Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

SKPT Talaud
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
Kilas Berita  

Bisnis Plan SKPT Talaud


Kabupaten Kepulauan Talaud ditetapkan sebagai salah satu lokasi SKPT dan  sekaligus ditetapkan sebagai Kawasan Project Strategis Nasional (PSN). SKPT di Kabupaten Kepulauan Talaud diarahkan kepada optimalisasi usaha penangkapan ikan dan pemasaran hasil perikanan. Pengembangan SKPT dimulai dari tahap perencanaan guna menyusun dokumen acuan pengembangan yang terdiri dari Master Plan, Technical Plan dan Business Plan. Tahap perencanaan tersebut dilanjutkan ke tahap implementasi yang dimulai dengan eksekusi pengembangan bisnis dan pembangunan fasilitas.

Sebagai bagian dari tahap perencanaan pengembangan SKPT tersebut, penyusunan dokumen acuan perencanaan pengembangan bisnis (Business Plan) mutlak harus dilakukan, yang didalamnya berisi tentang komoditi unggulan strategis, desain pengembangan produk, pasar dan pengembangan kelembagaan usaha, kelayakan bisnis serta prediksi multiflier effect bagi ekonomi wilayah terkait pengembangan komoditi unggulan strategis khususnya dampak terhadap PDRB dan serapan tenaga kerja (TK).

Berdasarkan hasil kajian Bisnis Plan SKPT Talaud, Kabupaten Kepulauan Talaud memiliki potensi perikanan tangkap yang sangat besar untuk dimanfaatkan.  Seluruh pemanfaatan perikanan tangkap ini masih jauh dibawah potensi yang diijinkan untuk dimanfaatkan.  Oleh karena itu, pendekatan produksi dari penangkapan ikan masih merupakan peluang untuk meningkatkan perekonomian wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud.  Selain peningkatan produksi yang perlu diperhatikan adalah Kabupaten Kepulauan Talaud merupakan daerah kepulauan yang artinya transportasi akan menjadi salah satu kunci terhadap harga ikan sehingga diperlukan rantai dingin untuk menjaga kualitas.  Agar memiliki peningkatan kualitas produk sehingga memiliki daya saing yang tinggi di pasar lokal maupun ekspor, peningkatan grade ikan akan meningkatkan harga ikan secara langsung.  Selain itu, Kabupaten Kepulauan Talaud merupakan sentra produksi yang menjadi produsen, dari sisi biaya input lebih murah (karena jarak untuk mengambil ikan dekat), namun biaya kirim ke konsumen menjadi mahal (karena pengiriman dilakukan dari sentra produksi (Kabupaten Kepulauan Talaud) kemudian handling di Bitung dan dilakukan ekspor ke Philipina atau Jepang). 

Sehingga yang perlu menjadi rekomendasi kebijakan adalah untuk pengembangan ekonomi wilayah dari kegiatan perikanan tangkap yaitu:

  1. Meningkatkan produksi perikanan tangkap secara berkelanjutan (dibawah MEY / MSY), bukan hanya ikan pelagis namun dapat juga ikan lainnya.
  2. Memfasilitasi rantai dingin pengangkutan ikan untuk menjaga kualitas produk sehingga meningkatkan grade ikan di pasar ekspor.
  3. Mempersingkat jarak dari sentra produksi (nelayan sebagai produsen) ke konsumen (ekspor di Philipina dan Jepang). Ikan yang ditangkap tidak perlu dibawa ke Bitung/Manado terdahulu baru dilakukan ekspor. 

Secara detail hasil kajian Bisnis Plan SKPT Talaud dapat dilihat pada dokumen Bisnis Plan.

bisnis-plan-skpt-talaud