DIREKTORAT JENDERAL PENGUATAN DAYA SAING PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN

Kilas Berita  
Workshop on ASEAN Tuna Ecolabelling Consultative

Manado (28/6). Selama 2 hari 25 – 26 Juni 2018 di Manado Provinsi Sulawesi Utara, Ditjen PDSPKP bersama Ocean USAID Oceans and Fisheries Partnership mengadakan Workshop on ASEAN Tuna Ecolabelling (ATEL) yang berbarengan dengan Workshop on The Oceans and Fisheries Partnership’s CDT Learning Exchange. Acara dibuka Direktur Jenderal PDSPKP, Rifky Effendi Hardijanto dan dihadiri perwakilan pemerintah negara anggota ASEAN yakni Indonesia, Kamboja, Thailand, Vietnam, Singapura, Philipina, Laos, perwakilan pelaku usaha pertunaan ASEAN dari Indonesia, Malaysia, Filipina dan Vietnam, dan  SEAFDEC serta NGO perikanan. Turut hadir juga Mr. Craig Kirkpatrick, Regional Wildlife Conservation Advisor, USAID Regional Development Mission for Asia.

 

ATEL telah dibahas di tingkat teknis negara-negara ASEAN dan dalam pertemuan pejabat tinggi ASEAN dimintakan kepada Indonesia agar melakukan workshop konsultatif yang  sebelum ATEL diusulkan untuk di-endorse pada tingkat menteri ASEAN. Sehingga workshop ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut hasil pertemuan Preparatory Senior Officials Meeting of the Thirty-Ninth Meeting of the ASEAN Ministers on Agriculture 2017 and Forestry dan the Twenty-Third Joint Committee on ASEAN Cooperation in Agriculture and Forest Products Promotion Scheme 2016. Tujuan workshop, untuk memperkuat sustainability dan traceabilty, khususnya untuk menerima masukan dari pembentukan ATEL dari stakeholder yang terkait sehingga unsur-unsur ATEL terinformasi oleh para stakeholder.

 

Peserta workshop menyepakati pentingnya implementasi ATEL di kawasan ASEAN untuk mendukung pengelolaan perikanan tuna secara lestari. Untuk itu peserta Workshop mendukung ATEL untuk di-endorse oleh para menteri yang membidangi bidang pertanian, perikanan, dan kelautan dalam forum ASEAN Ministerial Meeting on Agriculture and Forestry tahun 2018.

 

Yang perlu dipertimbangkan lebih lanjut setelah ATEL mendapat persetujuan oleh AMAF antara lain : (1) Menjamin ATEL untuk dapat menciptakan regional branding dan memberi manfaat ASEAN sebagai negara penghasil tuna; (2) Menyusun Kerangka Acuan Kerja untuk kelembagaan ATEL di bawah mekanisme ASEAN; (3) Menyusun rencana kerja dan kerjasama dengan partner dan donor untuk menjamin ATEL dapat diterima oleh pasar lokal, regional dan internasional; (4) Menjamin penerapan ATEL bersinergi dengan sistem ketertelusuran dan harmonisasi dengan standar, guideline dan kerjasama yang ada di kawasan ASEAN; dan (5) Menyusun peta jalan untuk menjamin penerapan ATEL dapat dilaksanakan secara efektif dan dapat diadaptasi oleh negara anggota ASEAN dalam jangka panjang.

Admin3   28 Juni 2018   Dilihat : 519



Artikel Terkait:
Website Security Test