Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

BADAN KARANTINA IKAN, PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN
Kilas Berita  
Implementasikan Renaksi SSmQC, KKP Siapkan Staf Persingkat Dwelling Time

MAKASSAR (25/9) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperkuat sinergitas dengan instansi lain sebagai bentuk dukungan terhadap rencana aksi implementasi Single Submission Karantina dan Pabean (SSmQC). Melalui Balai Besar Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Makassar, dukungan diberikan dengan mempersiapkan operator penggunaan aplikasi SSmQC di Pelabuhan Makassar.

"Kita kirim operator untuk mengikuti pelatihan bersama Lembaga Nasional Single Window," kata Kepala BKIPM Makassar, Sitti Chadidjah di kantornya, Jumat (24/9/2021).

Chadidjah mengungkapkan, sebagai instansi yang melaksanakan pengawasan sistem perkarantinaan ikan dan mutu hasil perikanan di Pelabuhan Makassar, BKIPM turut mengambil peran dengan mengikutsertakan operator dari BKIPM Makassar. Adapun tujuan implementasi SSmQC adalah mempersingkat dwelling time impor di Pelabuhan Makassar dan meningkatkan kemudahan berusaha di wilayah Sulawesi Selatan.

Selain itu, SSmQC untuk mempermudah pelaku usaha dalam melakukan impor.

"Dengan SSmQC ini permohonan impor cukup satu kali untuk melakukan pengurusan izin Bea Cukai dan izin Karantina," sambungnya.

Sebagai informasi, Lembaga National Single Window membawakan materi Implementasi Single Submission Karantina dan Pabean (SSmQC). Materi dibawakan secara interaktif dilengkapi dengan praktik penggunaan Sistem SSmQC.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebut pelabuhan sebagai bagian penting dalam mendorong peningkatan produktivitas sektor kelautan dan perikanan di Indonesia. Sebab itu perlu adanya inovasi-inovasi sehingga layanan terhadap pengguna pelabuhan bisa lebih maksimal dan pertumbuhan ekonomi di sektor ini bisa ikut meningkat.

Karenanya, Menteri Trenggono mendukung penuh penerapan teknologi untuk menunjang peningkatan layanan di pelabuhan.

"Adopsi teknologi itu penting, digitalisasi itu perlu, itu bisa mendukung upaya pengumpulan data perikanan dengan cepat, lebih tertata rapi, terpantau dan akurat," kata Menteri Trenggono.

HUMAS BKIPM

BKIPM   24 September 2021   Dilihat : 189



Artikel Terkait: