Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

SKPT Natuna
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
Kilas Berita  

SKPT Natuna


Kabupaten Natuna mempunyai luas wilayah daratan dan lautan mencapai 264.198,37 Km2 dengan luas daratan 2.001,30 Km2 dan lautan 262.197,07Km2. Secaraadminitrasi pemerintahan Kabupaten Natuna terdiri dari 12 Kecamatan (Kecamatan Midai, Bunguran Barat, Bunguran Utara, Pulau Laut, Pulau Tiga, Bunguran Timur, Bunguran Timur Laut, BunguranTengah, Bunguran Selatan, Serasan, Subi dan Serasan Timur) . Jumlahpulau yang terdapat di Kabupaten Natuna sebanyak 154 pulau, dengan127 pulau diantaranya belum berpenghuni.

Kabupaten Natuna terletak di antara 1° 16’ - 7° 19’ Lintang Utara dan 105° 00’ - 110°00’ Bujur Timur. Adapun batas wilayah Kabupaten Natuna, antara
lain:

  1. Sebelah Utara : Berbatasan dengan Vietnam dan Kamboja.
  2. Sebelah Timur : Berbatasan dengan Malaysia Bagian Timur (Serawak) dan
    Kalimantan
  3. Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Kabupaten Bintan.
  4. Sebelah Barat : Berbatasan dengan Semenanjung Malaysia dan Kabupaten Kepulauan Anambas

Gambar Perbatasan Kabupaten Natuna

 

Kabupaten Natuna terbagi kedalam 12 kecamatan, yaitu Kecamatan Midai, Bunguran Barat, Bunguran Utara, Pulau Laut, Pulau Tiga, Bunguran Timur, Bunguran Tengah, Bunguran Selatan, Serasan, Subi, dan Serasan Timur. Pembentukan Kabupaten Natuna dikukuhkan berdasarkan Undang-Undang Nomor: 53 tahun 1999, oleh Menteri Dalam Negeri (ad-interim) Faisal Tanjung pada tanggal 12 Oktober 1999.

Topografi di Pulau Bunguran umumnya berelief landai dan ada beberapa tempat berelief terjal dengan ketinggian berkisar antara 0–550 m di atas permukaan laut (dpl). Wilayah bagian selatan umumnya merupakan daerah bertopografi landai dengan ketinggian berkisar antara 0-200 meter dpl. Sedangkan dibagian utara merupakan daerah perbukitan dengan ketinggian hingga 300 meter dpl. Pulau-pulau lain di sebelah Selatan Pulau Bunguran seperti Pulau Tiga, bentuk topografinya secara umum landai-sedang dengan ketinggian berkisar antara 0-200 m dpl, demikian juga pulau-pulau kecil lainnya. Hampir 10% dari wilayah Kecamatan Bunguran Timur dan Bunguran Barat merupakan dataran rendah dan landai terutama di pinggiran pantai, 65% berombak dan 25% berbukit sampai bergunung. Ketinggian dari permukaan laut beragam berkisar 3-959 m dpl dengan kemiringan antara 2-5 m.

Tingkat kelerengan di wilayah Kabupaten Natuna cukup bervariatif. Hal ini karena Natuna memiliki topografi daratan yang berbukit-bukit. Jika dilihat pada gambar III.3 kelerengan di Natuna dapat mencapai 50%, berada di sekitar Kecamatan Bunguran Timur. Tingkat kelerengan yang rendah umumnya terdistribusi di sekitar pesisir, yang berkisar 10-20%.

Penggunaan lahan di Kabupaten Natuna didominasi oleh lahan non terbangun, dimana pada tahun 2010 mencapai 87,55% (178.408,38 ha) dari total luas daratan Kabupaten Natuna. Sebaliknya, luas lahan terbangun hanya sekitar 12,45% (25.374,54 ha). Lahan non terbangun terdiri dari hutan seluas92.252,51 ha (45,27% dari luas daratan Kabupaten Natuna), perkebunan18.666,73 ha (9,16%), sawah 115,64 ha (0,06%), belukar rawa 8.025,83ha (3,94%), padang rumput 1.404,20 ha (0,69%), semak belukar seluas 38.400,73 ha (18,84%), dan ladang seluas 7.196,84 ha (3,53%). Area hutan di Kabupaten Natuna sebagian besar berada di Kecamatan Bunguran Barat dan Bunguran Utara dan sisanya di Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kecamatan Bunguran Selatan, Kecamatan Bunguran Timur, Kecamatan Bunguran Tengah dan tersebar di pulau-pulau lainnya di Kabupaten Natuna.

 

Gambar: Lokasi Kecamatan di Kabupaten Natuna

 

Kabupaten Natuna memiliki luas laut mencapai 99 persen dari total luas wilayahnya. Selain, luas, laut Kabupaten Natuna juga memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Potensi sumberdaya ikan laut Natuna berdasarkan studi identifikasi potensi sumberdaya kelautan dan perikanan Provinsi Kepulauan Riau tahun 2011 adalah sebesar 504.212,85 ton per tahun atau sekitar hampir 50% dari potensi WPP 711dengan jumlah tangkapan yang diperbolehkan (80% dari potensi lestari) mencapai 403.370 ton. Pada tahun 2014, pemanfaatan produksi perikanan tangkap Kabupaten Natuna mencapai 233.622 ton atau mencapai 46% dari total potensi lestari sumberdaya ikan.Komoditas perikanan tangkap potensial Kabupaten Natuna terbagi dalam dua kategori, yaitu ikan pelagis dan ikan demersal.

Potensi ikan pelagis Kabupaten Natuna mencapai 327.976 ton/tahun, dengan jumlah tangkapan yang dibolehkan sebesar 262.380,8 ton/tahun (80% dari potensi lestari). Pada tahun 2014, tingkat pemanfaatan ikan pelagis hanya mencapai 99.037 atau 37.8% dari total jumlah tangkapan yang dibolehkan. Selebihnya yaitu sebesar 163.343,8 ton/tahun(62.25%) belum dimanfaatkan. Selain jenis ikan pelagis, ikan demersal juga memiliki peluang produksi yang tidak kalah besar. Potensi ikan demersal di Kabupaten Natuna mencapai 159.700 ton/tahun, tingkat pemanfaatan pada tahun 2014, hanya sebesar 40.491 ton (25.4% dari potensi lestari). Artinya, masih ada sekitar 119.209 ton/tahun (74.6%) ikan demersal yang belum dimanfaatkan di Kabupaten Natuna. Beberapa jenis ikan di Kabupaten Natuna, yang potensial untuk dikembangkan antara lain Ikan dari jenis kerapu-kerapuan, tongkol krai, teri, tenggiri, ekor kuning/pisang-pisang, selar, kembung, udang putih/ jerbung, udang windu, kepiting, rajungan, cumi-cumi dan sotong.

Daerah penangkapan ikan nelayan di perairan Natuna oleh nelayan tradisional dan nelayan besar berada diseitar area perairan. Lokasi penangkapan itu diantaranya adalah sekitar Pulau Bunguran, Natuna Besar, Pesisir Pulau Natuna, Midai, Pulau Serasan, Tambelan, dan Laut Cina Selatan. Lokasi penangkapan kapal besar umumnya adalah yang berada di luar lokasi 4 mill laut yang beradap di wilayah laut Natuna, Laut Cina Selatan.