DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT

Kilas Berita  
BPSPL PADANG LAKUKAN SUPERVISI ENUMERATOR PENDATAAN HIU DAN PARI DI KABUPATEN BATUBARA 07.03.2018

 

Batubara (07 Maret 2018), BPSPL Padang lakukan supervisi terhadap enumerator terkait pendataan hiu dan pari di Kabupaten Batubara. Kegiatan ini memiliki beberapa tahapan lingkup kegiatan, diantaranya :

1. Perekrutan Enumerator

Enumerator pendataan hiu dan pari di Kabupaten Batubara dilakukan melalui surat permintaan tenaga enumerator ke Dinas Perikanan Kabupaten Batubara melalu surat BPSPL No. /BPSPL.PP.200.230/III/2018. Melalui surat tersebut, dinas perikanan Kabupaten Batubara menunjuk Kamaruddin (Biodata Terlampir) sebagai tenaga enumerator pendataan hiu dan pari di Kabupaten Batubara melalui Surat Perintah Tugas Kepala Dinas Perikanan Batubara Nomor.094/1459. (Surat Tugas terlampir).

Enumerator dilengkapi dengan peralatan survey pendataan yang diberikan oleh BPSPL Padang berupa :

  • Jas hujan sebanya 1 buah
  • Paket daya 50 ribu x 4 bulan
  • Meteran sebanyak 1 buah
  • Papan Mika sebanyak 1 buah
  • Buku sebanyak 1 buah
  • Spidol sebanyak 1 buah
  • Pulpen sebanyak 1 buah
  • Gambar identifikasi hiu laminating sebanyak 1 paket.

2. Koordinasi dan supervise metode pendataan hiu dan pari.

Kunjungan lapangan diawalidengan koordinasi dengan Dinas Perikanan Kabupaten Batubara yaitu Sekretaris Dinas (H. Ishak), Kabid Pemberdayaan Sumberdaya Keluatan Perikanan (Ade Ginting), dan Kepala UPTD Pagurawan (Bowo). Pada saat koordinasi Dinas Perikanan menyambut baik terkait pendataan hiu dan pari di Kabupaten Batubara dan kemudian dilakukan sosialisasi terkait jenis ikan yang dilindungi dan tidak dilindungi.

Supervisi dilaksanakan secara insitu di tempat pendaran ikan dan tangkahan di sekitar Kabupaten Batubara. Pada saat kunjungan tidak semua tempat pendaratan ikan memiliki hiu dan pari dikarenakan banyaknya kapal yang belum melakukan pendaratan ikan dan masih berada di laut. Salah satu tangkahan pribadi miliki Bapak Aseng di daerah Dodek Baru, ditemukan jenis hiu Chiloscyium punctatum atau dengan nama lokal hiu tupai dan nama umum hiu batu. Hiu tersebut berjumlah 3 ekor dengan Panjang total secara berturut-turut 80, 65, dan 64 cm dengan jenis kelamin betina.

Enumerator dilatih secara langsung metode pengukuran panjang total, panjang baku dan panjang standar, kelamin, dan panjang klasper yang dituangkan ke dalam tabel pendataan. Metode Identikasi juga disupervisi secara langsung kepada enumerator yaitu menggunakan buku identifikasi jenis hiu yang biasa didaratkan di Provinsi Sumatera Utara. Berikut merupakan dokumentasi supervisi secara insitu kepada enumerator di Kabupaten Batubara.

3. FGD dan Sosialiasi kepada masyarakat nelayan hiu dan Pari

FGD dan sosialisasi dilaksanakan kepada masyarakat nelayan di Kuala Sipareh yang dihadiri oleh Kepala UPTD Pagurawan, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kecamatan Medang Deras serta nelayan pemanfaat hiu dan pari. Masyarakat nelayan diberikan sosialisasi terkait jenis ikan yang dilindungi/tidak dilindungi khusunya hiu dan pari. Menurut informasi dari nelayan, hiu dan pari tidak termasuk kedalam tangkapan utama nelayan dan sebagai tangkapan tak sengaja (bycatch,BPSPL PADANG)

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut   21 Maret 2018   Dilihat : 325



Artikel Terkait:
Website Security Test