Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

BADAN KARANTINA IKAN, PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN
Kilas Berita  
Peta Lalulintas Benih Ikan dan Benur Udang Nasional 2018

PETA LALU LINTAS BENIH IKAN DAN BENUR UDANG NASIONAL 2018

Perikanan budidaya merupakan salah satu potensi ekonomi perikanan nasional yang menyebar di seluruh wilayah Indonesia. Iklim usaha budidaya ikan pun terlihat semakin membaik, hal ini terlihat dari nilai tukar usaha perikanan yang terus membaik. Data BPS-RI (2018) menunjukkan bahwa nilai tukar usaha pembudidaya ikan (NTUPi) bulan Juli tahun 2018 tumbuh 2,82 % dibandingkan bulan yang sama tahun 2017, yaitu dari 110,57 (Juli 2017) menjadi 113,69 (Juli 2018). Sementara itu jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya terjadi penurunan sebesar 0,29 %, yaitu dari 114,02 (Juni 2018) menjadi 113,69 (Juli 2018).

 

Terus membaiknya iklim usaha perikanan budidaya tersebut hendaknya dapat dijadikan momentum untuk terus mengembangkan ekonomi perikanan budidaya nasional. Salah satu unsur penting dalam pengembangan perikanan budidaya nasional adalah keberadaan benih ikan dan benur udang yang unggul. Oleh sebab itu dalam ulasan edisi kedua ini akan membahas bagaimana lalulintas Benih Ikan dan Benur Udang nasional yang ada di wilayah Indonesia.

 

Perkembangan Lalulintas Benih Ikan dan Benur Udang Nasional

Berdasarkan data BKIPM (2018) dalam periode 2014-2017 terlihat bahwa lalulintas Benih Ikan dan Benur Udang mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dalam periode 2014-2017 volume benih ikan dan benur udang yang dilalulintaskan antar provinsi di Indonesia mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 74,48 % pertahun. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas pengangkutan benih/benur ikan dan udang antar provinsi di Indonesia. Total volume benih/benur ikan dan udang yang dilalulintaskan antar provinsi di Indonesia tahun 2017 mencapai 21,79 milyar ekor (BKIPM 2018). Secara grafis perkembangan lalu lintas benih ikan dan benur udang dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1. Perkembangan Lalu Lintas Benih Ikan dan Benur Udang Domestik Periode 2014-2017

 

Provinsi Pensupply dan Tujuan Pengiriman Benih Ikan dan Benur Udang Tahun 2017

Berdasarkan data BKIPM (2018) terdapat lima provinsi utama pensupply benih ikan dan benur udang nasional (Domestik Keluar) tahun 2017 adalah Jawa Timur (34 %), Lampung (27,58%), Bali (18,39 %), Banten (14,04 %) dan Sulawesi Selatan (4,39 %). Sementara itu jika dibandingkan dengan tahun 2014 terlihat bahwa share pengiriman (supply) benih ikan dan benur udang dari provinsi Bali, Banten dan Sulawesi Selatan mengalami peningkatan. Secara grafis perkembangan share pengiriman (suplly) benih ikan dan benur udang tahun 2014 dan 2017 dapat dilihat pada gambar 2.

Gambar 2. Perbandingan Share Domestik Keluar Benih Ikan dan Benur Udang Menurut Provinsi Tahun 2014 dan 2017

 

Sementara itu lima wilayah yang menjadi tujuan utama pengiriman benih ikan dan benur udang (Domestik Masuk) adalah Provinsi Sumatera Utara (11,75 %), Nangroe Aceh Darussalam (11,69 %), Sulawesi Selatan (10,39 %), Jawa Timur (10,22 %) dan Kalimantan Utara (9,81 %). Sementara itu jika dibandingkan dengan tahun 2014 terlihat bahwa share domestic masuk benih ikan dan benur udang ke provinsi Sumatera Utara, NAD, Sulawesi Selatan dan Jawa Timur mengalami peningkatan. Hal ini diduga kuat aktivitas perikanan budidaya di provinsi tersebut mengalami peningkatan. Secara grafis perkembangan share domestik masuk benih ikan dan benur udang tahun 2014 dan 2017 dapat dilihat pada gambar 3.

Gambar 3. Perbandingan Share Domestik Masuk Benih Ikan dan Benur Udang Menurut Provinsi Tahun 2014 dan 2017

 

Data BKIPM (2018) menunjukkan bahwa pada tahun 2017 komoditas benih ikan dan benur udang yang keluar dari Provinsi Jawa Timur sebagian besar dikirim ke Provinsi Kalimantan Utara (28,52 %), Sulawesi Selatan (13,14 %) dan Sumatera Utara (15,07 %). Secara detail share lalu lintas benih ikan dan benur udang menurut provinsi asal dan provinsi tujuan tahun 2017 dapat dilihat pada Tabel 1.


Tabel 1.  Share Lalu Lintas Benih Ikan dan Benur Udang Menurut Provinsi Asal dan Tujuan Tahun 2017

 

Benih Ikan dan Benur Udang Utama yang dilalulintaskan Tahun 2017

Berdasarkan catatan Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Kementerian Kelautan dan Perikanan (BKIPM-KP 2018) menunjukan bahwa benih Udang Vaname, Udang Windu, Bandeng, Patin dan Nila merupakan lima komoditas utama yang dilalulintaskan di dalam negeri (antar provinsi). Jumlah benih Udang Vaname yang dilalulintaskan tahun 2017 mencapai mencapai 15,87 milyar ekor atau sekitar 72,81 % dari total lalulintas benih ikan nasional. Sementara itu kontribusi benih Udang Windu, Bandeng, Patin dan Nilai yang dilalulintaskan tahun 2017 masing-masing mencapai 12,99 %, 12,32 %, 0,59 % dan 0,38%. Secara grafis persentase jenis benih ikan yang dilalulintaskan secara nasional tahun 2017 dapat dilihat pada Gambar 4.

Gambar 4. Persentase Jenis Benih Ikan dan Benur Udang Yang Dilalulintaskan Secara Nasional Tahun 2017

 

Lima Provinsi Pensupply Benih Udang Vaname

Berdasarkan catatan Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Kementerian Kelautan dan Perikanan (BKIPM-KP 2018) terdapat lima provinsi pensupply benih Udang Vaname nasional, yaitu Provinsi Lampung (37,84 %), Jawa Timur (24,49 %), Banten (17,81 %), Bali (12,76 %) dan Sulawesi Selatan (5,92%). Secara grafis persentase benih Udang Vaname yang dilalulintaskan secara nasional menurut provinsi tahun 2017 dapat dilihat pada Gambar 5.

Gambar 5. Persentase Benih Udang Vaname Yang Dilalulintaskan Secara Nasional Menurut Provinsi Tahun 2017

 

Dengan terpetakannya lalulintas benih ikan dan benur udang nasional diharapkan pengembangan usaha perikanan budidaya nasional dapat berjalan dengan baik. Selain itu juga, pemerintah dan pelaku usaha perikanan budidaya nasional dapat terus bahu membahu dalam mengembangkan perikanan nasional. 

BKIPM   31 Agustus 2018   Dilihat : 2836



Artikel Terkait: