, tim juga mendapati beberapa barang bukti yakni 90 ekor benih lobster yang belum sempat dibuang oleh tersangka, serta KTP, mobile phone merk Samsung, buku catatan transaksi jual beli benih lobster, mesin airator mini 20 unit, toples 13 unit, serta poliporn kecil 3 unit.

"Pada saat penggerebekan tersebut, tersangka berupaya menghilangkan barang bukti, terutama benih lobster dan catatan jual beli (benih lobster)," ujarnya.

Andri menegaskan, pihaknya sedang mendalami kasus tersebut. Ia menilai kegiatan ini sudah tergolong kejahatan internasional, dengan jaringan yang sangat rapi dan penjualan hingga ke luar negeri.

"Dari Bengkulu ke pengepul besar nanti bergerak ke Jambi, lalu ke Dumai dan baru ke negara-negara tetangga. Oleh karena itu dengan adanya penangakapan di wilayah produksinya kita bisa memutus jaringan keluarnya," jelas Andri.

Menurut data yang diperoleh ada sekira 1.669 ekor belur yang ditampung pada saat penggerebekan. Namun dengan kedatangan tim, benur tersebut dibuang ke dalam toilet dan benur yang dapat diamankan oleh pihaknya hanya ada 90 ekor. Satu ekor benur jika dijual ke Vietnam mencapai Rp200.000 sehingga kerugian negara yang ditimbulkan mencapai Rp315.800.000.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala SKIPM Bengkulu Ardinan Pribadi mengungkapkan penjualan benih lobster ini bertentangan dengan Undang-Undang Perikanan no 45 pasal 88 dan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan no 56 tahun 2014 terkait larangan penangkapan kepiting, lobster di bawah ukuran dengan hukuman maksimal 6 tahun penjara dan denda Rp1,5 miliar.

"Untuk itu kami bersama instansi terkait terus mengamankan jika ada pelaku yang ingin mengirimkan benih lobster ke luar negeri. Apalagi pengepul. Diharapkan dengan begini, para pengepul akan jera," tandasnya.

 

BKIPM   11 Februari 2019   Dilihat : 872



Artikel Terkait: