Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
REPUBLIK INDONESIA
Kilas Berita  
FAQ Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDMKP) Bagian 2
 36. Q :

Apa itu LEDIKAN ?

  A :

Q: Apa yang dimaksud dengan LEDIKAN?

A: LEDikan merupakan inovasi teknologi yang dirancang untuk membantu nelayan menangkap ikan dengan menggunakan lampu LED (Light Emitting Diode) yang didesain secara khusus. LEDikan merupakan inovasi teknologi terbaru yang ditemukan oleh peneliti dari Badan Riset Sumber Daya Manusia Kementerian Kelautan dan Perikanan. Inovasi teknologi ini digunakan dalam operasi penangkapan ikan terutama untuk nelayan yang menggunakan alat tangkap bagan ataupun alat bantu penangkapan rumpon.

Q: Prinsip Kerja LEDIKAN:

A: Prinsip kerja alat ini yaitu memanfaatkan spektrum cahaya yang dihasilkan oleh LED untuk menarik plankton-plankton air disekitar bagan atau rumpon yang kemudian mengundang ikan-ikan kecil berdatangan. Secara alamiah wilayah tersebut sudah akan menjadi feeding ground (tempat yang menyediakan pakan) bagi ikan-ikan besar. Selanjutnya, akan terbentuk rantai makanan dan schooling (gerombolan) ikan disekitar bagan atau rumpon. Selain itu, untuk beberapa jenis ikan memiliki sifat fototaksis positif, yaitu ketertarikan terhadap cahaya yang mayoritas dimiliki oleh ikan-ikan pelagis dan ikan-ikan yang beraktivitas di siang hari. Ikan-ikan tersebut akan bergerak dan membentuk schooling (gerombolan) disekitar sumber cahaya. Inovasi LEDikan ini akan membantu menarik ikan pada malam hari, yang mana ikan-ikan fototaksis positif akan menyebar di malam hari agar terhindar dari predator, untuk membentuk gerobolan disekitar bagan atau rumpon yang kemudian dapat terperangkap dalam jaring.

Q: Keunggulan LEDIKAN?

A: LEDikan dirancang dengan keunggulan yang dapat meningkatkan hasil tangkapan ikan menjadi berkali lipat. Sebelum dikomersilkan, inovasi teknologi ini sudah Agus sebarkan ke sebanyak 300 nelayan di seluruh daerah di Indonesia seperti Wakatobi, Sulawesi Selatan, Karimun Jawa, Pangandaran, dan lainnya. Kemudian dari praktek langsung ke 300 nelayan tersebut, LEDikan telah memberikan hasil tangkapan yang memuaskan, semula nelayan yang hanya memperoleh 100 kg untuk bagan ukuran 8,5 x 8,5 meter sekali angkat, setelah adanya penggunaan LEDikan, hasil tangkapan yang diperoleh menjadi 500kg sekali angkat yaitu meningkat 5 kali lipat. Bahkan jika sedang musim ikan, hasil tangkapan yang diperoleh nelayan mampu mencapai 1 ton.

Beberapa keunggulan LEDikan lainnya yaitu:

  • Alat ini menggunakan bahan yang renewable sehingga dapat digunakan secara hemat jika dibandingkan dengan lampu biasa;
  • Alat ini juga lebih terang dengan spektrum cahaya Red, Green, Blue (RGB) yang dirancang khusus dan disesuaikan dengan target ikan yang akan ditangkap;
  • Alat ini juga aman digunakan bagi nelayan karena tidak mudah mengeluarkan percikan api atau konslet;
  • Alat ini juga awet dibanding dengan lampu biasa, umur teknis alat ini mampu mencapai 5 tahun.
     
37. Q : Apa itu Microbubble Udang ?
  A :

Q: Apa yang dimaksud dengan Microbubble Udang?

A: Sistem dan Metode  Budidaya Udang Vaname Ultra-Intensif dengan Menggunakan Teknologi Gelembung Mikro diluncurkan pada Rabu, 26 Desember 2018 di Laboratorium Kelautan IPB, Ancol, Jakarta. Teknologi ini diciptakan atas kendala yang dihadapi oleh pembudidaya perikanan, khususnya udang, yaitu biaya listrik yang tinggi, modal yang cukup besar (untuk skala tambak), adanya limbah yang tidak dikelola dengan baik, serangan penyakit, serta daya dukung lingkungan yang menurun. Budidaya udang pada umumnya belum dapat memberikan dampak terhadap pembudidaya skala kecil/rumah tangga, karena sebagian besar masih dikuasai oleh petambak bermodal besar. Permasalahan lainnya adalah keterbatasan lokasi budidaya karena jauh dari sumber air laut/payau.

 Q: Mengatasi kendala pembudidaya udang?

 A: cara mengatasi permasalahan yang dihadapi pembudidaya udang, diperlukan rekayasa teknologi akuakultur yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,salah satunya  adalah dengan pengembangan teknologi microbubble dengan integrasi Recirculating Aquaculture System (RAS)  untuk budidaya udang vaname. Teknologi ini dapat dikembangkan dengan kepadatan ≥ 1000 ekor/m3 (Ultra-Intensif), sehingga produktivitas udang yang dihasilkan sangat tinggi. Sebelum adanya invensi teknologi tersebut, budidaya udang vaname tertinggi dicapai pada budidaya supra intensif dengan kepadatan 400 ekor/m3.

Q: Kelebihan microbubble dengan integrasi RAS?

A:  tanpa penggantian air, tidak ada air limbah perikanan yang dibuang ke lingkungan, serta bisa diaplikasikan di tengah perkotaan yang jauh dari sumber air laut, karena pengelolaan media air budidaya dilakukan secara berkelanjutan. Kelebihan lainnya adalah tidak memerlukan proses penyifonan, yaitu pembuangan lumpur limbah sisa pakan dan kotoran udang. Limbah padatan pada sistem ini  akan tertangkap di filter fisik, yang selanjutnya  dapat dimanfaatkan untuk pupuk tanaman. Teknologi ini dapat diaplikasikan pada skala rumah tangga hingga industri sehingga pembudidaya kecil dapat diberdayakan.

Q: Apakah teknologi tersebut sudah dipatenkan?

A: Sistem dan Metode  Budidaya Udang Vaname Ultra-Intensif dengan Menggunakan Teknologi Gelembung Mikro, Nomor Permohonan P00201810738.

      Q: Pencipta Sistem dan Metode  Budidaya Udang Vaname Ultra-Intensif dengan Menggunakan Teknologi Gelembung Mikro?

A: Teknologi ini didesain oleh peneliti Pusat Riset Perikanan (Pusriskan) yang dibuat secara sederhana sehingga dapat diadopsi dengan mudah oleh masyarakat pembudidaya. Dengan pendampingan, pembudidaya bisa membuat dan menerapkannya secara mandiri.

Q: Keuntungan yang didapat dengan penggunaan Sistem dan Metode  Budidaya Udang Vaname Ultra-Intensif dengan Menggunakan Teknologi Gelembung Mikro?

A:  Dengan adanya penggunaan Teknologi Microbubble dalam kolam ukuran volume 49 m3, selama 60 hari pembesaran, mampu menghasilkan udang berukuran berat 14 gram/ekor dari berat awal 0,5 gram dan meraup keuntungan bersih sebesar Rp 94,3 juta/tahun dengan nilai investasi awal Rp 31 juta.

     
38. Q :  Apa itu MAGGOT ?
  A :

Q: Apa yang dimaksud dengan Maggot?

A: Maggot alias larva serangga Hermetia illuscens, merupakan  salah satu produk unggulan BRBIH yang kini menjadi primadona dalam dunia pakan ikan hias.

Q: Latar belakang menjadikan maggot sebagai pakan ikan?

A: ketersediaan pakan menjadi faktor penting, dimana kurang lebih 60-70 % dari total biaya produksi perikanan berasal dari pakan. Tingginya porsi biaya untuk pakan tentu menjadi perhatian dari banyak kalangan baik pemerintah maupun pengusaha. Sehingga teknologi-teknologi terkait inovasi pakan ikan menjadi menarik untuk diaplikasikan di masyarakat. Sementara itu keberadaan nutrisi yang tersimpan di limbah organik belum termanfaatkan secara maksimal, secara umum pengelolaan sampah organik difokuskan pada pengomposan, namun pengolahan sampah tersebut memiliki nilai investasi tinggi dan nilai ekonomis yang rendah. Melihat adanya potensi pemanfataan nutrisi dari limbah organik untuk dijadikan pakan ikan, Peneliti Balai Riset Budidaya Ikan Hias-BRSDM, melaksanakan riset konsep biokonversi limbah organik menjadi sumber protein alternatif pakan ikan, yang telah mendapatkan pengakuan secara internasional dan Hak Paten baik Nasional maupun Internasional.

Q: Apa yang dimaksud dengan biokonversi?

A: Biokonversi merupakan proses transformasi, merombak (dekomposisi) dan menghancurkan (degradasi) nutrisi yang tersimpan dalam sampah dan limbah organik untuk dijadikan protein jenis baru dengan melibatkan mikroorganisme dan larva serangga dan menghasilkan magot yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ikan.

Q: Pengembangan Maggot?

A: Maggot dikembangkan ke dalam beberapa produk pakan ikan diantara nya MaGranul (Pakan untuk benih), Magfeed (pakan untuk pertumbuhan), BigMag (Magot live dan segar), MagKrispy (Pakan untuk induk) dan kedepannya akan terus dikembangkan produk-produk turunan dari magot.

Q: Apa yang diharapkan dari terciptanya inovasi maggot?

A: Hasil penelitian di BRBIH, diketahui bahwa untuk tumbuh dan berkembang, magot dari Black Soldier Fly (BSF) dapat memanfaatkan sampah-sampah organik seperti limbah bungkil kelapa sawit, sayuran dan buah-buahan rusak atau sisa makanan baik yang berasal dari restoran, mall maupun pasar. untuk itu, kehadiran magot diharapkan menjadi solusi kelangkaan pakan ikan sekaligus menyelesaikan masalah  lingkungan yaitu sampah organik.

Dengan adanya difusi produk inovasi ini, juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru  yaitu pengolahan sampah organik menjadi pakan ikan, karena produksi magot memiliki keunggulan yaitu tidak membutuhkan air, listrik, bahan kimia dan investasi yang besar, selain itu diharapkan magot dapat menghidupkan kembali kegiatan perikanan budidaya, dan dengan ditemukannya magot sebagai pakan ikan alternatif dapat mengedukasi masyarakat untuk dapat memilah sampah sehingga dapat dikelola secara mandiri.

     
39. Q :

Apa itu PIAMARI DAN MIAMARI ?

  A :

Q:  Apakah PIAMARI dan MIAMARI itu?

A: PIAMARI adalah Pangandaran Integrated Aquarium & Marine Research Institute. Berfungsi sebagai pusat kegiatan penelitian kelautan Kawasan Samudera Hindia, Kawasan riset dan edukasi (Akuarium, museum, IPTEK Kelautan, Wisata Mangrove dan Pantai) serta workshop teknologi kelautan. Sedangkan MIAMARI (Morotai Integrated Aquarium and Marine Research Institute) yang berfungsi sebagai pusat penelitian kelautan kawasan samudera pasifik barat, Kawasan wisata dan edukasi serta workshop teknologi kelautan

Q: Apa saja fasilitas PIAMARI dan MIAMARI?

A: Kedua institusi riset (PIAMARI dan MIAMARI) yang dibangun akan dilengkapi dengan sarana riset meliputi: laboratorium (marine biology laboratory, marine information laboratory, deep sea organism DNA laboratory, deep sea rocks and sedimentology laboratory, deep sea basic visualisation laboratory, dan deep sea oceanography dynamic laboratory), workshop untuk pengujian dan mengembangkan peralatan/instrumentasi untuk memenuhi kebutuhan survei dan eksplorasi (electronic equipment, machinery, welding equipment, censor-testing instruments, towing tank, dan current model instruments), perkantoran,  dormitory dan aquarium (aquarium untuk aklimatisasi , aquarium Utama yang dapat digunakan untuk keperluan wisata edukasi, main medium seawater management system yang dilengkapi instalasi penyedotan laut dalam, filter, disinfectant, kontrol kualitas pangan/plankton, dan monitor display mengenai spesies ikan).

Q: Harapan dan peran strategis dibangunnya Piamari dan Miamari ?

A: Pembangunan kedua fasilitas riset kelautan tersebut akan melengkapi keberadaan fasilitas riset kelautan sebelumnya yang telah dimiliki Kementerian Kelautan dan Perikanan sehingga semakin meningkatkan kegiatan riset kelautan dan perikanan untuk jangka panjang. Ketersediaan aquarium pada kedua fasilitas riset yang akan dibangun juga digunakan sebagai sarana konservasi dan keanekaragaman hayati laut di kedua samudera, sekaligus menjaga keberlanjutan plasma nuftah sumberdaya laut, media edukasi dan wisata untuk mengenalkan kekayaan marine biodiversity yang dimiliki Indonesia kepada masyarakat.

Pembangunan fasilitas riset secara terintegrasi dengan aquarium mengambil referensi pada Monterey Bay Aquarium Research Institute (MBARI) di California USA, dimana kegiatan penelitian kelautan dilakukan secara komprehensif, yaitu mengembangkan teknologi kelautan yang digunakan untuk mengukur dan memantau faktor-faktor fisik, kimiawi, dan biologi laut dengan tujuan konservasi, rehabilitasi dan revitalisasi sumberdaya laut.

Diharapkan dengan berdirinya MIAMARI nantinya juga akan memperkuat KEK Morotai dengan menyediakan litbang sumberdaya dan teknologi sumberdaya laut dan pesisir, diseminasi, dan juga akan mengembangkan energi baru terbarukan OTEC (Ocean Thermal Energy Convertion)

Q: Bagaimana perkembangan pembangunan Piamari dan Miamari ?

A: Pembangunan gedung PIAMARI telah selesai 100%, sedangkan MIAMARI telah mencapai 99,7%. Untuk akuarium PIAMARI dalam proses finishing, sedangkan MIAMARI akan mulai dibangun pada tahun ini.

     
40. Q :

INFORMASI DATA INOVASI TEKNOLOGI BRSDM  ?

  A :

Q: Dimana bisa didapatkan data hasil inovasi BRSDM- KKP?

A : Info terkait dapat dilihat di www.kkp.go.id/brsdm atau di lini media massa BRSDM yaitu Twitter @brsdm_kp ; Youtube : BRSDM TV ;  IG : HumasBRSDM ; Facebook: BRSDM

     
  A :

Peserta pelatihan berasal dari : masyarakat calon pelaku utama/usaha perikanan, maupun pelaku utama/usaha perikanan yang memiliki kebutuhan pemenuhan kompetensi teknis maupun manajerial di bidang kelautan dan perikanan, sesuai dengan kebutuhan kompetensi yang dibutuhkan dalam pekerjaan/usaha sehari-hari masyarakat.

     

Admin KKP   01 Juli 2019   Dilihat : 952



Artikel Terkait: