Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
REPUBLIK INDONESIA

Kilas Berita  
Hadiri SENA 2018, Menteri Susi Dorong Pengusaha Indonesia Go Internasional

BOSTON (13/3) – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menghadiri pameran teknologi dan produk olahan ikan laut terbesar di Amerika Serikat (AS) Seafood Expo North America (SENA) 2018 dalam kunjungan kerjanya ke Boston, Amerika Serikat, beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan tersebut Menteri Susi didampingi Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Nilanto Perbowo, Atase Perdagangan, dan Atase Pertanian KBRI Washington DC.

SENA merupakan pameran rutin tahunan yang menjadi ajang bagi pertemuan produsen dan konsumen produk perikanan, serta industri pengemasan produk perikanan dunia. Diikuti 46 negara dari berbagai belahan dunia, pameran ini diharapkan akan memperluas akses pasar produk perikanan. Indonesia dengan 16 perusahaan perikanan dalam negeri turut berpastisipasi dengan mengusung tema “quali-safe and sustainable”.

Menteri Susi optimis, keikutsertaan Indonesia dalam event besar ini dapat mendukung pertumbuhan iklim usaha perikanan anak negeri. Hal ini karena pameran tidak hanya diikuti oleh industri besar seafood Amerika Utara, tetapi juga pemain industri perusahaan seafood dunia.

"Kita mendorong, men-support semua stakeholders yaitu pengusaha-pengusaha nasional untuk go international, untuk bisa dikenal masyarakat internasional,” ungkap Menteri Susi saat menghadiri SENA 2018 di Massachuceth Convention Centre, Boston, Minggu (11/3) lalu.

 

"Mudah-mudahan Indonesia bisa memimpin, menjadi penangkapan ikan yang berkelanjutan. Mudah -mudahan para exhibitor mendapatkan klien, kontrak penjualan yang luar biasa. Hitungan awal kami, potensi transaksi produk perikanan Indonesia sebesar USD 180 juta untuk 3 bulan kedepan, " tambahnya.

Pada event tersebut, hadir 21 perusahaan nasional Indonesia, termasuk 2 BUMN yang bergerak di bidang kelautan yakni Perum Perikanan Indonesia (Perindo) dan PT Perikanan Nusantara (Perinus). Sebagaimana diketahui, kedua BUMN tersebut mengalami peningkatam omzet berkat kebijakan pemberantasan illegal fishing di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Dirut PT Perinus Dendi Anggi Gumilang mengatakan, tahun lalu (2017) Perinus memperoleh omzet Rp400 miliar, jauh meningkat dibandingkan 2015 sebesar Rp120 miliar. Menurutnya, kenaikan tersebut tak terlepas dari bertambahnya stok ikan di laut Indonesia.

“Langkah pemerintah memerangi penangkapan ikan ilegal melalui penangkapan dan penenggelaman kapal turut memberikan andil. Karena kondisi ini, kami yakin bisa mencetak penjualan Rp1 triliun pada 2018,” tutur Dendi.

Hal senada juga disampaikan Dirut Perum Perindo Risyanto Suanda. Menurutnya, omset Perum Perindo meningkat dari Rp602 miliar di tahun 2015 menjadi Rp2,02 triliun pada 2017 lalu seiring dengan meningkatnya stok kakap merah dan gurita.

 

Indonesia Jajaki Dukungan Potential Speaker OOC 2018

Tak hanya membahas kepentingan bisnis perikanan melalui SENA 2018, kehadiran Menteri Susi dan jajaran di Boston juga dilakukan untuk mencari dukungan potential speaker pada kegiatan Our Ocean Conference (OOC) 2018 yang akan digelar di Bali, Oktober mendatang.

Untuk keperluan tersebut, Menteri Susi bertemu Sandra Whitehouse, penasihat kebijakan laut di New York dan former US State Secretary John Kerry, di Boston. “Kita ingin mencari dukungan untuk perhelatan OOC 2018 dengan mengajak kepala negara dan kepala pemerintahan berbagai negara dunia untuk ikut concern terhadap isu-isu kelautan,” tutup Menteri Susi.

 

 

Lilly Aprilya Pregiwati
Kepala Biro Kerja Sama dan Humas KKP

admin KKP   13 Maret 2018   Dilihat : 459



Artikel Terkait:
Website Security Test