BADAN KARANTINA IKAN, PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN

Kilas Berita  
Juni 2018, Ekspor Cakalang ke Jepang Meningkat Tajam

Kupang - Ekspor ikan jenis cakalang asal Nusa Tenggara Timur (NTT) ke Jepang menunjukkan peningkatan yang menggembirakan. Juni 2018 lalu, ekspor ikan ini mencapai 22,7 ton lebih atau meningkat 89 persen dari bulan sebelumnya, Mei 2018 yang sebesar 12 ton.

 

Kepala Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Kupang Jimmy Elwaren mengatakan, ekspor ini didominasi oleh jenis cakalang asap. Menurutnya, nilai ekspor ikan cakalang asap pada Juni itu mencapai sekitar Rp1,48 miliar dengan frekuensi pengiriman dilakukan satu kali melalui pelabuhan ekspor di Surabaya, Jawa Timur.

 

Adapun negara pengekspor cakalang asal NTT terbesar hingga saat ini adalah Jepang. "Hampir setiap bulan permintaan ikan cakalang selalu ada dari Jepang. Meskipun jumlah yang diminta bervariasi tapi (jumlah permintaan) rata-rata lebih banyak dari negara tujuan ekspor lainnya,” ungkap Jimmy di Kupang, Senin (9/7).

 

SKIPM Kupang mencatat, jumlah ikan cakalang yang diekspor ke negeri Sakura sepanjang tahun 2017 lalu mencapai hingga 157 ton lebih. Jepang merupakan salah satu negara pembeli cakalang dari NTT di samping Malaysia, Tiongkok, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Australia, dan Timor Leste.

 

Ikan cakalang diakui sebagai salah satu produk perikanan ekspor unggulan NTT dari lima top komoditas yang diekspor setiap bulan.

 

"Ikan cakalang memang masih menjadi primadona ekspor dari NTT dengan tujuan paling banyak ke Jepang. Selain itu ada juga ikan tuna, anggoli, ikan kering dan lainnya yang diekspor ke berbagai negara tujuan," lanjutnya.

Menurut Jimmy, pada Juni 2018, Jepang masih merupakan satu-satunya negara pembeli (buyer) komoditi cakalang NTT yang memiliki laut seluas 200.000 kilometer persegi.

BKIPM   10 Juli 2018   Dilihat : 489



Artikel Terkait:
Website Security Test