DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN TANGKAP

Kilas Berita  
3rd Bali Tuna Conference Dibuka Dirjen Perikanan Tangkap

Bali (31/5) - Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Zulficar Mochtar resmi membuka konferensi internasional 3rd Bali Tuna Conference 2018 di Padma Resort Legian Bali. Pembukaan tersebut ditandai dengan pemukulan gong. 

 

Dalam sesi pemukulan gong tersebut, Zulficar didampingi oleh Kepala Badan Riset dan SDM Kelautan Perikanan Sjarief Widjaja, Plt. Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan Yuliadi, Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Staf Ahli Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut Aryo Hanggono, Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Institut Pertanian Bogor (IPB) Luky Adrianto, Executive Director of Western and Central Pacific Fisheries Commission (WCPFC) Feleti Teo, Compliance Manager of The Indian Ocean Tuna Commission (IOTC) Gerrard Dominigue dan John Burton Chairman of The International Pole and Line Foundation (IPNLF).

 

Zulficar Mochtar dalam sambutannya mengatakan sebagai negara kepulauan terbesar, Indonesia dianugerahi lokasi yang strategis antara Samudera Hindia dan Pasifik. Seperti diketahui lokasi ini memiliki potensi perikanan tuna yang sangat berlimpah.  Kondisi inilah yang membuat Indonesia sebagai produsen tuna terbesar di dunia. 

 

"Sebagai negara produsen tuna terbesar di dunia, Indonesia menyumbang lebih dari 16 % dari hasil tangkapan tuna untuk produksi tuna global (FAO, 2014). Hasil tangkapan tuna telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap produksi perikanan nasional Indonesia. Secara keseluruhan, total produksi rata-rata mencapai lebih dari 1 juta ton per tahun." ujar Zulficar. 

 

Menyadari tanggung jawab yang melingkupi hasil tangkapan tuna, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap terus berkomitmen untuk menjaga perikanan tuna tetap berkelanjutan. Pertemuan internasional 3rd Bali Tuna Conference (BTC-3) ini menjadi salah satu langkah nyata pemerintah untuk mengelola perikanan tuna. Tema yang diangkat dalam konferensi BTC-3 yaitu “Indonesia's Tuna Sector and International Supply Chains are Benefiting From Heightened Levels of Government-Industry Synergies”.

 

Acara ini diikuti oleh lebih dari 250 peserta dari 15 negara yang berasal dari institusi pemerintah, industri penangkapan dan pengolahan tuna, asosiasi tuna, ilmuwan, akademisi, dan berbagai pihak yang terkait dengan perikanan tuna (retailer atau brand) ditingkat nasional mupun internasional.

 

 

 

Cahyo Priono   31 Mei 2018   Dilihat : 126



Artikel Terkait:
Website Security Test