KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
REPUBLIK INDONESIA

Kilas Berita  
Perkuat Hubungan Kedua Negara, Menteri Susi Bertemu Menteri Kelautan Norwegia

OSLO (7/6) – Usai lawatan kerja ke Tokyo, Jepang dan Roma, Italia, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melanjutkan perjalanan ke Oslo, Norwegia. Rabu (6/6), sesaat setelah mendarat di Norwegia, Menteri Susi bertemu dengan Menteri Perikanan Norwegia Per Sandberg. Pertemuan tersebut merupakan yang ketiga kalinya, setelah pertemuan pertama di The 3rd International Symposium on Fisheries Crime di UNODC, Wina tahun 2017 dan yang kedua pada saat kunjungan Menteri Perikanan Per Sandberg ke Jakarta awal 2018 lalu.

 

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Susi didampingi Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Norwegia Todung Mulya Lubis; Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Nilanto Perbowo; Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia KKP Sjarief Widjaja; dan Koordinator Staf Khusus Satgas 115 Mas Achmad Santosa.

 

Pertemuan tersebut dilakukan untuk memperkuat hubungan kedua negara, di antaranya melalui kerja sama bilateral Indonesia-Norwegia, Indonesia-EFTA Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE CEPA), penyelenggaraan Our Ocean Conference (OOC), dan potensi kerja sama lain di bidang kelautan dan perikanan, termasuk kerja sama pemberantasan kejahatan perikanan.

 

Terkait penyelenggaraan OOC 2018 di Bali pada 29 – 30 Oktober 2018 mendatang, Menteri Susi menyampaikan langsung undangan kepada Menteri Sandberg yang menyambut baik dan menyatakan kesediaannya hadir dalam kegiatan bertema besar "Our Ocean, Our Legacy" tersebut.

 

OOC 2018 akan mengundang sekitar 20 kepala negara dan 200 menteri teknis dan menteri luar negeri dari 149 negara. Menteri Susi menilai, dalam kegiatan tersebut perlu dibahas mengenai tata kelola laut (ocean governance) di laut lepas, terutama dalam mengatur alih muat di tengah laut (transshipment at sea), dan pengakuan hak laut (ocean rights).

 

“Alih muat di tengah laut (transshipment at sea) yang minim pengawasan telah banyak dijadikan sarana kejahatan perikanan, perdagangan orang, dan penyelundupan barang-barang ilegal termasuk satwa terlarang dan narkoba,” ungkap Menteri Susi.

 

Guna menanggulangi hal tersebut, Menteri Susi menginginkan diselenggarakan high level side event yang membahas pendefinisian tata kelola laut di laut lepas pada OOC 2018. Ia meminta agar Menteri Sandberg menjadi pembicara dalam high level side event tersebut sesuai dengan pengalamannya dalam Regional Fisheries Management Organization (RFMO) di Norwegia.

 

“Saya berharap Mr. Sandberg dapat mengajak dunia internasional agar mengakui illegal fishing sebagai kejahatan perikanan transnasional yang terorganisir (transnational organized fisheries crime) pada OOC 2018,” harapnya.

 

Dalam pertemuan ini, Menteri Sandberg juga menyampaikan harapannya agar Indonesia dan Norwegia dapat menandatangani Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) ketika kunjungannya ke Bali bulan Oktober mendatang. Salah satu yang dirundingkan adalah tarif impor salmon ke Indonesia dan penjajakan Food Safety Agreement untuk memastikan keamanan dan mutu ikan salmon yang diimpor dari Norwegia ke Indonesia.

 

Tak lupa, dalam pertemuan tersebut Menteri Sandberg juga mengundang Menteri Susi untuk berpartisipasi dalam The 4th International Symposium in Fisheries Crime yang akan diselenggarakan tanggal 15-16 Oktober 2018 di Copenhagen, Denmark.

 

“Kami mengundang Ibu Susi dan Indonesia untuk terlibat dalam The 4th International Symposium in Fisheries Crime. Kami harap, Norwegia dan Indonesia dapat bersama menjadi co-host simposium internasional di samping Nordic Council of Ministers,” pungkasnya.

 

Lilly Aprilya Pregiwati
Plt. Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri

admin KKP   07 Juni 2018   Dilihat : 116



Artikel Terkait:
Website Security Test