Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN APARATUR
BADAN RISET DAN SDM KELAUTAN DAN PERIKANAN
Kilas Berita  
6 PILAR KOMUNIKASI MENCIPTAKAN TEMPAT KERJA YANG MENYENANGKAN

Oleh : Darmayanti 

Widyaiswara Balai Pendidikan dan Pelatihan Aparatur KP

 

Komunikasi adalah kemampuan dasar yang diperlukan untuk berinteraksi secara optimal di tempat kerja atau dengan klien. Permasalahan yang sering muncul berkaitan dengan kerjasama, hubungan atasan dan bawahan, lingkungan luar disebabkan kurangnya kemampuan untuk melakukan komunikasi dengan baik. Lalu, bagaimana cara menciptakan tempat kerja yang menyenangkan? Berikut penjelasannya.

 

1. Approval (pengakuan).

 

Apakah “Pengakuan”?

Untuk memahami dan menerima keberadaan bawahan atau diri sendiri dilihat dari segi penghormatan pada individu.

Bawahan selalu merasa khawatir “apakah dirinya diakui atau tidak “ dan selalu bertanya secara mendalam pada dirinya sendiri.

Rasa aman akan ada saat dirinya diikutsertakan dalam lingkaran hubungan kerjasama.

Manusia hidup dengan membuat hubungan kerjasama. (Manusia tak dapat hidup sendirian).

Keinginan dasar manusia adalah sama antara laki-laki, wanita, tua, muda, yaitu: rasa keberadaan, rasa keberhasilan, rasa kepentingan (pencapaian) dan rasa eksistensi (dibutuhkan), dan lain-lain (Ingin diakui keberadaannnya oleh orang lain).

Sebagai tahapan agar bisa bertahan hidup, seseorang mungkin bertindak sama seperti orang lain atau memiliki teman lebih dari 2 orang.

Contoh untuk mengembangkan bawahan, atasan memerlukan suatu komunikasi dalam mengakui keberadaan bawahannya dengan kalimat, “Kerjanya bagus yah”, “Semangat yah!”, “ Bagus, lanjutkan kerjakan! ”, “Saya perhatikan kerjamu loh” dan lain sebagainya.

 

2. Attentive hearing (mendengar dengan penuh perhatian).

 

 

“Apa yang dimaksud dengan pendengar yang baik?

Hal ini berarti mendengarkan dengan baik dan fokus apa yang bawahan katakan. Dalam hal ini, berarti mengkonfirmasi bawahan dengan segera dan dengan jalan berpikirnya.

Contoh dari teknik Pendengar yang baik, sebagai berikut:

  1. Saat orang berbicara, tunjukkan ketertarikanmu dengan mengangguk atau tersenyum dan dengarkan cerita mereka.
  2. Saat mendengarkan, cobalah untuk memahami apa yang bawahan coba untuk ceritakan.
  3. Pahami semua hal yang diungkapkan dan tidak diungkapkan misalnya intonasi suara, suasana, pemilihan kata, kecepatan dan pola selama percakapan.
  4. Saat ada ketidakjelasan atau terasa adanya pertentangan, tanyakan langsung pada mereka untuk menjelaskan ide mereka dengan jelas.

 

3. Empathy (empati).

 

 

Keberadaan bersama orang lain dan merasakan hal yang dirasakan oleh orang tersebut. Dengan kata lain, cara berpikir yang sama dengan partner dan memperdalam hubungan kepercayaan dengan partner.

Empati adalah menahan perasaan sendiri (sesaat). Jika anda sudah memiliki pengalaman yang sama, maka anda bisa berpikir dengan posisi partner. Empati adalah perasaan yang bisa didapat dengan dilatih, sehingga perasaan anda dan partner anda menjadi satu.

Pondasi yang bisa melahirkan empati dan memahami problem. Contohnya adalah orang yang mempunyai pengalaman tentang problem dan kekhawatiran, seperti: keluhan kesehatan yang sedang menurun, kesulitan ekonomi, keluhan hubungan antar manusia, keluhan kehidupan di perusahaan, keluhan kehidupan komunitas, keluhan kehidupan pribadi, atau yang lainnya.

 

4. Adapt (penyesuaian).

 

 

Teknik untuk bisa menyampaikan secara efektif kepada partner bahwa “Saya dipihakmu”, “Saya sama dengan kamu”. Selanjutnya membuka pendengaran bawahan yang umumnya bereaksi berlawanan terhadap atasan karena perbedaan posisi, dan segera membangun hubungan kepercayaan dengan cepat.

 

Contoh Teknik ”Adapt (Penyesuaian)”, adalah:

  1. Memanggil namanya.Apakah anda memanggil namanya ketika hendak bicara dengan bawahan? Dengan memanggil namanya, sambil menyesuaikan dengan level pandangannya dan kecepatan bicara akan terlahir perasaan saling menjamin (percaya), kecepatan bicara dan lain-lain
  2. Beri perhatian ketika bawahan mengajak berbicara.Ketika anda sedang bekerja di depan komputer dan bawahan anda memanggil, saat itu juga tinggalkan pekerjaan anda dan dengarkan pembicaraan bawahan anda
  3. Samakan pakaian anda, ambil pose (sikap badan) yang sama.Jangan seperti boss yang duduk di kursi secara arogan dan mendengarkan pembicaraan bawahan dengan membiarkannya berdiri.
  4. Samakan juga menu makan siang anda, level pandangan, kecepatan bicara dan lain-lain.

 

5. Question (pertanyaan).

 

 

Jika anda bisa membuat pertanyaan yang efektif, maka anda memiliki kesempatan untuk merubah sudut pandang, membantu aktifitas, dan kesempatan merubah tindakan, bagi anda maupun partner (biarkan mereka berpikir dengan 5 W1H, kumpulkan informasinya dan mencari point kesepakatan).

 

6. Advise instruction suggestion.

 

Untuk memahami bahwa kita akan bisa mengontrol tempat kerja yang bermacam-macam jika kita menjalankan pekerjaan dengan menyesuaikan kepada karakter, pengalaman, skill dan kemampuan untuk membuat keputusan dari bawahan kita.

 

 

Nah, itu dia 6 pilar komunikasi untuk menciptakan suasana kerja yang nyaman dan menyenangkan. Jika diikuti, pegawai serta atasan pun akan senang karena kinerja yang meningkat.

 

Beri perhatian terhadap aktivitasnya dan kerja harian yang bagus. Katakan tanpa kehilangan timing yang tepat.

Anda harus berhubungan dengan bawahan sebagai individu.

Mari memanfaatkan pengetahuan dan keputusan terbaik yang anda miliki (Mari aplikasikan dengan kesadaran sebagai seorang supervisor).

 

Daftar Pustaka:

TIA. 2020. Toyota Comunication Skill. “Menciptakan Tempat Kerja yang Menyenangkan”. Toyota Indonesia Academy.

https://www.enervon.co.id/article/365/5-cara-menciptakan-lingkungan-kerja-yang-menyenangkan/ diakses pada 22 Maret 2022 pukul 21.00 WIB.

Admin Balai Diklat Aparatur   23 Maret 2022   Dilihat : 234



Artikel Terkait: