Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

SKPT Talaud
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
Kilas Berita  
Kunjungan Bappenas ke SKPT Kabupaten Kepulauan Talaud

Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen untuk mewujudkan kemadirian ekonomi di kawasan Pulau-Pulau Kecil Terluar (PPKT) Indonesia. Salah satunya adalah dengan program pengembangan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT), seperti yang telah diimplementasikan di salah satu PPKT di utara Indonesia, yaitu Kabupaten Kepulauan Talaud sejak 2015.  Selain KKP, Bappenas sebagai tolok ukur perencanaan nasional juga berkomitmen untuk memastikan bahwa perencanaan pembangunan juga menyentuh pulau-pulau kecil terluar. Oleh karenanya seiring dengan program SKPT di KKP, Bappenas juga melakukan kajian terkait pengembangan ekonomi kawasan PPKT yang mendukung proyek strategis nasional (PSN), dimana SKPT Talaud merupakan satu-satunya SKPT yang masuk kedalam PSN tersebut. Terkait dengan hal tersebut, maka dilakukan kunjungan Bappenas ke lokasi SKPT Kabupaten Kepulauan Talaud pada tanggal 17-19 Oktober 2018.

"Optimalisasi kawasan melalui pengelolaan yang efektif dan efisien dapat mendorong PPI Salibabu menjadi sentra pengembangan ekonomi di Kabupaten Kepulauan Talaud. Bagaimana peran penyangga di kecamatan-kecamatan selain Salibabu dapat memberikan kontribusi dalam optimalisasi pengelolaan kawasan" kata Dr. Tommy Hermawan, Perencana Utama Bappenas di Salibabu pada Jumat (19/10/2018). Optimisme Tommy ini bukan tanpa alasan, saat ini lahan sebesar 5,4 ha yang menjadi kawasan SKPT di PPI salibabu telah tersedia berbagai fasilitas dasar untuk pengembangan ekonomi kelautan dan perikanan, seperti Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Integrated Cold Storage (ICS) kapasitas 200 ton, kios nelayan, balai pertemuan nelayan, bangunan utilitas, perumahan nelayan, dan fasilitas tambat labuh (dermaga dan beaching plate). Selain fasilitas atau sarana prasarana pelabuhan, nelayan Kabupaten Kepulauan Talaud juga diberi bantuan kapal penangkapan ikan, alat penangkapan ikan, mesin kapal, serta Ice Flake Machine (IFM) untuk fasilitas penyedia es.

Dalam operasionalisasinya Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Talaud telah menggaet PT. Perikanan Nusantara (PERINUS) sebagai off taker sebagian fasilitas di PPI Salibabu. PERINUS menjadi bagian penting dalam menggerakan ekonomi di kawasan antara lain menjalin kemitraan dengan nelayan dan memastikan harga ikan yang dibeli sesuai dengan harga pasar. "Kita buktikan, dengan tersedianya ICS 200 ton di PPI Salibabu, nelayan yang dulunya hanya memproduksi ikan terbatas dikarenakan tidak ada tempat menyimpan ikan, nantinya bisa mensupply ikan ke ICS dan menjualnya langsung ke PERINUS, bahkan diharapkan dapat melakukan ekspor langsung dari Talaud ke mancanegara" ujar Marly, Kadis Perikanan.

Saat ini masih terdapat kendala kekurangan listrik di lokasi SKPT Talaud. Untuk mengatasi kedala listrik tersebut, seyogyanya PT. PLN telah memberikan komitmen untuk penyediaan listrik di kawasan PPI Salibabu secara khusus, hal ini dibuktikan dengan direalokasikan genset dengan kapasitas 1 x 500 kW untuk dapat dimanfaatkan. Namun demikian, ternyata setelah dilakukan koordinasi dengan PLN Kecamatan Lirung, genset yang dimaksud hanya mampu beroparasi dengan 160 kW saja. Saat ini sedang diupayakan untuk diperbaiki agar pemakaian genset dimaksud dapat optimal, sehingga kontinuitas listrik di kawasan PPI Salibabu dapat terlaksana dengan baik.

Admin Talaud   12 November 2018   Dilihat : 1947



Artikel Terkait: