BADAN RISET DAN SUMBER DAYA MANUSIA KELAUTAN DAN PERIKANAN

Kilas Berita  
Terapi Hormon Untuk Rumput Laut

Rumput laut penghasil agar menjadi satu komoditas perikanan penting yang terancam kualitasnya. Oleh karena itu perbaikan bioteknologi benih rumput laut ini dilakukan secara terus-menerus. Terapi hormon Gibberellin dapat menjadi salah satu alternatif perbaikan.

Kemajuan teknologi telah membawa angin segar di berbagai aspek kehidupan, tidak terkecuali yang terjadi pada budidaya rumput laut penghasil agar yang punya nama ilmiah Gracilaria verrucosa ini. Ancaman menghantui rumput laut ini karena penggunaan benih yang terus berulang telah menyebabkan penurunan kualitas agar. Seperti telah diketahui  selain dalam industri makanan, agar juga digunakan dalam industri farmasi dan kosmetik. Permintaan pasar yang tinggi terhadap agar memacu perbaikan bioteknologi budidaya rumput laut Gracilaria verrucosa terus menerus.  Salah satu upaya perbaikan performa benih adalah melalui suatu metode yang biasa disebut teknik kultur jaringan.

Teknik kultur jaringan rumput laut saat ini masih dilakukan dalam skala kecil dan hanya laboratorium tertentu saja yang mampu mengerjakan. Mengingat prosesnya yang membutuhkan alat-alat, bahan kimia dan penanganan yang khusus. Salah satu  pendekatan metode ini dengan menggunakan terapi hormon tumbuhan. Dalam percobaan, penggunaan beberapa jenis hormon berkonsentrasi 1 mg/L dan pupuk komersial ke dalam medium kultur ternyata kurang berpengaruh terhadap pertumbuhan benih. Walaupun demikian, penambahan hormon yang biasa disebut Gibberelin dapat menjadi suatu acuan awal yang baik dibanding jenis hormon lainnya.

Terapi dengan 1 mg/L Gibberellin selama 8 minggu dapat memperbaiki pertumbuhan benih. Pada konsentrasi ini kelangsungan hidup mampu mencapai hampir 80% dan  jumlah tunas yang tumbuh lebih banyak. Namun untuk pemanjangan tunas lebih terpacu pada konsentrasi 0,5 mg/L. Tampaknya dibutuhkan konsentrasi tertentu yang berbeda untuk memacu proses antara penambahan sel dan pemanjangan sel pada tunas.

Mengapa Gibberelin mampu memperbaiki pertumbuhan bibit kultur?  Ternyata Gibberellin mampu merangsang pembelahan dan pemanjangan sel. Ada beberapa kemungkinan cara Gibberellin dalam mendorong terjadinya pembelahan sel. Diantaranya adalah memacu pertumbuhan sel karena meningkatkan terpecahnya molekul kompleks seperti pati, fruktan dan sukrosa menjadi molekul sederhana glukosa dan fruktosa. Seperti diketahui bahwa sel hanya mampu menyerap zat dalam bentuk molekul sederhana. Tak hanya itu, Gibberellin ditengarai mampu meningkatkan plastisitas dinding sel sehingga mendorong pemanjangan sel.

Gibberellin yang digunakan saat ini adalah sintetis dan harganya mahal. Inilah tantangan bagi peneliti untuk mencari kemungkinan alternatif bahan organik pengganti Gibberelin yang mudah didapat dan murah sehingga masyarakat nelayan akan lebih mudah mengaplikasikan metode kultur jaringan yang lebih sederhana. Bukankah ada ungkapan it's not researh for research, but research for the quality of life improvement. Penelitian tinggallah penelitian jika tidak mampu meningkatkan kualitas hidup manusia.

(Penulis: SitiFadilah - Loka Riset Budidaya Rumput Laut)

Edwin Lutfi   29 Juni 2018   Dilihat : 428



Artikel Terkait:
Website Security Test