Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT)
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
Kilas Berita  
TOT Manajemen Mutu, Tingkatkan Mutu Hasil Tangkapan Nelayan SKPT Salibabu

Rabu, 10 April 2019 I 09.40 WITA oleh SKPT Talaud

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut melalui Program SKPT 2019 di Kabupaten Kepulauan Talaud telah menyelenggarakan bimbingan teknis sekaligus Training of Trainer bagi nelayan yang diwakili oleh pengurus koperasi dan penyuluh perikanan.


Upaya peningkatan kapasitas bagi nelayan dan penyuluh perikanan ini dilaksanakan Senin-Selasa, 8-9 April 2019 dalam bentuk Training of Trainer Manajemen Mutu bagi nelayan dan penyuluh perikanan yang dilakukan di PPI salibabu, Kepulauan Talaud belum lama ini.

Plt. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Talaud, Marly M. Megansa menjelaskan TOT ini sangat penting agar peserta selain memahami materi juga dapat memberi penjelasan kembali kepada nelayan lain di koperasi masing-masing.

“Kegiatan ini untuk membekali nelayan dalam melakukan kegiatan pengoperasian Alat Tangkap Ikan sekaligus bagaimana proses penanganan yang baik dan benar mulai di kapal sampai di TPI sehingga mutu atau kualitas hasil tangkapan dapat terjaga.” Kata Marly.

Dia menjelasakan, pengetahuan dasar dan lanjut tentang peningkatan mutu hasil tangkapan perlu difahami dan dipraktekan oleh para peserta terutama nelayan saat mereka melaut. Sehingga hasil tangkapan tetap bermutu dan memiliki nilai jual yang tinggi di pasaran.

TOT yang berlangsung di Balai Pelatihan Nelayan PPI salibabu ini tidak saja menghadirkan narasumber dari Dinas Perikanan Kepulauan Talaud dan Ditjen PRL namun juga dari Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Bitung BRSDM KP sebagai Pelatih. Materi dari pelatih dibagi kedalam 2 (dua) kurikulum utama yakni, pengoperasian API yang ramah lingkungan dan penanganan hasil tangkapan.

Pada materi pengoperasian API peserta diberikan penjelasan tertang jenis API serta penggunaannya, metode penangkapan dan praktek di laut. Sementara untuk materi penanganan hasil tangkapan dijelaskan perlunya perlakuan yang diberikan pada ikan untuk mempertahankan mutu ikan selama mungkin, sejak ikan ditangkap sampai ke tangan konsumen, diakhir materi penanganan hasil tangkapan juga dilakukan praktek penanganan ikan dengan metode pendinginan.

TOT manajemen mutu ini dihadiri oleh perwakilan dari 12 koperasi perikanan binaan SKPT Talaud dan penyuluh perikanan yang menjadi binaan koperasi tersebut.

Penanganan ikan yang baik adalah semua kegiatan yang dilakukan terhadap ikan sejak ditangkap, diatas kapal, di darat dan pada saat distribusi hingga sampai ke tangan konsumen atau siap untuk diolah. Adapun tujuannya adalh untuk mempertahankan kesegaran ikan selama mungkin agar tidak rusak dan tetap bernilai gizi tinggi.

Penanganan ikan hasil tangkapan pada prinsipnya terjadi di dua tempat, yaitu : (1) ketika ikan masih berada di atas kapal, (2) ketika ikan sudah didaratkan di pelabuhan. Perlu diketahui bahwa penanganan di pelabuhan merupakan satu mata rantai yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya karena penanganan sebelumnya akan mempengaruhi mutu hasil dari produk hasil tangkapan.

Penanganan ikan yang baik di atas kapal merupakan langkah awal yang paling efektif mempertahankan kesegaran mutu ikan hasil tangkapan, diikuti dengan penanganan ikan yang baik di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) atau di tempat pendaratan ikan. Jika terjadi kesalahan penanganan ikan, baik di atas kapal maupun di tempat pendaratan maka akan berdampak terhadap menurunnya mutu ikan, dan berakibat terhadap rendahnya mutu ikan yang diolah di unit-unit pengolah ikan. Oleh karena itu, maka persiapan penanganan ikan dan penyimpanannya harus disiapkan terlebih dahulu dengan baik, sehngga tidak terjadi kekeliruan pada saat kita melakukan penanganan itu sendiri.

Admin SKPT   10 April 2019   Dilihat : 1013



Artikel Terkait: