Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

BADAN KARANTINA IKAN, PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN
Kilas Berita  
Mencegah Kerugian Lebih Besar, BKIPM Bengkulu Lakukan Gerak Cepat Penanganan Kasus Kematian Massal Ikan Mas

BENGKULU - Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Bengkulu bergerak cepat merespons laporan masyarakat. Tak hanya itu, tim satgas reaksi cepat BKIPM Bengkulu juga langsung menggelar pemeriksaan sampel kematian ikan massal (outbreak) di salah satu kolam budidaya ikan mas milik warga di Kabupaten Bengkulu Selatan.

"Kita dapat laporan terkait kematian ikan mas massal di kolam petani ikan," kata Kepala BKIPM Bengkulu, Ardinan Pribadi, Kamis (30/9/2021).

Bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (KP) Kabupaten Bengkulu Selatan dan penyuluh perikanan, Tim BKIPM Bengkulu mencari penyebab kematian massal ikan mas tersebut. Ardinan menambahkan, sampel yang diambil dari kolam yaitu ikan mas ukuran konsumsi yang masih hidup.

"Dari hasil anamnesa dan gejala klinis dari ikan terdapat insang ikan mas terlihat rusak, berwarna coklat kehitaman, lendir berlebihan dan berenang ikan tidak normal," terangnya.

Ardinan melanjutkan, berdasarkan keterangan pemilik kolam, belum pernah terjadi kematian massal ikan seperti ini. Usai pengambilan sampel, tim BKIPM Bengkulu langsung melaksanakan pengujian virus dengan target penyakit KHV (Koi Herves Virus) dengan menggunakan alat PCR portable PocKit.

"Dari hasil pengujian menunjukan hasil positif KHV," sambungnya.

Untuk memastikan tidak ada kerugian yang lebih luas akibat penyakit KHV ini BKIPM Bengkulu akan menjalankan peran selaku Quality Assurance melalui kegiatan monitoring secara periodik dan memperketat pengasan pemasukan benih ikan di exit-entry point. Selain itu, BKIPM Bengkulu menyarankan Dinas KP selaku pembina perikanan di Kabupaten Bengkulu Selatan untuk tidak menyebarkan atau memindahkan ikan yang sakit dari kolam tersebut.

"Ini untuk meminimalisir tersebarnya penyakit ke ikan lain," tutupnya.

Sebelumnya, Menteri Trenggono menerbitkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 17 Tahun 2021 tentang Penetapan Jenis Penyakit Ikan Karantina, Organisme Penyebab, Golongan, dan Media Pembawa.

Regulasi ini menjadi bagian dari pencegahan dan pengendalian penyebaran penyakit ikan karantina yang kian berkembang. Dalam regulasi ini, menyebut terdapat sejumlah virus, bakteri, parasit dan jamur yang dibagi dalam kelompok pisces, crustacea, mollusca, dan amphibia.


HUMAS BKIPM

BKIPM   30 September 2021   Dilihat : 621



Artikel Terkait: