DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT

Kilas Berita  
KAPOLDA NTT PIMPIN PELEPASLIARAN 9 EKOR PENYU HIJAU (Chelonia mydas) DI KUPANG

Kamis (30/11/2017), bertempat di Pelabuhan Polair Polda NTT-Kupang, dilaksanakan pelepasliaran 9 (Sembilan) ekor Penyu Hijau (Chelonia mydas) sebagai barang bukti hasil penyidikan Direktorat Polair Polda NTT. Pelepasliaran ini dihadiri dan dipimpin oleh Kapolda NTT Irjen. Pol. Drs. Agung Sabar Santoso SH., MH, Direktur Polair Polda NTT dan jajaran kepolisian Perairan Polda NTT. Dalam acara pelepasliaran ini, turut hadir Kepala BBKSDA NTT, Kepala BKKPN Kupang, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, serta Kejaksaan Negeri Kupang. Keberhasilan Ditpolair Polda NTT dalam penegakan hukum terkait perlindungan satwa liar merupakan hasil kerja sama semua pihak yang peduli atas kelestarian sumber daya alam pesisir dan laut, dan sebagai upaya penegakan aturan terkait konservasi sesuai Undang-undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya dan Peraturan Pemerintah No. 7 tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa. Dimana 6 (jenis) penyu yang hidup dan berkembang biak di perairan Indonesia dilindungi dan tidak boleh ditangkap, dibunuh, dikonsumsi dan diperdagangkan.

Berawal dari informasi masyarakat pada hari Sabtu (18/11/2017), bahwa terdapat 9 ekor penyu hijau di sebuah rumah warga an. Ardianus Duling di Jalan Rante Damai Kelurahan TDM II Kec. Oebobo Kota Kupang, yang selanjutnya Tim Lidik Subdit Gakkum Ditpolair Polda NTT mendatangi TKP dan mengamankan 9 ekor penyu tersebut beserta saksi-saksi, dan selanjutnya 9 ekor penyu tersebut dititipkan di kolam pengusaha perikanan tepatnya di Pelabuhan Perikanan Tenau-Kupang. Penyu hijau ini ditangkap oleh seorang nelayan an. Melkianus Lomang, warga Dusun Batubao, Desa Tesabela, Kec. Kupang Barat, Kab. Kupang. Menurut Melkianus Lomang, penangkapan penyu ini dilakukan dengan sengaja dan sudah dilakukan berulang-ulang dengan menggunakan pukat/jaring khusus untuk menangkap penyu. Tim Lidik menetapkan Melkianus Lomang sebagai tersangka, karena telah terbukti melakukan pelanggaran hukum atas jenis hewan yang dilindungi oleh Undang-undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman akan dipidana dengan kurungan penjarapaling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000 (Seratus Juta Rupiah). Kedua tersangka juga dihadirkan dalam acara pelespasliaran ini.

IMG-20171130-WA0040

Dalam sambutannya, Kapolda NTT menyatakan bahwa penyu merupakan satwa liar yang dilindungi oleh undang-undang Republik Indonesia, dan perlu adanya upaya untuk melindungi dan melestarikannya supaya generasi yang akan datang dapat melihat dan mengetahui satwa ini. Perlindungan penyu ini hendaknya dikemas sebagai atraksi wisata di NTT, sehingga NTT dikenal dengan wisata bawah airnya dan menjadi andalan dalam mendukung pariwisata. Lebih lanjut Kapolda menyampaikan bahwa kehadirannya dalam acara pelepasliaran barang bukti penyu ini adalah agar dapat menimbulkan efek bagi masyarakat Kupang dan NTT umumnya untuk tidak lagi menangkap penyu di laut. Kepada tersangka, Kapolda menegaskan untuk melanjutkan proses hukum ini sampai ke pengadilan, karena ini sudah kedua kalinya tersangka tertangkap karena penyu. Proses hukum ini diharapkan dapat membuat efek jera bagi pelaku dan masyarakat NTT agar tidak melakukan hal yang sama.

IMG-20171130-WA0025

Penangkapan 9 ekor penyu ini dilakukan di kawasan konservasi perairan nasional TNP Laut Sawu, tepatnya di perairan Selat Semau Desa Tesabela Kab. Kupang. Kepala BKKPN Kupang Bpk. Ikram M. Sangadji mengatakan bahwa di TNP Laut Sawu terdapat 6 jenis penyu yang dilindungi, yang berfungsi sebagai katalisator biologis untuk perkembangan karang dan secara ekologis berfungsi sebagai penyeimbang ekosistem perairan. Menurunnya jumlah populasi penyu di perairan ini akan mempengaruhi tingkat kesuburan dan stabilitas ekosistem sehingga akan menurunkan populasi ikan di TNP Laut Sawu yang pada akhirnya merugikan masyarakat nelayan setempat karena jumlah hasil tangkapan ikan dan pendapatannya akan menurun. Upaya-upaya yang sudah dilakukan oleh BKKPN Kupang dalam perlindungan dan pelestarian satwa yang dilindungi khususnya penyu adalah dengan melakukan sosialisasi penyadaran ke masyarakat, nelayan dan siswa-siswa di sekolah pesisir, melakukan koordinasi untuk mendorong pemerintah daerah dan Stakholders terkait lainnya untuk berpartisipasi dalam upaya perlindungan penyu dan sumber daya ikan serta ekosistem perairan di TNP Laut Sawu. (eRHa007)

Penulis : Rahmad Hidayat

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut   03 Januari 2018   Dilihat : 380



Artikel Terkait:
Website Security Test