Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
REPUBLIK INDONESIA
Kilas Berita  
FAQ Mekanisme Pendaftaran Dan Penandaan Kapal Perikanan
1. Q :

Kenapa kapal perikanan harus didaftarkan?

  A :

Kapal perikanan milik orang atau badan hukum Indonesia yang dioperasikan untuk kegiatan usaha perikanan tangkap di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia dan/atau laut lepas wajib didaftarkan sebagai kapal perikanan Indonesia. Kapal perikanan yang dimaksud meliputi kapal penangkap ikan, kapal pengangkut ikan, dan kapal pendukung operasi penangkapan ikan.

 

Dengan dilakukannya pendaftaran kapal perikanan maka akan tersedia data sebaran kapal perikanan. Data tersebut meliputi jumlah, dimensi dan ukuran, jenis, daerah penangkapan ikan serta identitas pemilik kapal di seluruh Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia
     
2. Q : Apa yang dimaksud dengan bukuk kapal perikanan?
  A :

Buku kapal perikanan adalah buku yang memuat informasi yang berisi identitas pemilik dan identitas kapal perikanan serta perubahan–perubahan yang terjadi terhadap identitas pemilik dan identitas kapal perikanan.

     
3. Q : Berapa lama proses penerbitan buku kapal perikanan?
  A :

Dokumen buku kapal perikanan dapat terbit kurang lebih 5 hari kerja apabila dokumen persyaratan lengkap.

     
4. Q : Bagaimana cara mendaftarkan kapal perikanan?
  A :

Mengajukan permohonan kepada Direktur Jenderal Perikanan Tangkap melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu di GMB IV Lt 1 KKP dengan syarat sebagai berikut:

  1. fotokopi SIUP;
  2. fotokopi bukti kepemilikan kapal (grosse akte) atau akta hipotik dan/atau perubahannya;
  3. rekomendasi dari Direktur Jenderal yang menangani pengangkutan ikan hidup dan pengangkutan hasil budidaya;
  4. fotokopi KTP pemilik kapal/penanggung jawab perusahaan dengan menunjukkan aslinya;
  5. laporan hasil pemeriksaan fisik kapal perikanan dan alat penangkap ikan (laporan cek fisik 6 bulan terakhir);
  6. surat pernyataan kesiapan pemeriksaan fisik kapal perikanan (jika belum ada laporan cek fisik kapal enam bulan terakhir);
  7. fotokopi surat ukur kapal;
  8. fotokopi surat tanda kebangsaan kapal (Pas Besar/Surat Laut);
  9. fotokopi sertifikat kelaikan dan pengawakan kapal untuk kapal penangkap ikan atau fotokopi sertifikat keselamatan untuk kapal pengangkut ikan;
  10. foto kapal keseluruhan tampak samping dengan ukuran 5 x 10 cm sebanyak 2 lembar (berwarna);
  11. surat pernyataan bermeterai cukup sebagaimana form 5, yang menyatakan bertanggung jawab atas kebenaran data dan informasi yang disampaikan.
     
5. Q : Bagaimana cara mengubah buku kapal perikanan?
  A :

Perubahan Buku Kapal Perikanan dilakukan apabila terdapat perubahan, yang meliputi:

  1. perubahan identitas pemilik kapal (nama, alamat, penanggung jawab);
  2. perubahan identitas kapal perikanan; (nama kapal, tipe/jenis kapal, jenis alat penangkapan ikan, mesin utama, jumlah dan kapasitas palkah, tanda pengenal kapal dan tonnage kapal
  3. perubahan kepemilikan

 

Perubahan ini dapat dilakukan dengan mengajukan permohonan kepada Direktur Jenderal Perikanan Tangkap dengan melampirkan persyaratan:

  1. Buku Kapal Perikanan yang akan diubah;
  2. jenis perubahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10, dan harus dilengkapi dokumen pendukung perubahan yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang;
surat pernyataan bermeterai cukup atas kebenaran data dan informasi yang disampaikan.
     
6. Q : Apakah buku kapal perikanan dapat digantu?
  A :

Penggantian Buku Kapal Perikanan dilakukan apabila Buku Kapal Perikanan hilang atau rusak dengan mengajukan permohonan kepada Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, dengan melampirkan persyaratan:

  1. Buku Kapal Perikanan asli dalam hal Buku Kapal Perikanan rusak atau surat penetapan pengadilan dalam hal Buku Kapal Perikanan hilang; dan
  2. surat pernyataan bermeterai cukup atas kebenaran data dan informasi yang disampaikan.
     
7. Q : Apa yang dimaksud dengan penandaan kapal perikanan?
  A :

Penandaan kapal perikanan adalah kegiatan untuk memberi tanda atau notasi kapal perikanan.

     
8. Q :

Apa saja tanda pengenal kapal perikanan yang sudah memilik buku kapal perikanan?

  A :

Kapal perikanan yang telah dilengkapi dengan Buku Kapal Perikanan dan SIPI/SIKPI diberi tanda pengenal kapal perikanan.

 

Tanda pengenal kapal perikanan pada kapal penangkap ikan, terdiri dari:

  1. tanda selar;
  2. tanda daerah penangkapan ikan;
  3. tanda jalur penangkapan ikan;
  4. tanda alat penangkapan ikan; dan
  5. kode kewenangan penerbit SIPI.

 

Tanda pengenal kapal perikanan pada kapal pengangkut ikan terdiri dari:

  1. Kapal pengangkut ikan yang dioperasikan secara tunggal, meliputi:
  2. kode kewenangan penerbit SIKPI;
  3. fungsi kapal; dan
  4. nomor register di Buku Induk Kapal Perikanan.
  5. Kapal pengangkut ikan yang dioperasikan dalam satuan armada, meliputi:
  6. kode kewenangan penerbit SIKPI;
  7. satuan armada-fungsi kapal;
  8. tanda alat penangkapan ikan; dan
  9. nomor register di Buku Induk Kapal Perikanan.

 

Tanda pengenal kapal perikanan pada Kapal pendukung operasi penangkapan ikan, meliputi:

  1. kode kewenangan penerbit SIKPI;
  2. satuan armada-fungsi kapal;
  3. tanda alat penangkapan ikan; dan
  4. nomor register di Buku Induk Kapal Perikanan.

 

Admin KKP   03 Januari 2019   Dilihat : 3218



Artikel Terkait: