DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT

Kilas Berita  
KKP Gerakkan Masyarakat “CINTA LAUT”

Visi Kementerian Kelautan dan Perikanan adalah “Mewujudkan sektor kelautan dan perikanan Indonesia yang mandiri, maju, kuat dan berbasis kepentingan nasional” yang diperkuat melalui Misi-nya yaitu dalam penciptaan Kedaulatan (Sovereignty), Kesejahteraan (Prosperity), dan Keberlanjutan (Sustainability). Salah satu kegiatan untuk mewujudakan misi tersebut adalah melalui Gerakan Cinta Laut (GITA LAUT) yang bertujuan untuk mengembangkan rasa memiliki dan kepedulian untuk menjaga kelestarian laut serta menumbuhkan kecintaan pada budaya bahari sebagai jati diri bangsa maritim dan bermaksud untuk merwujudkan rasa memiliki dan kepedulian generasi muda, masyarakat, wanita pesisir dan aparat untuk menjaga kelestarian laut serta menumbuhkan kecintaan pada budaya bahari sebagai jati diri bangsa maritim. Demikian disampaikan oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Brahmantya Satyamurti Poerwadi, Labuhan Bajo (29/9).

Dalam pelaksanaannya GITA LAUT dilakukan dalam beberapa kegiatan yaitu: Gerakan Bersih Pantai dan Laut, Jambore Pesisir, Sekolah Pantai, Workshop pengelolaan Sampah, Kampanye GITA LAUT dan lomba kreatifitas GITA LAUT, dimana pelaksanaan kegiatan tersebut akan dilaksanakan di sepuluh (10) lokasi yang tersebar dari sabang sampai merauke dengan melibatkan pemeritah pusat, pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, akademisi, pelajar, stakeholder terkait dan masyarakat umum.

Gerakan Bersih Pantai dan Laut

Brahmantya menjelaskan Isu pencemaran sampah di Labuan Bajo perlu menjadi perhatian kita bersama. Hal ini sangat berdampak terhadap pengembangan industri pariwisata di Labuan Bajo, dimana Pulau Komodo saat ini sebagai icon pariwisata dunia. Pencemaran yang terjadi sebagian besar disebabkan oleh perilaku manusia yang kurang peduli, dengan membuang sampah dan limbah tidak pada tempatnya, bahkan menganggap laut sebagai keranjang sampah sehingga menyebabkan beban pencemaran di laut kian hari kian bertambah parah. Beban pencemaran tersebut tanpa kita sadari telah menyebabkan potensi sumberdaya pesisir dan laut semakin menurun baik secara kuantitas maupun kualitasnya.

Aksi serentak bersih pantai dan laut ini merupakan rangkaian gerakan cinta laut yang dilaksanakan melalui rangkaian kegiatan sosialisasi, edukasi, pelatihan dan pendampingan. Kegiatan gerakan bersih pantai dan laut (GBPL) diharapkan dapat memberikan arti penting pelestarian pesisir dan lingkungan bagi masyarakat pesisir Labuan Bajo secara khusus serta masyarakat pesisir Indonesia pada umumnya.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat merubah kondisi Labuan Bajo yang lebih bersih dan indah serta meningkatnya kepedulian semua pemangku kepentingan dan masyarakat, khususnya pelajar, generasi muda dan masyarakat luas atas kelestarian sumberdaya pesisir dan laut. Gerakan bersih pantai dan laut yang dilaksanakan ini hanyalah salah satu dari sekian banyak upaya penyadaran masyarakat akan pentingnya kelestarian lingkungan. Peningkatan kesadaran masyarakat khususnya generasi muda dapat juga dicapai melalui peningkatan pemahaman dan pengetahuan akan pesisir dan laut, tambahnya.

Brahmantya mengingatkan pencemaran laut sebagian besar disebabkan oleh ulah manusia, maka diperlukan upaya bersama seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan ditingkat pusat dan daerah untuk melakukan pengendaliannya. Upaya bersama menyelamatkan potensi pesisir dan laut dari ancaman pencemaran terutama sampah plastik harus dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan. Perlu dilakukan kegiatan pasca GBPL atau kegiatan pendukung lainnya seperti pelatihan pemanfaatan sampah plastik agar menghasilkan produk yang bernilai ekonomis, dengan demikian tujuan gerakan cinta laut melalui gerakan bersih pantai dan laut ini dapat terpenuhi dan apa yang kita lakukan ini mampu memberi kontribusi yang nyata serta positif bagi upaya pelestarian lingkungan pesisir dan laut kita.

Kegiatan bersih pantai dan laut tersebut berlokasi di pelabuhan penyebrangan fery dan Tempat Pelelangan Ikan Labuhan Bajo dengan melibatkan sekitar 300 orang yang terdiri dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, TNI, Polri, Dinas Kelautan dan Perikanan, anak-anak sekolah, dan masyarakat umum.

Selain kegiatan bersih pantai dan laut juga dilaksanakan pelatihan pengelolaan sampah yang melibatkan peserta dari 20 sekolah SMP, SMA dan SMK dengan perwakilan masing-masinng 2 orang guru. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 27-28 September yang bertempat di Aula Sekda Kabupaten Manggarai Barat, sehingga kegiatan tersebut dapat menjadi bekal bagi para guru untuk memberikan pembelajaran kepada siswa disekolah untuk membangun kesadaran dalam mengelola sampah yang dimulai sejak dini. Selanjutnya sebagai komitmen bersama, para guru akan menginisiasi penyediaan bank sampah sekolah dan mengirimkan sampah yang terkumpul melalui pusat pengumpulan sampah Reduce, Reuse, Recycle (3R) di Wae Mata untuk diproses lebih lanju.

Kegiatan gerakan cinta laut ini merupakan rangkaian kegiatan dalam upaya memenuhi aksi sebagai komitmen indonesia di perhelatan Our Ocean Conference 2018 di Bali, Indonesia, yang mengusung tema ”Our Ocean, Our Legacy”.

Jakarta, 27 September 2017

Sekretaris Direktorat Jenderal

Pengelolaan Ruang Laut

ttd

Ir. Agus Dermawan,M.Si

Narasumber :

  1. Brahmantya Satyamurti Poerwadi

Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (0818 379 439)

  1. Balok Budiyanto

Direktur Pendayagunaan Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil

Informasi lebih lanjut :

Bagian Kerja Sama, Humas dan Pelayanan Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut

email : humas.prl@kkp.go.id

Telp/fax : (021) 3513300 ext : 6117

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut   16 November 2017   Dilihat : 232



Artikel Terkait:
Website Security Test