Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

SKPT Mimika
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
Kilas Berita  
Pembangunan Tambat Labuh Kapal Skala Kecil di Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Mimika

ttd mou

               

Dalam rangka Pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Mmika TA. 2019, Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Logistik, Ditjen PDSPKP akan melaksanakan Pembangunan Tambat Labuh Kapal Skala Kecil di PPI Paumako sebagai Zona Inti SKPT Mimika. 

PPI Paumako sebagai zona inti SKPT Mimika telah berkembang menjadi salah satu pelabuhan pendaratan ikan yang sangat aktif pertumbuhannya dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan pembangunan SKPT Mimika. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah kapal > 60 GT yang belum melakukan aktifitas bongkar. Dermaga eksisting yang ada mampu melayani 70 kapal/bulan. Pencatatan hasil produksi tangkapan untuk kapal-kapal > 60 GT dilakukan oleh kantor pelabuhan maupun satuan kerja PSDKP dinilai sudah cukup baik. Akan tetapi pencatatan untuk kapal <5 GT belum optimal karena banyaknya tempat pendaratan ikan di tangkahan sepanjang sungai. 

tinjau lokasi

PPI Paumako saat ini belum tersedia sarana tambat labuh untuk kapal-kapal kecil. Kondisi pasang surut yang ekstrem juga turut mendorong nelayan kapal kecil untuk tidak melakukan bongkar ikan di dermaga eksisting. 

Oleh karena itu kebutuhan pembangunan sarana tambat labuh menjadi sangat penting. Tambat labuh yang dirancang memilik panjang jembatan penghubung 60 meter dengan panjang dermaga 24 meter. Dengan adanya sarana tambat labuh, kapal-kapal <5 GT diharapkan dapat melakukan proses bongkar ikan di PPI Paumako sehingga pencatatan hasil produksi bisa semakin optimal.

master plan tambat labuh 2

Pembangunan tambat labuh kapal skala kecil mengacu pada master plan pembangunan PPI Paumako sebagai Zona Inti SKPT Mimika. Penandatanganan kontrak kerja pembangunan tambat labuh kapal skala kecil dilaksanakan di kantor CS 200 PPI Paumako yang dilakukan oleh PPK Satker Direktorat Logistik dengan Direktur PT. Kurnia Jaya Karya sebagai kontraktor pelaksana. Disepakati bahwa proses pembangunan tambat labuh kapal skala kecil harus selesai pada tahun 2019 dengan masa kerja adalah 150 hari kalender.

Pihak Pemerintah Daerah, jajaran pengelola PPI Paumako berkomitmen mendukung pelaksanaan pembangunan tambat labuh kapal skala kecil agar dapat selesai dengan baik sesuai rencana.

 

 

 

Admin Mimika   15 Mei 2019   Dilihat : 3723



Artikel Terkait: