Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
REPUBLIK INDONESIA
Kilas Berita  
KKP Kucurkan Bantuan Sarpras Konservasi untuk Kotawaringin Bara

SIARAN PERS
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
NOMOR: SP.912/SJ.5/IX/2021

 

JAKARTA (10/9) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menyalurkan bantuan sarana dan prasarana guna mendukung kegiatan pengelolaan kawasan konservasi melalui kelompok masyarakat penggerak konservasi (KOMPAK) di kawasan konservasi Senggora Sepagar. Kali ini bantuan diserahkan kepada Kelompok Masyarakat Pengawas Laut Indah di Desa Teluk Bogam, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah.

 

Bantuan senilai Rp. 97.251.000 yang diserahkan melalui Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) pada (2/9/2021) lalu terdiri dari 8 unit radio HT; 1 unit kamera bawah air; 1 unit GPS; 2 unit teropong boshile; 1 unit megaphone; 1 unit laptop; 1 unit LCD; 1 unit printer; 1 unit sound system portable; 5 unit alat penerangan; 5 unit snorkel set; 10 unit pelampung/jaket keselamatan dan 10 unit jas hujan.

 

Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Pamuji Lestari menerangkan kawasan konservasi perairan Gosong Senggora, Gosong Sepagar, Gosong Beras Basah, Teluk Bogam sampai Tanjung Keluang serta perairan sekitarnya telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor: 24/KEPMEN-KP/2019.

 

“Kawasan konservasi perairan ini adalah habitat bagi terumbu karang dan lamun, dugong, penyu, teripang, lola, dan kima. Selain itu, kawasan ini juga berpeluang besar sebagai destinasi wisata perairan yang berkelanjutan,” terang Tari.

 

Lebih lanjut Tari menjelaskan penyaluran bantuan pemerintah diharapkan menjadi pemantik bagi masyarakat dalam pengelolaan sekaligus pengawasan sumber daya perairan sehingga dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan dan perkembangan kawasan konservasi perairan dari aspek ekologi, sosial dan ekonomi masyarakat pesisir.

 

“Kelompok penerima bantuan harus berperan aktif dalam menjaga kelestarian sumber daya laut di kawasan konservasi dan menjadi garda terdepan dalam membangun sektor kelautan dan perikanan melalui berbagai aksi perlindungan dan konservasi,” tegasnya.

 

Mengenai bantuan tersebut, Kepala BPSPL Pontianak, Andry I. Sukmoputro menuturkan bantuan KOMPAK merupakan bentuk dukungan aksi konservasi terhadap akselerasi pengelolaan kawasan konservasi serta pengelolaan jenis ikan terancam punah dan/atau dilindungi.

 

“Tentunya kami berharap bantuan ini dapat dirawat, dipelihara, dikelola dengan bijak agar manfaat bantuan tersebut bisa berkelanjutan. Lalu dalam proses pengelolaannya, kelompok harus mengedepankan kepentingan masyarakat agar tujuan konservasi bisa tercapai,” harapnya.

 

Kelompok Masyarakat Pengawas Laut Indah merupakan salah satu kelompok yang aktif dalam upaya menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan laut di sekitar kawasan konservasi perairan Gosong Senggora dan Gosong Sepagar. Melalui Mulyadi Ketua Kelompok Wahana Bahari, ia bersama kelompoknya berkomitmen untuk memelihara dan mengelola bantuan agar memberikan manfaat dan timbal balik bagi masyarakat sekitarnya.

 

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono telah menegaskan bahwa kelompok masyarakat memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam konservasi, khususnya pengawasan sumber daya perairan. Bantuan pemerintah kepada Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi menjadi salah satu stimulan agar masyarakat terus melakukan kegiatan yang mendukung pelestarian ekosistem pesisir dan konservasi jenis.

 


HUMAS DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUT

Annisa Puspa Mega   10 September 2021   Dilihat : 173



Artikel Terkait: