DIREKTORAT JENDERAL PENGUATAN DAYA SAING PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN

Kilas Berita  
Optimisme Patin Indonesia Kuasai Pasar Lokal dan Dunia Menguak pada Forum Bisnis Perikanan

Jakarta (11/04) – Marine and Fisheries Business and Investment Forum (MFBIF) event rutin Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Ditjen PDSPKP) kembali diadakan tanggal 11 April 2018 di Ballroom KKP. Mengusung tema Strategi Industri Patin Merebut Pasar Domestik dan Internasional, forum ini mempertemukan seluruh stakeholder industri patin untuk saling bertukar informasi tentang peluang serta kebutuhan masing-masing pelaku usaha supaya terwujud kesepakatan-kesepakatan bisnis baru antara pelaku usaha dari hulu hingga hilir, serta terjalin jejaring bisnis antar stakeholder.

Kenapa patin terpilih dalam forum bisnis kali ini? Karena saat ini ikan patin telah memiliki kemapanan dari segi benih, pembesaran, pakan, dan pengolahannya serta luasnya wilayah produksi budidaya di sentra-sentra budidaya yang meliputi Jambi, Palembang, Riau, Lampung, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Dari sisi produksi ikan patin mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2016, dari 339.069 ton produksi 2015 menjadi 437.111 ton produksi tahun 2016. Selain itu peluang patin untuk konsumsi lokal  sangat terbuka luas dengan adanya proteksi impor patin oleh KKP. Tingginya syarat keamanan pangan yang akan ditetapkan KKP melalui Standar Nasional Indonesia (SNI) menjadi peluang bagi patin lokal untuk menguasai pasar domestik.

Acara MFBIF resmi dibuka Dirjen PDSPKP, Nilanto Perbowo yang dihadiri sekitar 250 orang peserta dari kalangan pelaku usaha patin (budidaya dan pengolahan), asosiasi, pelaku jasa keuangan, ritel modern, BUMN, akademisi dan K/L terkait. “Patin asli Indonesia harus bisa memberikan kontribusi yang lebih baik lagi ke depan terutama untuk pertumbuhan ekonomi serta masyarakat. Serta lebih penting lagi agar kita semua membuat terobosan agar produksi patin lokal Indonesia yang sudah dimulai diekspor ke luar negeri akan lebih bagus lagi produksinya,” ujar Nilanto saat membuka acara.

Selanjutnya Nilanto bersama Esam Alqararah, UNIDO Indonesian Representative meluncurkan Mobile App Smart Fish yang ditandai dengan pemukulan gong. Aplikasi ini merupakan  hasil kerjasama KKP dan UNIDO untuk membantu pembudidaya patin dan rumput laut meningkatkan produksi dan mutu, sehingga hasil panen lebih menguntungkan.

 

Foto: Peluncuran  Mobile App Smart Fish yang ditandai dengan pemukulan gong

Dalam kesempatan ini, juga dilakukan penyerahan secara simbolis kredit Dagulir Hulu Hilir Agro Maritim Sektor Perikanan dari Pemprov Jatim bekerja sama dengan Bank Jatim kepada 22 debitur dari 14 kelompok pembudidaya ikan patin di Tulungagung sebesar Rp 7.080.000.000.  Kemudian penandatanganan kerjasama antara PT. Centra Pertiwi Bahari dengan pembudidaya Lampung Selatan, Jombang, PT. Vessel Fresh Fish Indomakmur, dan PT. Vanda Indomakmur Prima. Disusul penandatanganan kerjasama antara PT. Dimas Reiza Perwira dengan pembudidaya Kalimantan Selatan, Tulungagung dan PT. Cahaya Murni Lestari. Serta antara PT. Dua Putra Perkasa dengan Fish n Co.

Masuk acara inti, paparan dan diskusi terbuka peluang dan rencana bisnis dari layanan katering Jamaah Haji – Kemenag, Ritel Modern – Superindo, Usaha Pengolahan Ikan – PT. Central Pertiwi Bahari, PT. Adib Global Food Supplies, PT. Dua Putra Perkasa, Usaha Budidaya Patin – Kelompok Pembudidaya Patin Tulungagung, APCI Lampung Selatan, Teknologi dan Diversifikasi Pengolahan Hasil Samping Patin – IPB, dan Dukungan Pembiayaan Usaha Budidaya Patin – Bank Jatim.   

Menu ikan patin  asli Indonesia tak lama lagi akan dinikmati jamaah haji Indonesia. Menurut penuturan Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri - Kemenag, potensi makan ikan pada jamaah haji Indonesia sangat tinggi. Apabila dihitung dalam penetapan menu ikan dalam makanan jamaah haji Indonesia, selama seminggu di Mekah ditetapkan 4 kali menu ikan, selama di Madinah 5 kali, sedangkan selama di Armina juga kurang lebih 5 kali menu ikan. Mulai tahun ini, akan dipersyaratkan supaya penyedia jasa katering jamaah haji Indonesia diutamakan bagi penyedia yang membeli bahan baku makanan berasal dari Indonesia. Harapannya, agar segera ikan patin masuk ke pasar Arab Saudi supaya penyedia katering membeli patin asal Indonesia.

 

Foto: Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama, Sri Ilham Lubis

Lain halnya dengan Superindo sebagai ritel modern, sudah sangat mendukung program Gemarikan dengan membuat Gerakan Ayo Makan Ikan kepada 21.000 anak Indonesia berupa pemberian makan ikan. Data penjualannya menunjukkan 60 persen ikan air tawar laku keras di outletnya, dimana masih didominasi penjualan ikan gurame hidup. Untuk penjulan ikan patin, konsumen lebih menyukai fresh dibanding fillet. Terhitung sejak tahun 2015 hingga 2017, penjualan patin fresh tumbuh positif. Superindo menawarkan kepada pengusaha patin untuk menjadi Supplier Superindo dengan syarat memiliki ketersediaan suplai yang berkelanjutan, produk berkualitas, harga kompetitif, memiliki Sertifikat Cara Budidaya Ikan Yang Baik (CBIB) dan punya kemampuan distribusi ikan yang baik.  

Kontinyuitas kecukupan bahan baku ikan patin bagi PT. Central Pertiwi Bahari, salah satunya akan terpenuhi dari hasil penandatanganan kerjasama tadi sebanyak 480 ton. Perusahaan yang telah memiliki UPI di Lampung, Karawang dan Tangerang mengakui masih mengalami kendala pengambilan ikan dari Riau untuk dibawa ke Lampung atau Tangerang. Sehingga menawarkan kerjasama bagi Riau apabila memiliki fasilitas UPI yang memenuhi kualifikasi untuk lakukan proses pengolahan patin. Merk yang diangkat perusahaan ini adalah Fiesta Seafood dan Champ Seafood dengan 35 varian produk telah banyak ditemui di pasaran. Samiono pemilik usaha ini mengakui sejak adanya gerakan pengetatan impor patin, menuai keuntungan baginya. Tahun 2016 sempat menyimpan stok patin 650 ton per bulan di gudang, sejak pengetatan tersebut stok patinnya habis dalam waktu 4 bulan.

Banyaknya pemintaan patin saat ini, diakui para pembudidaya patin khususnya di Tulungagung. Kebutuhan patin yang sangat banyak ini, dipersiapkan dengan mengajak beberapa pembudidaya meningkatkan produksi untuk kebutuhan fillet dan pasar lokal. Melalui penambahan luasan area kolam, menambah padat tebar, menjalin kerjasama dengan suplier untuk memperoleh kepastian harga, menjalin kerjasama dengan suplier pakan untuk memperingan modal, hingga memperoleh kredit permodalan dengan bunga ringan dan proses mudah dari pemerintah.

Forum bisnis ditutup dengan business matching antar pelaku usaha dan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Ditjen PDSPKP dan PT. Lion Superindo untuk mempermudah dalam pendistribusian produk perikanan dan program Gerakan Makan Ikan.

 

djpds1   11 April 2018   Dilihat : 395



Artikel Terkait:
Website Security Test