Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
REPUBLIK INDONESIA
Kilas Berita  
Asa dan Senyum Nelayan Peserta Program Reforma Agraria

SIARAN PERS

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

NOMOR: SP.458/SJ.5/VI/2022

 

Buleleng (25/6) - Masyarakat Desa Sumberklampok merasakan kemudahan dan manfaat program bantuan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Senyum sumringahnya terpancar dari raut wajah-wajah bahagia mereka.

 

Tiba di Desa Sumberklampok mata dimanjakan oleh pemandangan pantai dan gunung. Hamparan lahan yang hijau, jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Desa di Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, ini adalah lahan pemukiman eks transmigran Timor Leste dan lahan eks hak guna usaha, yang merupakan salah satu dari 16 lokasi Major Projects Pemberdayaan Reforma Agraria Prioritas pasca penyelesaian konflik. Lahan ini menjadi target program pemberdayaan bersama, termasuk oleh KKP.

 

Sore itu, terlihat para nelayan di pinggir pantai yang indah sedang menarik jaring. Salah satunya Bakri, nelayan dari Kelompok Usaha Bersama Bunga Indah, salah satu penerima bantuan dari KKP.

 

Menurut Bakri, masyarakat Sumberklampok bersyukur atas bantuan yang telah diberikan KKP, termasuk program pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk peningkatan kesejahteraan. Masyarakat merasakan langsung dampak dan manfaatnya dari pemberian bantuan tersebut.

 

"Bantuan yang kami terima pelatihan rumput laut dan pembesaran udang lobster. Pelatihan tanggal 13 sampai 16 Juni. Teori dua hari, praktek di lapangan dua hari, lobster dan rumput laut. Manfaatnya tambah pengetahuan. Sebelum pelatihan, kami budidaya lobster hanya balik modal dan gagal panen, banyak matinya. Pernah juga budidaya rumput laut tapi terkendala pemasaran," ujar Bakri.

 

Tak hanya bantuan pelatihan, masyarakat Sumberklampok juga mendapat bantuan penyuluhan berupa pembinaan dan pendampingan bagi masyarakat pelaku usaha kelautan dan perikanan dari penyuluh KKP. Bakri mengatakan, masyarakat di daerahnya sangat terbantu dengan kehadiran penyuluh perikanan.

 

"Penyuluh alhamdulillah sangat diperlukan. Adanya penyuluh maka masyarakat bisa diarahkan. Sebelum dan sesudah kehadiran penyuluh, perbedaannya sangat signifikan. Rumput laut tadinya dijual begitu saja, dengan adanya penyuluh bisa diolah, sehingga bernilai tambah. Jadi sangat bermanfaat baik pelatihan maupun penyuluhan. Kami mengucapkan terimakasih banyak kepada KKP telah memberikan bantuan pelatihan dan penyuluhan kepada masyarakat. Harapan kami teruslah berinteraksi dengan masyarakat," ujar Bakri.

 

Selain pelatihan dan penyuluhan, KKP juga memberikan bantuan pendidikan. Ahmad Hariadi, taruna asal Sumberklampok yang sedang menempuh pendidikan di Politeknik Kelautan dan Perikanan (Politeknik KP) Jembrana merasa beruntung berkuliah di salah satu satuan pendidikan KKP tersebut.

 

"Alhamdulillah dapat bantuan dari KKP untuk menunjang pendidikan di Politeknik KP Jembrana. Tahu Politeknik KP Jembrana dari kakak, jadi saya sudah tertarik sejak SMA, karena dunia kelautan dan perikanan itu luas. Pendidikan di luar sangat mahal, jadi saya sangat bersyukur dan sangat beruntung bisa masuk ke Politeknik KP Jembrana," ungkap Hariadi.

 

Hariadi merasakan banyak manfaat dari pendidikan yang diberikan oleh kampusnya, termasuk pendidikan kewirausahaan. Setelah lulus ia berkeinginan menjadi wirausaha meneruskan apa yang sudah ia rintis di kampus.

 

"Ilmu dan kedispilinan yang diajarkan sangat bermanfaat. Rencana ke depan ingin berwirausaha. Di kampus sudah mulai wirausaha kosmetik dari rumput laut jadi minyak rambut. Saya ingin coba memasarkan di kalangan pemuda. Apalagi sekarang pemasaran bisa dilakukan secara online," tambahnya.

 

Bakri dan Hariadi adalah dua contoh warga Sumberklampok yang terpilih untuk menerima secara simbolis bantuan pengembangan SDM dari KKP pada  kegiatan Penyerahan Integrasi 21 Program Pemberdayaan Lintas Kementerian untuk Reforma Agraria di Desa Sumberklampok, Selasa (21/6). Program pemberdayaan tersebut diserahkan oleh lima Kementerian/Lembaga, salah satunya KKP. Mewakili Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (PRL) Victor Gustaaf Manoppo secara simbolis menyerahkan bantuan KKP kepada masyarakat bersama Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, dan Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Raja Juli Antoni.

 

Total bantuan yang diserahkan KKP pada kesempatan tersebut sebanyak 16 bantuan senilai Rp4,6 milyar, termasuk di dalamnya bantuan pengembangan SDM. Bantuan tersebut terdiri dari delapan bantuan untuk Desa Sumberklampok dan delapan bantuan untuk desa-desa lainnya di Buleleng.

 

Penyerahan program pemberdayaan tersebut sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo pada saat penyerahan Sertipikat Redistribusi dan Hasil Penyelesaian Konflik, 22 September 2021, yaitu agar pemerintah tidak hanya menyerahkan sertipikat, namun juga menyalurkan bantuan-bantuan agar tanah yang digarap oleh penerima manfaat reforma agraria lebih produktif. Demikian halnya di Sumberklampok, sebagai salah satu lokasi Major Projects Pemberdayaan Reforma Agraria Prioritas, dengan luas 397,53 Ha, 1.613 bidang tanah, dan 1.481 kepala keluarga.

 

Untuk pengembangan SDM di Sumberklampok, KKP melalui Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan (BRSDM) memberikan bantuan pendidikan vokasi Diploma III di Politeknik KP Jembrana hingga lulus untuk satu orang. Selanjutnya terdapat bantuan pelatihan budidaya rumput laut dan lobster untuk 30 orang oleh Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Banyuwangi. Ada pula bantuan operasional satu orang penyuluh bagi empat kelompok pelaku utama kelautan dan perikanan yang berada di wilayah Satminkal Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan (BBRBLPP) Gondol.

 

Pengembangan SDM juga dilakukan di desa-desa lainnya di Buleleng berupa pendidikan Vokasi Diploma III di Politeknik KP Jembrana dan Diploma IV di Politeknik Ahli Usaha Perikanan Jakarta hingga lulus 36 orang. Selanjutnya terdapat bantuan pelatihan diversifikasi olahan ikan nila untuk 100 orang oleh BPPP Banyuwangi. Ada pula bantuan operasional bagi 14 penyuluh untuk membina 274 kelompok pelaku utama kelautan dan perikanan yang berada di wilayah Satminkal BBRBLPP Gondol.

 

Menurut Kepala BRSDM I Nyoman Radiarta, Program Pengembangan SDM yang dilaksanakan BRSDM di seluruh Indonesia terdiri dari pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan. Kegiatan pendidikan diselenggarakan melalui 20 satuan pendidikan, baik pendidikan tinggi maupun menengah, di berbagai daerah, dengan peserta didik dari seluruh Indonesia. Satuan-satuan pendidikan tersebut menerapkan sistem pendidikan vokasi melalui pendekatan teaching factory dengan porsi praktik 70% dan teori 30%. Biaya pendidikannya disubsidi oleh negara. Sebanyak 55% kuota peserta didik adalah anak-anak pelaku utama kelautan dan perikanan. Para lulusannya tak hanya mendapat ijazah tapi juga sertifikat kompetensi dan keahlian. Saat ini sedang dibuka pendaftaran satuan-satuan pendidikan KKP, yang informasinya dapat diakses melalui tautan www.pentaru.kkp.go.id.

 

Sementara itu hadir pada kegiatan pemberdayaan di Buleleng Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP) BRSDM Lilly Aprilya Pregiwati, yang mengatakan, pihaknya menyelenggarakan kegiatan pelatihan dan penyuluhan di seluruh Indonesia. Pelatihan diselenggarakan melalui enam balai pelatihan dengan cakupan wilayah seluruh Indonesia. Pihaknya juga bermitra dengan 263 Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) di seluruh provinsi di Indonesia. Sementara untuk kegiatan penyuluh, pihaknya menerjunkan 6.709 penyuluh perikanan di seluruh Kabupaten/Kota se-Indonesia untuk mendampingi kelompok usaha kelautan dan perikanan. Untuk Kabupaten Buleleng, terdapat 15 penyuluh untuk membina 278 kelompok.

 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono gencar mendorong pengembangan SDM kelautan dan perikanan di berbagai daerah. "SDM yang tangguh sangat diperlukan dalam mendukung tiga program prioritas KKP untuk keberlanjutan sumber daya laut dan perikanan nasional," ujar Menteri Trenggono.

 

Humas BRSDMKP

Wenty Mawenda   25 Juni 2022   Dilihat : 141



Artikel Terkait: