Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
REPUBLIK INDONESIA
Kilas Berita  
OPTIMALKAN POTENSI EKONOMI RUMPUT LAUT, KKP BERI PELATIHAN PENGOLAHAN BAGI UMKM

SIARAN PERS

 

 

Bitung (11/6) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) menyelenggarakan pelatihan online dengan tema ‘Pelatihan Pembuatan Es Krim Rumput Laut’. Kegiatan ini diikuti 1.871 peserta dari 34 provinsi dan dimoderatori oleh Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Kapuslatluh KP), Lilly Aprilya Pregiwati.

 

Pelatihan yang digelar dua hari, 9-10 Juni 2020 ini merupakan inisiasi Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Bitung. Kegiatan pelatihan dilakukan melalui Zoom Meeting dan ditayangkan streaming melalui kanal Youtube.

 

Kepala BRSDM, Sjarief Widjaja mengatakan, rumput laut adalah salah satu produk unggulan Indonesia. Pada 2019 tercatat nilai ekspor rumput laut Indonesia mencapai USD324,84 juta atau tumbuh 11,31 persen dibandingkan tahun 2018 yang sebesar USD291,83 juta. Dalam kurun waktu 2014-2019, rata-rata ekspor rumput laut nasional juga tercatat tumbuh 6,5 persen per tahun.

 

Sjarief menuturkan, melihat geliat pertumbuhan nilai ekspor rumput laut ini, KKP tak ingin Indonesia hanya mengekspor bahan baku mentah. KKP ingin mendorong pengolahan rumput laut menjadi beraneka ragam produk bernilai tambah dan bernilai jual tinggi.

 

"Kita ingin mendorong pengolahan rumput laut di dalam negeri, sehingga manfaat ekonomi yang dirasakan langsung masyarakat dan pembudidaya rumput laut dapat dimaksimalkan," ucapnya.

 

Es krim rumput laut ini merupakan salah satu variasi pengolahan rumput laut yang dapat dilakukan. Namun, sebelum mengolah rumput laut, peserta maupun pembudidaya harus mengenali tipe-tipe rumput laut yang akan digunakan sebagai bahan baku, berikut perlakuan khusus untuk masing-masing tipe.

 

“Pembudidaya harus dapat mengkarakteristikkan bahan baku yang akan digunakan, lalu melakukan treatment yang tepat saat praproduksi. Bersihkan rumput laut dan pastikan tingkat air di dalamnya menjadi rendah. Prinsip dasarnya, rumput laut diolah menjadi tepung yang nantinya dapat digunakan menjadi bahan baku alternatif dalam hampir semua aspek kehidupan,” papar Sjarief.

 

Pihaknya pun berharap, melalui pelatihan ini dapat tercipta pengusaha-pengusaha baru yang dapat mengolah rumput laut menjadi es krim bernilai jual tinggi.

 

“Saya ingin mengajak para peserta, untuk tidak hanya membuat es krim dari rumput laut, tapi juga menciptakan es krim rasa rumput laut. Kita bisa tambahkan taburan rumput laut yang bisa kita olah sebagai jelly, sebagai pengganti coklat, contohnya. Bangun kreativitas, buat produk yang tidak biasa, dan buat konsumen tercengang dan penasaran dengan produk yang Anda buat,” cetusnya.

 

Lebih lanjut, Sjarief menyampaikan bahwa pengemasan produk juga menjadi hal penting dalam penjualan. Penampilan makanan yang menarik akan mendatangkan konsumen untuk membeli. Ia juga berharap para pengusaha dapat membuat produk yang berbeda di pasaran, sehingga rumput laut dapat dijadikan sumber penghasilan untuk menggantungkan hidup.

 

“Pelatihan KKP bukanlah pelatihan memasak, tetapi pelatihan yang menghasilkan suatu produk yang bernilai jual, memberi keuntungan untuk keluarga, dan pada akhirnya Anda bisa menggantungkan hidup dari usaha ini. Itulah yang kami harapkan,” tegasnya.

 

Sementara, Kepala BPPP Bitung, Ahmad Ridloudin, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan pelatihan perdana di BPPP Bitung. Pihaknya pun berharap kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik dan memberikan manfaat, terlebih dengan kondisi saat ini.

 

“Kami ingin mendorong olahan rumput laut menjadi usaha UMKM yang luar biasa. Rumput laut merupakan sumber daya yang sangat melimpah. Kami mengambil tema ini, agar diversifikasi produk olahan di Indonesia dapat beraneka ragam,” ungkapnya.

 

Senada dengan hal tersebut, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Hubungan Antar Lembaga KKP, Pamuji Lestari pun berpesan untuk terus membangkitkan sektor UMKM di tengah pandemi Covid-19.

 

Penyelenggaraan pelatihan ini juga mendapat respon positif dari para peserta. Elisabeth Malino misalnya, Penggiat UKM Melona asal Ambon, Maluku ini mengaku sangat puas dengan materi pelatihan yang diberikan. Ia berharap, KKP akan kembali menyelenggarakan pelatihan dengan resep olahan rumput laut maupun hasil perikanan lainnya.

 

Sementara Elza Rusma Yeni, ibu rumah tangga yang sekaligus berprofesi sebagai penyuluh perikanan bantu asal Kepulauan Riau, menyebut kegiatan pelatihan pengolahan seperti ini sangat bermanfaat.

 

"(Pelatihan ini) sangat bermanfaat sebagai referensi bagi ibu rumah tangga untuk membuatkan camilan sehat bagi keluarga dan juga untuk pelaku usaha yang ingin memulai usahanya dengan menggunakan bahan baku rumput laut," katanya.

 

Lain lagi dengan Kasmawati. Wiraswasta asal Mamuju, Sulawesi Barat ini mengaku tertarik mengikuti pelatihan karena bahan baku yang digunakan mudah didapatkan.

 

Perlu diketahui, selain dapat diolah menjadi produk yang bercita rasa tinggi, rumput laut juga memiliki beragam kandungan yang baik untuk tubuh, seperti karbohidrat, protein, lemak, dan serat. Rumput laut juga mengandung enzim, asam nukleat , asam amino, vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin D, vitamin E, dan vitamin K, dan makro mineral seperti nitrogen, oksigen, kalsium, dan selenium, serta mikro mineral seperti zat besi, magnesium, dan natrium.

 

Kandungan asam amino, vitamin, dan mineral rumput laut ini 10 hingga 20 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman yang ada di darat. Rumput laut juga dapat membantu mencegah gejala osteoporosis, mengurangi tekanan darah tinggi, dan menjadi makanan diet sehat.

 

 

HUMAS BRSDM

Admin KKP   11 Juni 2020   Dilihat : 220



Artikel Terkait: