BALAI BESAR PENGUJIAN PENERAPAN HASIL PERIKANAN
DIREKTORAT JENDERAL PENGUATAN DAYA SAING PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN

Kilas Berita  
Dukung Pencegahan Stunting, BBP2HP Promosikan Produk Inovasi

Disusun Oleh : Dini Nurfianti, S.Pi

 

BBP2HP, Jakarta. Balai Besar Pengujian Penerapan Hasil Perikanan (BBP2HP) turut berpartisipasi pada pameran Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG). BBP2HP menampilkan produk inovasi berbasis ikan dan rumput sebagai menu alternatif dalam membantu pencegahan stunting.

Menurut Bappenas 2015 (dikutip dari wnpg.lipi.go.id), Indonesia termasuk satu di antara negara-negara yang belum mencapai beberapa target Millennium Development Goals (MDGs) dan harus diupayakan dalam Sustainable Development Goals (SDGs), masih ada 18 dari 67 indikator yang belum dapat dicapai pada akhir pelaksanaan MDGs, salah satu diantaranya adalah tujuan MDGs 1.2, yaitu proporsi penduduk dengan asupan kalori di bawah tingkat konsumsi minimum. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara ke lima terbesar dengan jumlah penderita dalam kondisi stunting yaitu sebanyak 8,9 juta (Rikesdas 2013).

 

UNICEF mendefinisikan stunting sebagai persentase anak-anak usia 0 sampai 59 bulan, dengan tinggi di bawah minus (stunting sedang dan berat) dan minus tiga (stunting kronis) diukur dari standar pertumbuhan anak keluaran WHO. Penderita stunting umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi, dan terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun. Penderita stunting juga memiliki perkembangan otak yang tidak maksimal, sehingga menyebabkan kemampuan mental dan belajar yang kurang, serta prestasi sekolah yang buruk. Stunting dan kondisi lain terkait kurang gizi, dianggap sebagai salah satu faktor risiko diabetes, hipertensi, obesitas dan kematian akibat infeksi.

 

Dalam rangka upaya pencegahan sekaligus untuk mengurangi prevalensi stunting sebagai salah satu target penting capaian SDGs, pemerintah bersinergi dalam berbagai program salah satunya melalui Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG). WNPG merupakan forum lintas pemangku kepentingan yang dapat berperan secara strategis dalam upaya mempertemukan dan mensinkronisasikan berbagai program dan kebijakan pangan dan gizi untuk percepatan penurunan angka stunting di Indonesia. WNPG diselenggarakan secara periodik setiap 4 (empat) atau 6 (enam) tahun sekali untuk membahas isu perkembangan iptek dan solusipermasalahan pangan dan gizi. WNPG tahun ini merupakan penyelenggaraan ke XI dan dilaksanakan pada 3-4 Juli 2018 di Hotel Bidakara, Jakarta dengan tema “Percepatan Penurunan Stunting melalui Revitalisasi Ketahanan Pangan dan Gizi dalam rangka Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan”. WNPG diselenggarakan atas kerjasama LIPI; Kementerian PPN/Bappenas; Kementerian Pertanian; Kementerian Kesehatan; Kementerian Kelautan dan Perikanan; Badan Pengawas Obat dan Makanan; Badan Standardisasi Nasional; Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi; dan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

 

Rangkaian kegiatan dalam WNPG antara lain sidang pleno dan paralel 5 bidang terkait Peningkatan Gizi Masyarakat, Peningkatan Aksesibilitas Pangan yang Beragam, Peningkatan Penjaminan Keamanan dan Mutu Pangan, Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, dan Koordinasi Pembangunan Pangan dan Gizi. Selain itu, WNPG diramaikan dengan adanya booth pameran dari pelaku usaha maupun instansi pemerintah.

 

BBP2HP sebagai Unit Pelaksana Teknis Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan turut berpartisipasi dalam kegiatan WNPG. Selain menjadi bagian dari sidang pleno dan paralel, BBP2HP juga mengisi booth KKP dalam rangka mempromosikan produk inovasi sebagai bahan atau menu alternatif pencegahan stunting. Produk inovasi yang ditampilkan yaitu beras rumput laut, yoghurt rumput laut, biskuit ikan, cookies ikan, sereal hidrolisat protein ikan, dan tortilla rumput laut. Selain produk, BBP2HP juga menampilkan miniatur alat pencetak beras rumput laut dan membagikan media informasi seperti leaflet dan buku serta icip-icip gratis kepada pengunjung. Booth BBP2HP diberikan kesempatan untuk dikunjungi oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Bapak Jusuf Kalla dan menanyakan terkait beras rumput laut.

 

Melalui WNPG diharapkan produk inovasi BBP2HP dapat tersebar kepada masyarakat, menarik minat para pelaku usaha sehingga dapat diproduksi secara massal dan menjadi salah satu menu alternatif bagi pencegahan stunting.

Admin   04 Juli 2018   Dilihat : 413



Artikel Terkait:
Website Security Test