Indonesia – Timor Leste Perkuat Sinergi Perangi Illegal Fishing

KKPNews, Jakarta – Penangkapan kapal perikanan asing (KIA) Fu Yuan Yu 831 berbendera Timor Leste yang diduga melakukan kegiatan illegal fishing di perairan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu (29/11) lalu mengindikasikan bahwa peperangan terhadap kejahatan perikanan harus terus digalakan. Terkait kasus kapal Fu Yuan Yu 831, Duta Besar Timor Leste Alberto Xavier Pereira Carlos memastikan bahwa pihaknya, Pemerintah Timor Leste, tidak pernah menerbitkan izin penangkapan ikan bagi Fu Yuan Yu 831 di WPP 573, lokasi kapal tersebut tertangkap.

Sepakat dengan pemerintah Indonesia, Alberto menyebut bahwa illegal fishing tak hanya menjadi musuh Indonesia tetapi juga di negaranya. Ia mengaku, Timor Leste bahkan merugi hingga jutaan dolar Amerika Serikat (USD) setiap tahun akibat praktik tersebut. “Sebagaimana kita tahu Timor Leste setiap tahun merugi, rugi USD45 juta dari illegal fishing,” ungkapnya saat mendampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan keterangan pers di Jl. Widya Chandra V No. 26, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (4/12).

Sama halnya dengan Indonesia, pemberantasan illegal fishing telah menjadi salah satu fokus pemerintah Timor Leste. Oleh karena itu, Indonesia melalui KKP dan Ministry of Agriculture, Forestry, and Fisheries Timor Leste telah menandatangani Joint Communique pada 26 Januari 2016 lalu. Dalam kesepakatan tersebut, Indonesia dan Timor Leste akan bekerja sama dan berkoordinasi dalam penanggulangan Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing.

“Sebagaimana kita tahu, Timor Leste dan Indonesia sangat dekat, dua negara tetangga yang sudah bekerja sama dengan erat mulai dari beberapa waktu yang lalu untuk Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing,” terang Alberto.

Menurutnya, Indonesia dan Timor Leste memiliki kesamaan persepsi dan pandangan mengenai IUU Fishing yang tak boleh dibiarkan terjadi di mana pun di dunia. Dan oleh karena itu Indonesia dan Timor Leste perlu bahu membahu mengatasi persoalan ini.

“Kami sangat menghargai kerja sama ini dengan Indonesia. Kami senang berdampingan dengan Ibu Susi. Apa program Ibu Susi yang sesuai dengan program kami pasti kita akan akan kerja sama combate (melawan) illegal fishing di Timor Leste,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Alberto juga memaparkan bahwa belum lama ini, pemerintah Timor Leste telah menangkap 15 kapal pelaku illegal fishing. Untuk itu, ia mengundang tim Indonesia untuk bergabung melakukan penyidikan bersama tim Timor Leste. (AFN)

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz