Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
REPUBLIK INDONESIA
Kilas Berita  
Kenali 8 Jenis Penyakit Cupang dan Cara Mengobatinya

Akhir-akhir ini cupang menjadi primadona di pasar ikan hias. Tak heran, bentuknya yang indah dengan baraneka corak dan warna memanjakan mata ditambah pemeliharaan yang cukup mudah menjadi daya tarik tersendiri bagi para penggemar ikan hias. Meskipun pemeliharaannya cukup mudah, bukan berarti ikan cupang tidak berisiko terkena penyakit.

 

Kurangnya kebersihan air dan kontaminasi pakan dapat mengakibatkan munculnya berbagai penyakit pada cupang. Apa saja sih jenis penyakit cupang dan bagaimana mengatasinya? Yuk simak pembahasan berikut.

 

  1. White Spot (Bintik Putih)

 

Cupang dapat terkena penyakit white spot (bintik putih) yang menyerang sisik ikan dan gampang sekali menular. Air yang kotor dan pakan yang tidak bersih biasanya akan menimbulkan gejala bintik-bintik putih pada sisik ikan. Jika sudah terkena penyakit ini, nafsu makan cupang akan berkurang, warnanya terlihat pucat, serta sirip dan ekornya menguncup. Dalam beberapa kasus, cupang menabrakkan dirinya ke dinding akuarium karena rasa gatal di tubuhnya.

 

Jika cupang peliharaanmu mulai mengalami gejala ini, segera lakukan karantina. Bersihkan akuarium dan segera gant airnya. Kemudian tambahkan obat biru dan garam pada air yang baru. Agar penyembuhan semakin cepat, biasakan ikan terkena sinar matahari pagi.

 

  1. Infeksi Jamur Kulit

 

Infeksi jamur kulit ini ditandai dengan munculnya bercak putih pada sirip ikan. Bentuknya seperti gumpalan kapas. Jika sudah terkena penyakit ini, biasanya nafsu makan cupang akan menurun, gerakannya semakin pasif, dan dalam beberapa kasus warnanya semakin memudar. Penyebabnya lagi-lagi air akuarium yang kotor karena jarang dibersihkan.

 

Untuk mengobati cupang kesayanganmu, segera ganti air secara menyeluruh dan lakukan karantina pada cupang. Kemudian tambahkan obat biru pada air yang baru. Selain obat biru, air rendaman ketapang juga bisa menjadi pilihan. Selama karantina upayakan untuk mengganti air sekali tiga hari.

 

  1. Velvet (Bintik Emas/Karatan)

 

Penyekit ini ditandai dengan munculnya bintik-bintik berwarna emas cenderung gelap seperti karat pada tubuh cupang. Cupang juga akan semakin pasif dan malas bergerak, warnanya menjadi pucat, siripnya menguncup, serta nafsu makan berkurang. Penyebab penyakit ini kurang lebih sama dengan penyakit sebelumnya, yaitu air yang tidak bersih dan kualitas pakan yang tidak terjaga.

 

Jika menemui ciri-ciri seperti ini, segera obati cupangmu dengan melakukan karantina. Bersihkan akurium, ganti air menyeluruh, beri garam ikan, dan tambahkan obat biru atau air rendaman Ketapang. Lakukan pengobatan setiap tiga hari sekali sampai velvet menghilang.

 

  1. Fin Rot (Busuk Sirip)

 

Jika muncul warna kemerahan pada sirip cupang, sirip sobek dan rontok, warna cupang menjadi lebih pucat, bahkan jika dibiarkan badan ikan ikut membusuk, kamu perlu waspada. Cupang peliharaanmu diserang penyakit fin rot. Penyakit ini disebabkan bakteri yang muncul akibat kualitas dan kebersihan air yang buruk.

 

Pengobatannya dapat dilakukan dengan mengarantina ikan, membersihkan akuarium, dan mengganti air baru. Kemudian tambahkan antibiotic dan garam khusus ikan. Jika berhasil, sirip ikanmu akan tumbuh kembali.

 

  1. Pop Eye (Mata Bengkak)

 

Cupang kesayanganmu juga bisa terkena penyakit pop eye atau mata bengkak. Cupang yang terkena penyakit ini biasanya akan kehilangan nafsu makan, gerakan semakin pasif, sirip menguncup, hingga warna perlahan memudar. Pada kondisi parah, maka ikan membengkak hingga nyaris seperti akan keluar layaknya ikan mas koki. Jika keadaan sudah seperti ini, biasanya pengobatan akan sulit dilakukan.

 

Bahanyanya, bakteri penyebab pop eye ini bisa menular pada ikan lainnya. Jika ikanmju menunjukkan gejala ini segera lakukan pengobatan dengan melakukan karantina dan memberikan antibiotic khusus ikan dan garam ikan. Jangan lupa ganti air setiap tiga hari sekali dengan melajukan pengobatan yang sama hingga ikan kembali sembuh.

 

  1. Berak Putih

 

 

Berak putih ini dikenal juga dengan 'penyakit mencret' pada ikan cupang. Ikan cupang yang terkena penyakit ini akan mengeluarkan kotoran putih memanjang atau menggumpal. Ikan juga menjadi tidak aktif, kehilangan nafsu makan, dan terlihat pucat. Penyakit ini disebabkan oleh parasit seperti cacing nematoda yaitu Ascaris Lumbricoides.

 

Jika menunjukkan gejala demikian, segera bersihkan akuarium secara keseluruhan, ganti air lalu tambahkan garam ikan. Akan lebih bagus jika ditambahkan obat cacing khusus ikan seperti Acryflavine, Verminox, atau Worm X.

 

  1. Inflamed Gilss (Insang Merah)

 

Penyakit satu ini diakibatkan keracunan nitrat. Warna insang cupang yang terkena penyakit ini akan terlihat merah dan tidak tertutup rapat. Insang ikan akan membengkak sehingga membuat kesulitan bernapas. Oleh karena itu, ikan kerap terlihat di permukaan air.

 

Meski tidak menular, segera ganti air yang sudah tercemar kemudian tambahkan obat biru dan garam ikan. Lakukan perawatan setiap tiga hari sekali sampai ikan sembuh.

 

  1. Dropsy (Sisik Nanas)

 

Penyakit ini adalah penyakit ikan paling menular. Perut ikan yang terkena penyakit ini akan membengkak karena tidak bisa buang kotoran. Pada kondisi ekstrem, pembengkakan akan menyerupai ikan buntal. Selain itu sisik mulai mengembang seperti kulit nanas. Itu sebabnya penyakit ini dinamakan penyakit kulit nanas.

 

Pengobatan dilakukan dengan karantina ikan. Kemudian bersihkan akurium secara menyeluruh. Jangan lupa ganti air secara berkala setiap tiga hari sekali. Tambahkan antibiotik khusus ikan dan garam ikan pada saat pergantian air.

 

Dengan mengenali penyakit-penyakit ini, semoga cupang-cupangmu tetap sehat dan lucu-lucu.

 

BKIPM   30 November 2020   Dilihat : 77431



Artikel Terkait: