BALAI KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN NASIONAL KUPANG
DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT

Kilas Berita  
Monitoring Sosial Ekonomi Masyarakat Pesisir di Desa Lifuleo Kab. Kupang
Seorang pembudidaya memikul hasil rumput laut dari Pantai Oecina, Desa Lifuleo, Rabu (11/07/2018)

 

KABUPATEN KUPANG – Tim BKKPN Kupang melakukan pengambilan data sosial ekonomi masyarakat pesisir di Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, Rabu (11/07/2018) siang melalui wawancara langsung menggunakan kuisioner.

 

Dari hasil wawancara diketahui aktivitas pemanfaatan kawasan berupa kegiatan budidaya rumput laut. Metode yang di gunakan yaitu long line dan rumput laut yang di budidayakan berupa jenis sakol. Bibit di dapatkan dengan membeli dengan harga Rp. 5.000/kg, sementara untuk tali ikat dibeli dengan harga Rp. 50.000/Kg.

 

Pembudidaya membutuhkan waktu sekitar 45 hari hingga mencapai masa panen. Selanjutnya dilakukan penjemuran selama 3-4 hari untuk menghasilkan rumput laut yang kering sempurna.

 

Hasil panen rumput laut biasanya dikumpulkan hingga mencapai jumlah yang cukup banyak sebelum dijual . Waktu penjualan hanya 1 atau 2 kali dalam 1 tahun (disesuaikan kebutuhan masing-masing rumah tangga) dengan berat kering berkisar 100-200 kg.  Dari penjualan kepada pengepul yang datang dari Rote atau Kupang pembudidaya mendapatkan Rp.20.000/Kg.

 

Menurut penuturan Ibrahim, di Desa Lifuleo terdapat sekitar 10 keluarga pembudidaya rumput laut dan saat ini adalah musim terbaik untuk mengikat rumput laut. “Adanya aktivitas wisata di Pantai Oecina tidak menggangu hasil produksi rumput laut, selain itu dengan adanya wisatawan bisa menaikan nama Desa Lifuleo,” ujarnya.

 

Saat dilakukan monitoring, tim melihat adanya pemanfaatn kawasan berupa aktivitas pariwisata di sekitar pantai sekaligus memberikan sosialisasi pengelolaan TNP Laut Sawu. Mayoritas Wisatawan yang datang ke Pantai Oecina berasal dari Kota Kupang, selain itu juga terdapat 45 anak-anak Sekolah Minggu Gereja Sion Desa Oelii yang datang untuk melaksanakan outbond.

Tim BKKPN Kupang memberikan brosur pengelolaan TNP Laut Sawu kepada pengunjung Pantai Oecina

 

“Pantai Oecina bagus dan cocok pelaksanakan outbond dan berwisata. Para siswa merasa senang berada disini,” ungkap Yakob Lomang, salah satu jemaat gereja.

 

Namun beberapa wisatawan menyayangkan masih adanya tebaran sampah di lokasi pantai walaupun secara umum tidak mengurangi niat mereka untuk menikmati keindahan pantai tersebut.

 

Penulis : Kastiyan Y. Pratama
Editor : Fauzi Fathan

Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional Kupang   11 Juli 2018   Dilihat : 496



Artikel Terkait:
Website Security Test