DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT

Kilas Berita  
Bukan Sirip Hiu, Sirip Inilah Yang Lebih Bernilai

Bukan Sirip Hiu, Sirip Inilah Yang Lebih Bernilai

Indonesia merupakan negara dengan potensi perikanan yang sangat besar. Salah satu yang masih menjadi daya tarik dari negeri ini adalah perdagangan sirip hiu. Ekspor sirip hiu paling besar dengan tujuan ke negara Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan. Permintaan sirip dari tahun ke tahun semakin meningkat tetapi semakin sulit dipenuhi oleh para eksportir dalam negeri, selain karena jumlah tangkapan hiu yang semakin menurun juga disebabkan adanya pelarangan beberapa jenis hiu untuk di keluarkan dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Salah satu yang menjadi primadona dalam perdagangan sirip justru adalah sirip pari lontar atau dikalangan para nelayan disebut hiu lontar dan siripnya disebut sirip putih. Hiu lontar pada hakikatnya adalah jenis pari tapi karena bentuk tubuhnya yang menyerupai hiu sehingga para nelayan menyebutnya hiu lontar. Di wilayah Papua khususnya di Kabupaten Merauke para nelayan dan pengusaha memang tidak dapat mengenali bahwa sebenarnya hiu lontar adalah jenis pari. Salah satu ciri yang dapat digunakan untuk membedakan antara pari dan hiu terletak pada lubang insangnya. Lubang insang pada hiu menghadap samping tubuhnya sedangkan pada pari menghadap ke bawah.

Sirip pari lontar masuk kedalam kategori super sehingga memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan dengan sirip hiu lainnya. Mahalnya sirip pari lontar disebabkan karena kulitnya yang tipis sehingga kandungan hisit (populer disebut laksa) yang terkandung di dalam siripnya lebih banyak. Sirip pari lontar yang sudah kering sangat mudah dikenali karena memiliki warna yang lebih cerah dibandingkan sirip hiu pada umumnya dan dalam setiap satu individu akan memiliki sirip sebanyak 3 buah yang terdiri dari dua sirip punggung dan satu sirip ekor.

Informasi dari salah satu pengusaha di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, harga sirip pari lontar tergantung pada ukuran sirip tersebut. Untuk ukuran 15 hingga 20 cm berharga sekitar Rp 350.000,- per kilogram dan akan bertambah sebesar Rp 250.000,- per kilogram setiap pertambahan panjang 5 cm. Sirip paling panjang yang pernah didapatkan dengan ukuran 40 cm dan memiliki harga sekitar Rp 1.400.000,- per kilogram.

Tampilan dari pari lontar memang sekilas mirip seperti hiu pada umumnya dengan memiliki 2 sirip punggung. Pari lontar (Rhynchobatus australiae) juga disebut Guitarfish dalam bahasa Inggris. Karakteristiknya dapat dikenali dengan sirip punggung pertama yang ada di atas perut dan adanya bintik-bintik putih di sisi tubuhnya. Warna tubuhnya bervariasi mulai dari abu-abu terang hingga gelap, terkadang hiu lontar dapat ditemukan mencari makan di perairan dangkal dekat pantai. Panjang tubuhnya dapat mencapai sekitar 3 meter namun rata-rata yang biasa ditemukan berkisar panjang 2 meter. [MJM] (LOKA PSPL SORONG)

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut   21 Maret 2018   Dilihat : 809



Artikel Terkait:
Website Security Test