Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

SKPT Talaud
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
Kilas Berita  
Koperasi Tunas Mandiri Melaksanakan Rapat Anggota Tahunan Ditengah Pandemi Covid 19, 5 Agustus 2020

Kontributor: Helda Rapar & Prita Dwi Wahyuni

 

Koperasi Tunas Mandiri merupakan salah satu binaan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Kabupaten Kepulauan Talaud telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) pada tanggal 5 Agustus 2020, bertempat di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Ambia Utara Kabupaten Kepulauan Talaud. Koperasi Tunas Mandiri yang diketuai oleh Rudy Watugigir ini berkedudukan di Desa Ambia Utara, Kecamatan Essang Selatan, Kabupaten kepulauan Talaud.

RAT Koperasi Tunas Mandiri dihadiri oleh 18 (delapan belas) orang pengurus dan anggota. Ditengah kondisi pandemik Covid 19, tidak menyurutkan semangat pengurus dan anggota dalam melaksanakan RAT, juga semakin menambah motivasi dengan kehadiran Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kepulauan Talaud Ir. Lukas Auy, ME, Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Dinas Koperasi dan UKM kabupaten kepulauan Talaud Alfred Wasida, Kepala Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP-KKP) Wilker Melonguane Pitron Maalua, serta Helda Rapar selaku Field Manager SKPT Talaud.

 

Tujuan pelaksanaan RAT Koperasi Tunas Mandiri adalah untuk mempertanggung jawabkan laporan kegiatan koperasi dan mempertanggung jawabkan laporan pengawas tahun 2019.  Pelaksanaan RAT dipandu dengan jadwal acara yang disusun sesuai aturan pelaksanaan RAT dan diawali dengan ucapan selamat datang oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan doa pembukaan oleh Wilson Aiba dan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh seluruh peserta yang hadir. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian maksud pelaksanaan RAT oleh ketua koperasi Rudy Watugigir, sambutan/arahan dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kepulauan Talaud Lukas Auy.

Lukas Auy memberikan apresiasi kepada pengurus dan anggota koperasi Tunas Mandiri yang telah menginisiasi pelaksanaan RAT sebagai wujud komitmen pengurus, pengawas dan anggota koperasi. Apresiasi juga diberikan karena adanya jadwal acara RAT dan masukkan untuk kedepan materi RAT perlu dilampirkan dalam undangan maksimal 14 hari sebelum pelaksanaan. Hal ini bertujuan agar anggota koperasi dapat mengetahui laporan pertanggung jawaban kegiatan koperasi dan laporan keuangan. Selain itu pengurus koperasi harus pro-aktif berkoordinasi dan konsultasi ke Dinas Koperasi dan UKM.  Pada akhir RAT Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Talaud akan melakukan evaluasi yang bertujuan agar pelaksanaan RAT dapat dibenahi yang kurang. 

Setelah pembukaan, dilanjutkan dengan pemilihan Pimpinan dan Sekretaris RAT. Hal yang menarik dalam pelaksanaan RAT Koperasi Tunas Mandiri yaitu mulai diterapkannya mekanisme pemilihan pimpinan RAT dan sekretaris pimpinan RAT yang akan memimpin jalannya RAT dari awal sampai akhir. Hal ini menjadi sesuatu yang baru dilaksanakan dan menjadi tantangan bagi anggota dan perlu adanya bimbingan atau pembinaan dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Talaud sebagai Pembina dan pengawas untuk memberikan koreksi dan evaluasi perbaikan kedepan.

RAT kemudian dilanjutkan dengan pengesahan quorum RAT, dan pimpinan RAT menanyakan kepada anggota koperasi Tunas Mandiri yang hadir dalam RAT dan menyatakan quorum RAT telah terpenuhi dari jumlah anggota koperasi berjumlah 25 orang dan yang hadir dalam RAT berjumlah 18 orang. Selanjutnya dilakukan pengesahan dan penyepakatan jadwal acara RAT dan tata tertib RAT oleh anggota koperasi.

Acara RAT selanjutnya adalah penyampaian laporan pertanggung jawaban pengurus, yang disampaikan oleh sekretaris koperasi Tunas Mandiri, Sami Aiba. Laporan memuat antara lain jenis kegiatan yang telah dilakukan oleh koperasi Tunas Mandiri selama tahun 2019 yaitu kegiatan penangkapan ikan dan produksi es dari Ice Flake Machine (IFM) bantuan sarana prasarana SKPT Talaud dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Untuk kegiatan penangkapan ikan setiap anggota nelayan memberikan kontribusi Rp. 25.000,- dari hasil penangkapan melaut. Sedangkan untuk modal koperasi bersumber dari simpanan pokok sebesar Rp. 100.000,- per  anggota dan simpanan wajib Rp. 25.000,- per anggota per bulan.

Pada sesi pembahasan atau tanggapan atas laporan pertanggung jawaban pengurus tahun 2019 ditanggapi secara partisipatif oleh peserta RAT diantaranya menanyakan terkait inventarisasi aset koperasi yang tidak dicantumkan dalam laporan pertanggung jawaban dan laporan keuangan. Dimana pada laporan tersebut tidak mencantumkan aset koperasi dan jumlah kas koperasi yang dirinci serta berapa hasil tangkapan pertahun dan berapa hasil produksi es dari IFM. Pengurus menanggapi positif dan akan memperbaiki laporan pertanggung jawaban koperasi tahun 2019 dan akan menyampaikan kepada seluruh anggota koperasi.

Field Manager SKPT Talaud, Helda Rapar, sebagai pendamping koperasi binaan SKPT memberikan tanggapan terkait dengan jumlah produksi es dari Koperasi Tunas Mandiri untuk periode bulan Oktober s/d Desember tahun 2019 sejumlah 2,268 kg dan jumlah es terjual sebanyak 1,883 kg. Untuk meningkatkan jumlah produksi es, Field Manager akan memfasilitasi perencanaan strategi pemasaran IFM dan penyusunan rancangan usaha agar produksi es lebih maksimal. Field Manager juga mengingatkan bahwa bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang telah diterima oleh Koperasi Tunas Mandiri tahun 2018 dan 2019 merupakan aset koperasi bukan aset pribadi. Sehingga apabila pengelola tidak memanfaatkan bantuan, maka pengurus koperasi sewaktu-waktu dapat menarik aset tersebut untuk dapat dikelola oleh anggota koperasi lainnya yang bersedia memanfaatkan dan bertanggung jawab merawat bantuan tersebut. Hal ini dilakukan agar bantuan yang telah diberikan dapat berfungsi secara optimal dan dapat meningkatkan pendapatan koperasi. Selain itu, dari Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jasa Kelautan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang dan Laut telah memberikan berbagai pelatihan penguatan kapasitas dan manajemen koperasi maupun peningkatan kapasitas nelayan dalam pengoperasian alata tangkap. Kedepan, koperasi diharapkan dapat lebih menata administrasi dan manajemen koperasi serta memiliki anggota yang meningkat baik pengetahuan dan keterampilan SDM nya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian arahan atau evaluasi dari Kabid Kelembagaan dan Pengawasan Dinas Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Talaud, Alfred Wasida. Alfred menyampaikan beberapa catatan evaluasi diantaranya adalah tidak disampaikan pertanggung jawaban pengawas koperasi, pencatatan aset koperasi tidak dicantumkan dalam laporan, tidak ada pembagian SHU dalam laporan keuangan. Laporan keuangan tidak dibuat dalam neraca, masih kurangnya pemahaman anggota koperasi terkait dengan simpanan pokok dan simpanan wajib, dimana simpanan pokok sebagai syarat menjadi anggota dan simpanan wajib merupakan modal dari anggota.

Senada dengan arahan atau evaluasi yang disampaikan oleh Kepala Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan KKP Wilker Melonguane, Pitron Maalua, yang memberikan gambaran awal terbentuknya koperasi Tunas Mandiri dari kelompok pengawasan Pokmaswas dan ditingkatkan menjadi koperasi perikanan. Pitron juga memberikan motivasi agar Koperasi Tunas Mandiri dapat memanfaatkan bantuan yang sudah diterima dari Kementerian Kelautan dan Perikanan lewat SKPT Talaud dan bantuan lainnya secara optimal agar dapat meningkatkan pendapatan nelayan. Untuk dana-dana yang diterima oleh koperasi dan produksi es IFM dapat dipertanggung jawabkan dalam laporan keuangan/Neraca agar anggota koperasi dapat mengetahui secara transparan. 

Rangkaian acara RAT diakhiri dengan penutup, doa dan ucapan terima kasih. Pengawas koperasi, Wilson Aiba menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kehadiran dan kontribusi baik dari pengurus/anggota koperasi maupun para undangan lainnya dalam pelaksanaan RAT. Untuk evaluasi yang telah disampaikan akan diperbaiki dalam laporan kegiatan koperasi dan laporan keuangan serta laporan pengawasan. Sehingga pelaksanaan RAT tahun 2021 kedepan, Koperasi Tunas Mandiri dapat lebih baik dan lebih maju lagi. Dengan semboyan “Sansiote San Pate-pate (Bekerja Bersama-sama}”, para anggota siap menyingsingkan lengan maju bersama Koperasi Perikanan Kabupaten Talaud.

 

 

 

 

 

 

 

Admin Talaud   21 Agustus 2020   Dilihat : 3543



Artikel Terkait: