Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

SKPT Talaud
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
Kilas Berita  
Manfaatkan Bantuan Kapal SKPT, Pendapatan Nelayan Talaud Tembus Sembilan Milyar Sepanjang 2021

Manfaatkan Bantuan Kapal SKPT, Pendapatan Nelayan Talaud Tembus Sembilan Milyar Sepanjang 2021

Oleh: 
Prita Dwi Wahyuni, S.Si., MT.
(PELP Muda Direkrorat Jasa Kelautan)

Sejak enam tahun Program SKPT Talaud digulirkan, Kementerian Kelautan dan Perikanan cq. Direktorat Jasa Kelautan telah banyak memberikan bantuan kepada nelayan Talaud tidak hanya sarana dan prasarana Pelabuhan dan PPI tapi juga alat penangkapan ikan yang meliputi kapal penangkap ikan 3 GT, mesin kapal 20 HP, alat tangkap ikan handline, dan alat tangkap ikan rawai dasar. Pemberian bantuan khususnya alat penangkapan ikan ini dilaksanakan selama 2 (dua) tahun yaitu 2017 dan 2018. Pada tahun 2017 telah diserahkan kepada nelayan yaitu bantuan alat penangkapan ikan sebanyak 60 unit kapal penangkap ikan 3 GT, 60 buah mesin kapal 20 HP, dan 60 unit alat tangkap ikan handline melalui total 9 (sembilan) koperasi yaitu Koperasi Tirta Mas, Koperasi Teluk Lawasan Indah, Koperasi Tunas Baru, Koperasi Berkat Anugerah, Koperasi Camar Laut, Koperasi Abengaren, Koperasi Karunia, Koperasi Tunas Mandiri, dan Koperasi Pelangi Kasih.

Sedangkan pada tahun 2018 juga telah diserahkan bantuan alat penangkapan ikan kepada nelayan Talaud melalui total 12 (dua belas) koperasi sebanyak 50 unit kapal penangkap ikan 3 GT, 50 buah mesin kapal 20 HP, 50 unit alat tangkap ikan handline, dan 45 unit alat tangkap ikan rawai dasar melalui total 12 (dua belas) koperasi yaitu Koperasi Tirta Mas, Koperasi Teluk Lawasan Indah, Koperasi Tunas Baru, Koperasi Berkat Anugerah, Koperasi Camar Laut, Koperasi Abengaren, Koperasi Karunia, Koperasi Tunas Mandiri, Koperasi Pelangi Kasih, Koperasi Dolphin Perbatasan, Koperasi Mane’e dan Koperasi Tundaal.

Sepanjang tahun 2021 telah dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap pemanfaatan bantuan alat penangkapan ikan tersebut yang telah dimanfaatkan dan dioperasionalkan sejak bantuan diserahterimakan. Dalam pemanfaatannya, kapal 3 GT tersebut tidak hanya digunakan sebagai kapal untuk menangkap ikan secara langsung, tetapi juga digunakan sebagai kapal lampu di rumpon-rumpon milik nelayan.

Monitoring dan evaluasi tersebut dilakukan melalui pengumpulan data produksi hasil tangkapan ikan dan pendapatan nelayan yang berasal dari hasil penjualan ikan selama tahun 2021 dari kedua belas koperasi penerima bantuan baik bantuan tahun 2017 maupun tahun 2018. Data yang dikumpulkan dari koperasi dengan periode setiap hari, minggu dan bulanan ini meliputi waktu berangkat dan pulang kapal, jumlah dan biaya BBM yang digunakan, hasil tangkapan, jenis ikan, harga ikan, jarak daerah tangkapan, pemasaran hasil tangkap sampai dengan jumlah pendapatan nelayan.

Hasil pengolahan data menunjukkan total produktivitas tangkapan ikan selama tahun 2021 sebesar 731.517,5 kg dimana jumlah tangkapan ini sedikit meningkat dibandingkan jumlah tangkapan pada tahun sebelumnya. Jumlah produksi ikan hasil tangkapan nelayan koperasi binaan SKPT Talaud tersebut dengan rincian Koperasi Tirta Mas sebesar 147.401 kg, Koperasi Berkat Anugerah sebesar 89.202 kg, Koperasi Camar Laut sebesar 9801 kg, Koperasi Teluk Lawasan Indah sebesar 374.364 kg, Koperasi Tunas Baru sebesar 11.082 kg, Koperasi Abengaren sebesar 3163 kg, Koperasi Pelangi Kasih sebesar 0 kg, Koperasi Karunia sebesar 84.550 kg, Koperasi Tunas Mandiri sebesar 8076 kg, Koperasi Dolphin Perbatasan sebesar 215 kg, Koperasi Mane’e sebesar 3664 kg, dan Koperasi Tundaal sebesar 0 kg.

Adapun jenis ikan yang ditangkap selama periode 2020 sangat bervariasi meliputi layang, baby tuna, selar, pelagis, tongkol, cakalang, ikan nona, madidihang, maesang, tuna, marlin, demersal, julung-julung, dan barakuda. Lima jenis ikan yang tertangkap dan memiliki jumlah terbanyak adalah Layang sebanyak 507.619 kg, Tongkol sebanyak 83.082, Tuna sebanyak 62.229 kg, Cakalang sebanyak 39.848 kg, dan Marlin sebanyak 20.828 kg.

Kesemua ikan tersebut tidak hanya dipasarkan ke petibo-tibo, pasar lokal atau pedagang pengumpul saja tetapi juga sampai dijual ke Manado, Bitung, dan CV TIM. Berdasarkan lokasi pemasarannya, ikan hasil tangkapan nelayan koperasi binaan SKPT Talaud ini paling banyak dipasarkan ke pedagang pengumpul sebanyak 313.087 kg, dan terserap di petibo-tibo sebanyak 170.570 kg dan pasar atau lokal sebanyak 107.292 kg. Selain itu yang menarik lainnya, sebanyak 250 kg ikan dibagi gratis kepada masyarakat Talaud sebagai bentuk kepedulian dampak pandemi Covid-19 yang melanda Talaud.

Sedangkan total pendapatan yang diperoleh oleh kedua belas koperasi tersebut sepanjang tahun 2020 mencapai lebih dari empat milyar tepatnya Rp.  9.134.846.500,-. Jumlah pendapatan ini melebihi dua kali lipat daripada pendalatan pada tahun sebelumnya. Adapun rincian pendapatan nelayan dari penjualan ikan untuk Koperasi Tirta Mas sebesar Rp. 1.353.721.000,-, Koperasi Berkat Anugerah sebesar Rp. 1.484.787.000,-, Koperasi Camar Laut sebesar Rp. 208.946.000,-, Koperasi Teluk Lawasan Indah sebesar Rp. 4.114.576.000,-, Koperasi Tunas Baru sebesar Rp. 190.067.000,-, Koperasi Abengaren sebesar Rp. 32.307.000,-, Koperasi Pelangi Kasih sebesar Rp.0,-, Koperasi Karunia sebesar Rp. 943.500.000,-, Koperasi Tunas Mandiri sebesar Rp. 128.830.000,-, Koperasi Tundaal sebesar Rp.0,-, Koperasi Mane’e sebesar Rp. 82.672.500.000,-, dan Koperasi Dolphin Perbatasan sebesar Rp. 1.550.000.000,-.

Bantuan alat penangkapan ikan SKPT Talaud ini diharapkan masih dapat dioptimalkan lagi pemanfaatannya mengingat terdapat beberapa kendala dan permasalahan yang dialami nelayan anggota koperasi dalam memanfaatkan bantuan tersebut. Permasalahan yang kerap muncul yang menyebabkan nelayan tidak melaut adalah terjadinya cuaca ekstrim seperti gelombang tinggi maupun angin musim barat, dan kerusakan pada katir kapal yang memerlukan perbaikan. Diharapkan pada tahun-tahun mendatang, bantuan SKPT yang telah diberikan ini masih terus termanfaatkan lebih optimal lagi sehingga dapat meningkatkan produktivitas penangkapan ikan dan pendapatan nelayan sehingga nelayan Talaud dapat menuju kemandirian. Jayalah Nelayan Talaud, Jayalah di Laut, Raihlah Kemandirian.

Admin Talaud   25 Januari 2022   Dilihat : 508



Artikel Terkait: