DIREKTORAT JENDERAL PENGUATAN DAYA SAING PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN

Kilas Berita  
FORIKAN Pusat Adakan Pertemuan Bahas Program Kerja Tahun 2018

Jakarta (28/2). Direktorat Jenderal PDSPKP pada hari Rabu, 28 Februari 2018 menyelenggarakan Rapat Koordinasi Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Rakor FORIKAN) bertempat di Ruang Nila Layur, GMB IV Lantai 15. Rakor FORIKAN ini bertujuan untuk mensinergikan kegiatan antara KKP, Forikan Pusat dan Daerah serta seluruh mitra baik dari Kementerian atau Lembaga terkait untuk mendukung program peningkatan konsumsi ikan melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) agar konsumsi ikan lebih meningkat pada tahun 2018 dan mencapai target 50,65 kg/kapita.


Pengurus FORIKAN pusat masa bakti 2016-2018 hadir dalam Rakor Forikan. Peserta lain rakor antara lain anggota Forikan yg berasal dari kementerian/lembaga terkait, lembaga/organisasi sosial, seperti dari Kemenkumham, Kemenkes, Kemenperin, Kemendag, Kemenag, Yayasan Jantung Indonesia, PERWARI, PP Muslimat NU, PP Salimah, KOWANI, Ahli Jantung, Praktisi Komunikasi Sosial, Dosen Perikanan, Ahli Hukum Islam, Ahli Pemasaran Perikanan, serta dari lingkup KKP yang terdiri dari unit Eselon I lingkup KKP dan dari Unit Eselon 2 lingkup Ditjen PDSPKP. Hadir juga 3 orang narasumber untuk mempertajam Rakor Forikan, yakni (1) Dr. Djoko Maryono, SpPD, SpJP, FIHA, FACC., Ketua FORIKAN Indonesia, menyampaikan materi Program Kerja FORIKAN 2018 dalam Peningkatan Konsumsi Ikan Masyarakat; (2) Dr. Galopong Sianturi, Direktorat Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan, menyampaikan materi Sinergitas dan Implementasi Kegiatan Peningkatan Konsumsi Ikan Masyarakat pada Kementerian Kesehatan; (3) Agung Tri Wahyunto, MPd, Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar, menyampaikan materi Dukungan dan Implementasi Kegiatan Peningkatan Konsumsi Ikan Masyarakat di Sekolah Dasar. Rakor kali ini sebagai tindak lanjut dari rapat koordinasi awal yang telah dilakukan sebelumnya yang membahas fokus program FORIKAN tahun ini yaitu Fish For School, Fish For Baby, Fish For Milenial Generation dan Harkannas 2018 yang sejalan dengan 1000 HPK dan penanganan stunting serta diarahkan ikan sebagai solusi dalam upaya memutus rantai kemiskinan. 

 

Mengapa ikan? Karena Indonesia dianugerahi potensi kekayaan sumber daya ikan yang beraneka ragam dan melimpah dimana potensi sumber daya ikan nasional mencapai 65 juta ton/tahun, dapat dimanfaatkan sebagai penggerak ekonomi nasional, penyedia lapangan kerja, penghasil devisa serta berkontribusi pada ketahanan pangan dan gizi nasional. Protein ikan memberi kontribusi terbesar dalam kelompok sumber protein hewani, sekitar 51,7%. Kandungan lemak, vitamin, dan mineral pada ikan sangat baik dan prospektif. Selain dari kelengkapan komposisi asam amino dan kemudahannya untuk dicerna tubuh, Ikan juga dapat diterima semua agama, mudah dicerna dan diserap tubuh serta dapat diproses lebih lanjut menjadi berbagai macam produk olahan. Ikan juga berperan penting dalam Gerakan Peningkatan Gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (Gerakan 1.000 HPK), dimana dapat mengurangi permasalahan balita stunting dan kurang gizi. Dampak dari kurang gizi dapat menyebabkan “Otak Kosong” bersifat permanen tak terpulihkan yang bermutu sumber daya manusia yang rendah sehingga dapat menjadi beban suatu negara. Lain halnya dengan anak atau balita dan anak-anak yang mendapatkan gizi baik dan cukup, maka akan tumbuh menjadi anak yang cerdas dan produktif yang bermutu sumberdaya manusia yang tinggi yang pada akhirnya akan menjadi aset pemutus rantai kemiskinan. Investasi pada gizi dapat membantu memutus lingkaran kemiskinan dan meningkatkan PDB negara 2% hingga 3% per tahun (The Copenhagen Consensus, 2012).


FORIKAN mendukung 3 pilar misi KKP yaitu Kedaulatan, Keberlanjutan dan Kesejahteraan, dan juga sesuai dengan amanat perundangan dan kebijakan diantaranya pada Instruksi Presiden kepada MKP untuk melaksanakan peningkatan konsumsi ikan nasional dan Penyusunan Perpres tentang Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Adapun dukungan dari Kementerian Kesehatan dalam meningkatkan konsumsi ikan diantaranya melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS); Gerakan Makan Sayur, Buah dan Ikan; Promosi peningkatan gizi bersumber protein ikan; dan Gerakan peningkatan gizi pada 1000HPK.


Sementara itu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam meningkatkan konsumsi ikan yaitu diantaranya melalui Dukungan program gizi anak sekolah (PROGAS) berupa pemberian asupan gizi/sarapan bagi anak sekolah dasar; Menu PROGAS mencakup ikan; Mengembangkan budidaya ikan melalui pembuatan kolam ikan sekolah; dan Mempromosikan konsumsi ikan sejak 2016 di 20 Provinsi dan 64 Kabupaten (wilayah stunting). 

Harapannya, dengan dibentuknya FORIKAN akan semakin berpengaruh terhadap perubahan pola konsumsi masyarakat yang mengarah pada makanan dan minuman yang bergizi, rendah kolesterol, tinggi protein, asam amino lengkap, dan menciptakan pergeseran preferensi dari red meat kepada white meat seperti ikan sehingga dapat mengurangi berbagai resiko penyakit.

Nur Achbariah   28 Februari 2018   Dilihat : 408



Artikel Terkait:
Website Security Test