SEKRETARIAT JENDERAL
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA

Kilas Berita  
Perkembangan Ekspor dan Impor Indonesia Juni 2018

Jakarta - Badan Pusat Statistik telah merilis indikator strategis terkini terkait Perkembangan Ekspor dan Impor Indonesia Juni 2018, Perkembangan Upah Pekerja/Buruh Juni 2018, Profil Kemiskinan di Indonesia Maret 2018,dan Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Penduduk Indonesia Maret 2018. Hal tersebut disampaikan Kepala BPS Suhariyanto dalam siaran persnya di BPS, Senin (16/7)

Berikut disampaikan ringkasan hasil siaran pers tersebut:

 

I. PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR INDONESIA JUNI 2018

1⃣ Nilai ekspor Indonesia Juni 2018 mencapai US$13,00 miliar atau menurun 19,80 persen dibanding ekspor Mei 2018. Sementara dibanding Juni 2017 meningkat 11,47 persen.

2⃣ Ekspor nonmigas Juni 2018 mencapai US$11,28 miliar, turun 22,57 persen dibanding Mei 2018. Sementara dibanding ekspor nonmigas Juni 2017, naik 8,61 persen.

3⃣ Nilai impor Indonesia Juni 2018 mencapai US$11,26 miliar atau turun 36,27 persen dibanding Mei 2018, namun jika dibandingkan Juni 2017 meningkat 12,66 persen.

4⃣ Impor nonmigas Juni 2018 mencapai US$9,14 miliar atau turun 38,23 persen dibanding Mei 2018, namun jika dibanding Juni 2017 naik 8,95 persen.

Info selengkapnya dapat diunduh pada tautan berikut ini:
https://laci.bps.go.id/s/ZSnfeViWxEQ4Sjn


II. PERKEMBANGAN UPAH PEKERJA/BURUH JUNI 2018

1⃣ Upah nominal harian buruh tani nasional pada Juni 2018 naik sebesar 0,28 persen dibanding upah buruh tani Mei 2018, yaitu dari Rp52.052,00 menjadi Rp52.200,00 per hari. Upah riil mengalami penurunan sebesar 0,04 persen.

2⃣ Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Juni 2018 naik 0,12 persen dibanding upah Mei 2018, yaitu dari Rp85.880,00 menjadi Rp85.983,00 per hari. Upah riil mengalami kenaikan sebesar 0,02 persen. 

Info selengkapnya dapat diunduh pada tautan berikut ini :
https://laci.bps.go.id/s/GZBfSczPH9hg3YR


III. PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA MARET 2018

1⃣ Pada bulan Maret 2018, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Indonesia mencapai 25,95 juta orang (9,82 persen), berkurang sebesar 633,2 ribu orang dibandingkan dengan kondisi September 2017 yang sebesar 26,58 juta orang (10,12 persen).

2⃣ Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan). Sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan pada Maret 2018 tercatat sebesar 73,48 persen. Angka ini naik dibandingkan kondisi September 2017, yaitu sebesar 73,35 persen. Jenis komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan adalah beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, daging ayam ras, mie instan, dan gula pasir. Sedangkan komoditi nonmakanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan adalah perumahan, bensin, listrik, pendidikan, dan perlengkapan mandi.

Info selengkapnya dapat diunduh pada tautan berikut ini :
https://laci.bps.go.id/s/aAXZkfxoS4enUZw


IV. TINGKAT KETIMPANGAN PENGELUARAN PENDUDUK INDONESIA INDONESIA, MARET 2018

1⃣ Pada Maret 2018, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur oleh Gini Ratio adalah sebesar 0,389. Angka ini menurun sebesar 0,002 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio September 2017 yang sebesar 0,391. Sementara itu, jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2017 yang sebesar 0,393 turun sebesar 0,004 poin.

2⃣ Pada Maret 2018, distribusi pengeluaran pada kelompok 40 persen terbawah adalah sebesar 17,29 persen. Artinya pengeluaran penduduk berada pada kategori tingkat ketimpangan rendah.

Info selengkapnya dapat diunduh pada tautan berikut ini :
https://laci.bps.go.id/s/bHKwEKp25rPgnsy

 

 


Salam,
Humas Badan Pusat Statistik (BPS)

Website www.bps.go.id
Facebook BADAN PUSAT STATISTIK
Twitter @bps_statistics
Youtube BPS Statistics
Instagram @bps_statistics

 

sekretariat jenderal   16 Juli 2018   Dilihat : 635



Artikel Terkait:
Website Security Test