BADAN KARANTINA IKAN, PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN

Kilas Berita  
Ekspor Tuna Sumbar Tembus Pasar Jepang dan Amerika Serikat

Padang – Tuna memang sudah menjadi salah satu komoditas perikanan andalan Indonesia. Pasalnya, ikan satu ini tak hanya disukai untuk konsumsi masyarakat dalam negeri tetapi juga diminati masyarakat mancanegara. Oleh karena itu, Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Padang memanfaatkan peluang ini untuk mendorong peningkatan ekspor tuna Sumatera Barat (Sumbar) ke Jepang dan Amerika Serikat dengan memastikan mutu dan keamanan.

Kepala SKIPM Padang R. Rudi Barmara mengatakan, selama ini ekspor tuna dari Sumbar dilakukan oleh PT Dempo Andalan Samudera. Setiap bulannya perusahaan tersebut mengekspor sekitar 2.000  kg tuna segar ke Jepang dan sekitar 1.500 kg tuna beku ke Amerika Serikat.

"Setiap negara memiliki kualitas tersendiri dan di sini kami berusaha mengawasi mutu ikan yang diekspor tersebut," ungkap Rudi di Padang, Minggu (15/4).

Sebagai contoh, memenuhi permintaan Jepang akan tuna segar dan bersih, maka sebelum dikirim isi perut ikan dibersihkan dulu dan dipastikan sampai dalam keadaan masih segar. Sementara untuk memenuhi permintaan Amerika Serikat akan ikan beku, ikan dipotong-potong dalam ukuran yang berbeda sebelum dibekukan.

“Permintaan keduanya berbeda dan perusahaan harus memenuhi dengan standar yang telah ditetapkan," imbuh Rudi.

Rudi menambahkan, untuk dapat melakukan ekspor ke luar negeri, setiap unit pengelola ikan yang melakukan ekspor harus memiliki dokumen Hazard Analytical Critical Control Point. Selain itu, perusahaan juga harus mengantongi dokumen kesehatan ikan dan produk perikanan yang akan dikirim sesuai dengan syarat yang diminta negara tujuan ekspor.

Rudi mengatakan, SKIPM Padang selalu melakukan pengawasan terhadap komoditas ikan yang akan diekspor perusahaan secara berkala untuk memastikan keamanan dan mutunya.

Meskipun sudah mampu menembus pasar Jepang dan Amerika Serikat, Rudi mengakui pengiriman tuna Sumbar ke pasar Eropa masih terkendala. Hal ini karena negara-negara Eropa menetapkan standar level A bagi perusahaan mancanegara yang ingin mengekspor produk perikanan ke negara tersebut.

“Unit pengelolaan ikan di Sumbar ini belum ada yang sampai ke level (A) tersebut," pungkasnya.

BKIPM   16 April 2018   Dilihat : 47



Artikel Terkait:
Website Security Test