Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

BADAN KARANTINA IKAN, PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN
Kilas Berita  
BKIPM Persempit Ruang Penyelunpuan di Jalur Rawan Perbatasan

ENTIKONG - Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) terus memperketat jalur-jalur perbatasan negara. Hal ini untuk meminimalisir terjadinya penyelundupan komoditas perikanan serta mencegah masuknya hama dan penyakit ikan karantina (HPIK).

Plt. Kepala Balaik KIPM Entikong, AM. Jailani mengungkapkan, bersama Bea Cukai, Imigrasi, TNI, Polri, Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) serta Badan Karantina Pertanian (Barantan), jajarannya melakukan pengawasan di sejumlah titik rawan.

"Sinergitas ini untuk mengantisipasi maraknya pengeluaran produk perikanan bernilai jual tinggi," kata Jailani terkait giat pengawasan tersebut, Senin (30/8/2021).

Jailani menyebut, ikan Arwana merah menjadi salah satu komoditas yang rawan diselundupkan dari Kalimantan. Karenanya, BKIPM dan sejumlah lembaga terkait melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat di Kecamatan Nanga Badau.

"Kita lakukan pengawasan bersama di jalur-jalur tidak resmi atau illegal di Nanga Badau," sambungnya.

Dengan keterlibatan masyarakat setempat, Jailani berharap bisa mempersempit ruang gerak para penyelundup. Sebaliknya, dia memastikan jajarannya senantiasa memberikan layanan optimal dan kemudahan terhadap masyarakat yang ingin memperluas jangkauan produknya ke pasar ekspor.

"Kalau mau ekspor kita permudah, tidak ada pungli. Tapi yang perlu diingat, komoditasnya memang bukan yang tidak boleh dikeluarkan menurut perundang-undangan," jelasnya.

Dikatakannya, dalam giat yang dilakukan pada Rabu, 25 Agustus ini menyasar jalur-jalur yang memiliki risiko sedang hingga tinggi pengeluaran produk-produk perikanan secara Illegal. Jalur-jalur tersebut antara lain jalur 1 Lokasi Pos Mentari, jalur 2 lokasi Batu Putih, jalur 3 lokasi Jalan Debu, jalur 4 lokasi Dusun Perumbang, dan jalur 5 pos Perumahan G2 Sebindang.

"Selain untuk memantau keadaan di Jalur-jalur tidak resmi kegiatan ini dimaksudkan mempererat sinergitas antar instansi yang ada di Nanga Badau dengan BKIPM Entikong wilker Nanga Badau," tutupnya.

BKIPM   30 Agustus 2021   Dilihat : 338



Artikel Terkait: