Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

SKPT Talaud
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
Kilas Berita  
Melestarikan Tradisi Manduru’u Tonna dan Mandandung Wanua di Tengah Pandemi Covid-19

Kontributor : Helda Rapar

Sejak zaman dahulu, Bumi Porodisa Talaud sangat kaya akan adat dan budaya yang patut dilestarikan, salah satunya antara lain yaitu tradisi Manduru’u Tonna dan Mandandung Wanua. Tradisi ini setiap tahun dirayakan dengan menghadirkan orang banyak, tetapi dengan kondisi pandemi Covid 19 yang melanda Bumi Porodisa, maka pada tahun ini perayaan adat tidak dapat mengumpulkan orang banyak karena dibatasi jumlah masayarakat yang hadir dan tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Tradisi Manduru’u Tonna dan Mandandung Wanua adalah wujud pelestarian budaya leluhur nenek moyang Porodisa yang terus dilestarikan dengan melaksanakan acara adat setiap tahunnya untuk mensyukuri berkat dan penyertaan Tuhan dalam perjalanan hidup masyarakat bumi porodisa sehingga boleh diperkenankan memasuki tahun yang baru 2021.

Upaya melestarikan tradisi Manduru’u Tonna dan Mandandung Wanua ditengah pandemi Covid 19 dilaksanakan oleh pemerintah Kecamatan Salibabu Kabupaten Kepulauan Talaud melalui doa syukur oleh tokoh agama, tokoh adat (Ratumbanua, Inangbanua) dan kepala suku. Acara adat Manduru’u Tonna dan Mandandung Wanua digelar secara sederhana di 6 (enam) desa pada tanggal 25 Januari 2021. Acara tersebut dihadiri dihadiri oleh Camat Salibabu, Bhabinkamtibmas, Plt. Kepala desa Dalum, Ketua BPD Desa Dalum, Ratumbanua/Inganguwanua Desa Dalum, para pendeta/Gembala yang ada di Desa Dalum dan Field Manager SKPT TALAUD.

Acara adat diawali dengan penyampaian petuah-petuah dalam Bahasa Talaud oleh tokoh adat Desa Dalum Ratumbanua dan Inangbanua serta kepala suku. Kemudian dilanjutkan dengan ibadah syukur yang dipimpin oleh salah satu pimpinan Gereja di desa Dalum. Walaupun perayaan Manduru’u Tonna dan Mandandung Wanua dibatasi jumlah orang yang hadir karena penerapan protokol Covid 19 tetapi masyarakat Desa Dalum dapat mengikutinya dengan mendengar dari pengeras suara.

Camat Salibabu, Bonifasius J. Wangkanusa, S.STP, M.Si, mengatakan tradisi Manduru’u Tonna dan Mandandung Wanua merupakan wujud pelestarian budaya leluhur nenek moyang Porodisa yang terus dijaga. Oleh karena itu sebagai insan yang beradab patut kita berterima kasih kepada Tuhan dan juga kepada leluhur tanah Porodisa sehingga kita dapat merefleksikan kembali gelar budaya melalui doa syukur, walaupun dirayakan dengan sangat sederhana dan waktu yang singkat. Camat Salibabu mengajak kepada warga masyarakat yang ada di Kecamatan Salibabu agar mensyukuri berkat yang diterima ditahun 2020 dan berdoa agar ditahun 2021 masyarakat Kecamatan Salibabu senantiasa dijaga dan dilindungi oleh Tuhan.

Admin Talaud   04 Februari 2021   Dilihat : 1723



Artikel Terkait: