Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

BADAN KARANTINA IKAN, PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN
Kilas Berita  
Lindungi Spesies Endemik Papua, KKP Lakukan Pemetaan Ikan Invasif di Sorong

SORONG - Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Sorong, melakukan pemetaan ikan invasif di kawasan tersebut. Tujuan kegiatan ini untuk mengetahui peta sebaran jenis ikan invasif sebagai acuan dalam pengabilan kebijakan perlindungan hayati ikan sekaligus menjaga keberlanjutan ikan-ikan endemik.

"Ikan invasif merupakan spesies asing yang keberadaan dan penyebarannya menyebabkan kerugian lingkungan secara ekonomi bahkan kesehatan manusia," kata Kepala SKIPM Sorong, Noch M.J. Telew, di kantornya,(17/9/2021).

Noch mengungkapkan, pemetaan dimulai dari daerah aliran sungai (DAS) yang mengalir sepanjang Kelurahan Klalin hingga Kelurahan Klafma. Bersama petugas dari Dinas Perikanan Kabupaten Sorong, SKIPM Sorong mengambil sampel di tiga titik lokasi sungai yang ditengarai telah diinvasi oleh spesies asing berdasarkan informasi dari warga sekitar.

"Ikan yang menjadi target tim pemetaan adalah ikan Sapu-sapu," urainya.

Berdasarkan penuturan warga, ikan sapu-sapu ini telah banyak menyebar di sungai-sungai di kawasan Kabupaten Sorong dan dikhawatirkan akan merusak populasi ikan endemik Papua. Pada kesempatan tersebut, Telew memastikan jajarannya melakukan pengukuran kualitas air di tiap-tiap stasiun, diantaranya suhu, kecerahan, derajat keasaman air (pH), serta oksigen terlarut (DO).

Berdasarkan hasil perolehan tim, ditemukan beragam jenis ikan air tawar dan juga ditemukan ikan sapu-sapu di aliran sungai tersebut.

"Keseluruhan sampel kemudian dihitung dan didata selanjutnya dilakukan identifikasi untuk menentukan jenisnya," tutupnya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan sisi ekonomi dan ekologi sebagai prioritas kebijakan dalam memajukan sektor kelautan dan perikanan ke depannya. Menurutnya, keberlanjutan biota dan kesejahteraan masyarakat merupakan unsur yang sama penting dan perlu diutamakan.

“Ada dua sisi, satu sisi ekologi, itu adalah keberlanjutan atau sustainability. Sisi lainnya adalah sisi ekonomi. Nah, kita harusnya bisa berdiri di tengah, dari sisi ekologi tetep harus bisa kita jaga, tapi kita harus mampu memberi kesejahteraan kepada rakyat. Roadmapnya adalah sustainability bagi kelestarian ekologi dan kedua adalah pengembangan budidaya untuk peningkatan ekonomi. Jadi disitu harus berjalan seiring,” terang Menteri Trenggono.

HUMAS BKIPM

BKIPM   17 September 2021   Dilihat : 288



Artikel Terkait: