Wisuda Politeknik KP Sidoarjo, Pesan Menteri Susi : Lulusan Kelola Perikanan Dalam Negeri

SIDOARJO (29/8) – Kepala Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan, M. Zulficar Mochtar melantik dan mewisuda 150 orang lulusan Angkatan XVII Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, di Aula Politeknik KP Sidoarjo, Minggu (27/8).

Lulusan terdiri dari lima program studi yakni Teknik Budidaya Perikanan 41 orang, Teknik Pengolahan Produk Perikanan 39 orang, Teknik Penanganan Patologi Perikanan 35 orang, dan Agribisnis Perikanan 35 orang. Secara keseluruhan tahun ini seluruh Politeknik KKP (Sorong, Bitung dan Sidoarjo) mewisuda 384 lulusan, dengan rincian 93 lulusan Politeknik KP Sorong, 141 lulusan Politeknik KP Bitung, dan 150 lulusan Politeknik KP Sidoarjo.

“Hari ini KKP khususnya di Politeknik KP Sidoarjo mewisuda lulusan yang memiliki kompetensi ahli madya di bidangnya masing-masing. Adik-adik harus menjadi pengusaha nantinya. Kalau sekarang diterima bekerja, jangan lama-lama, ambil ilmunya, lanjutkan dengan berusaha mandiri. Semua lulusan punya kemampuan untuk itu. Ingat, Ibu Menteri telah berpesan masa depan kerja perikanan lokal menarik, bekerjalah di tanah air, bantu pemerintah bangun kelautan dan perikanan Indonesia,” pesan Zulficar Mochtar kepada para lulusan yang dilantik.

Kemampuan untuk mandiri tersebut merupakan bentuk pembekalan selama mengikuti pendidikan. Taruna di fasilitasi dengan teaching factory, yaitu unit praktik usaha dengan proses bisnis seperti pada industri sebenarnya, mengaplikasikan inovasi teknis dan riset terbaru.

Kepala Pusat Pendidikan, Bambang Suprakto menjelaskan bahwa di seluruh Politeknik KKP mengaplikasikan inovasi riset dan teknis perikanan terbaru yang telah dihasilkan oleh Badan Riset dan SDM serta Direktorat Jenderal terkait. Dengan ini maka para lulusan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang terkini.

Direktur Politeknik KP Sidoarjo, M. Hery Riyadi Alauddin menyampaikan, “Di Sidoarjo ini inovasi riset dan teknis yang diimplementasikan pada praktik diantaranya budidaya udang intensif zero waste skala tambak rakyat, teknologi pembesaran kepiting, pengembangan pakan apung buatan, pengembangan probiotik untuk tambak udang tradisional. Ini bagian dari sinergi juga antara Direktorat Jenderal di KKP dengan Politeknik.”

Adapun inovasi praktik yang sebelumnya juga sudah dikembangkan dan melibatkan jejaring internasional diantaranya Pusat Studi Mangrove yang mengintegrasikan praktik pendidikan konservasi, budidaya tambak alas, dan ekowisata mangrove.

“Metode teaching factory diterapkan karena di Politeknik ini merupakan pendidikan vokasi, yang menitikberatkan pada keterampilan dalam bekerja. Taruna dilibatkan secara langsung sehingga akan terbiasa dalam melakukan proses produksi, mengevaluasi dan memasarkannya. Setelah lulus dapat lebih cepat beradaptasi dengan industri maupun untuk mandiri,” tambah Hery.

Terhadap kinerja teaching factory yang telah berjalan dengan baik di Politeknik KP Sidoarjo, Zulficar mendorong agar terus ditingkatkan, “Politeknik kita dorong untuk ke fase teaching factory berikutnya, tetap sebagai unit praktik pendidikan, namun sudah mulai ke arah badan layanan umum. Kedepan kita harapkan mampu mandiri dalam pembiayaan, sehingga bisa mengurangi porsi dukungan dari APBN. Tapi ingat, tetap menjaga marwah sebagai unit praktik pendidikan. BLU ini sudah ada di rencana bisnis teaching factory.”

Kompetensi Lulusan

Kompetensi lulusan Program Studi Teknik Budidaya Perikanan adalah Ahli Madya Budidaya Perikanan meliputi bidang Pembesaran dan Pembenihan Ikan / Udang, Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan /Udang, Analisis Kualitas Air dan Analisis Usaha Perikanan; dengan sertifikasi Manajer Pengendali Mutu (MPM) yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Kualifikasi lulusan Program Studi Teknik Pengolahan Poduk Perikanan adalah Ahli Madya Pengolahan Produk Perikanan dengan kompetensi yang meliputi Bidang Penanganan dan Pengolahan Hasil Perikanan, dengan sertifikasi HACCP (Hazard Analisys Critical Control Point) serta Sertifikat Pengolah Ikan (SPI) yang diterbitkan oleh Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Hasil Perikanan serta Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Kualifikasi lulusan Program Studi Teknik Penanganan Patologi Perikanan adalah Ahli Madya Penanganan Patologi Perikanan dengan kompetensi yang meliputi Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan/Udang, Analisis Kualitas Air; dengan sertifikasi Ahli Manajemen Kesehatan Ikan yang diterbitkan oleh Pusat Karantina Ikan Jakarta.

Kualifikasi lulusan Program Studi Agribisnis Perikanan dengan kompetensi keahlian bidang Agribisnis Perikanan yang dilengkapi dengan sertifikat kompetensi keahlian Enterpreunership yang dikeluarkan oleh BNSP dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sidoarjo.

.

Kepala Biro Kerja Sama dan Humas
Lilly Aprilya Pregiwati

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz