KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
REPUBLIK INDONESIA

Kilas Berita  

Konferensi Pers Terkait Hasil Keputusan Sidang Kapal FV STS-50

Pada tanggal 2 Agustus 2018, majelis hakim pada pengadilan negeri Sabang telah membacakan putusan untuk perkara kapal  FV STS-50, dengan terdakwa kapten kapal FV STS-50 Matveev Aleksandr. Majelis hakim memutus bahwa terdakwa bersalah, melakukan tindak pidana sebagaimana diatur pasal 97 UU Perikanan dan dijatuhi pidana denda Rp. 200.000.000 subsider 4 bulan kurungan. Selain itu kapal FV. STS-50 diputuskan dirampas untuk negara. Putusan ini adalah bukti kemenangan kita terhadap Illegal Fishing. Bukti nyata bahwa kerjasama internasional adalah senjata ampuh untuk memberantas illegal fishing. Penangkapan STS 50 ini adalah hasil kerjasama antara Satgas 115, KKP, TNI AL dengan Interpol dan NGOs internasional seperti I Fish dan Sea Sheppard.

 

Penanganan perkara ini jelas butuh keberanian yang tinggi, dimulai dari penangkapan oleh KAL Simelue II. Dengan keterbatasan yang ada, komandan KAL Simelue II beserta pasops LANAL Sabang menghentikan kapal FV STS 50 yang ukurannya jauh lebih besar dari KAL Simelue II itu sendiri. Apresiasi tinggi disampaikan kepada Majelis Hakim, atas pertimbangan hukum yang objektif dan dengan independensinya memutus perkara ini. Majelis hakim pengadilan Negeri Sabang telah 2 kali memberikan putusan yang revolusioner dibalik keterbatasan UU Perikanan, yaitu perampasan barang bukti kapal ( SS2 dan STS 50), meskipun pasal yang digunakan dalam penuntutan adalah pasal pelanggaran. Jum'at (3/8). Foto (Humas KKP)

 

Website Security Test