PROGRAM PERIKANAN BUDIDAYA TUNJUKKAN CAPAIAN POSITIF

Jakarta (27/7) – Berbagai program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di bidang Perikanan Budidaya di semester 1 tahun 2017 menunjukkan capaian positif. Hal itu terungkap dari paparan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto yang menyampaikan progres program prioritas Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) pada konferensi pers, Rabu (26/7) di Kantor KKP Jakarta Pusat.

Salah satu progres DJPB yaitu berupa bantuan benih ikan sebanyak 100 juta ekor. Saat ini, realisasi telah mencapai 101.353.814 ekor atau 101% di 34 provinsi. “Sampai pada 25 Juli sudah terealisasi 101 juta ekor. Jadi saya kira ini sudah melebihi target. Karena bantuan benih ini sebenarnya tidak terbatas, bantuan benih ini bisa diberikan kepada masyarakat yang terkena musibah, masyarakat yang betul-betul membutuhkan, dan masyarakat yang tidak mampu membeli benih,” ungkap Slamet.

Selain itu, program mina padi sudah terealisasi sebanyak 60 persen. Program Mina Padi ini merupakan salah satu teknik budidaya ikan air tawar dengan memanfaatkan genangan air sawah sebagai kolam ikan. Ditargetkan pada Agustus 2017, penerima bantuan sudah dapat panen tahap pertama. “ Untuk Kabupaten Banjarnegara, Surakata, dan Sukabumi telah melakukan tebar benih, sedangkan sisanya masih dalam proses konstruksi,” terang Slamet. Sampai saat ini dana yang sudah terserap untuk merealisasikan program ini sebanyak Rp5,23 miliar dari total anggaran sebesar Rp6,93 miliar.

Kemudian, Program Lele Bioflok sudah berjalan hingga 75 persen dari target 103 paket yang harus dipenuhi. Program bantuan lele bioflok ini akan diberikan kepada 88 lembaga yang terdiri atas 3 lembaga pendidikan, 12 kelompok pembudidaya, dan 73 pondok pesantren (ponpes). Sampai saat ini Slamet memaparkan bahwa sebanyak 3 ponpes (Sumut, Kalsel, dan Kalteng) mulai menebar benih, September pemeliharaan, lalu diharapkan pada Oktober para penerima sudah mulai melakukan panen pertama. Selain itu sebanyak 7 Ponpes di Jabar sedang persiapan tebar benih, sebanyak 70 penerima bantuan yang masih dalam tahap konstruksi, sedangkan 8 paket di Papua dan Papua Barat memasuki tahap akhir lelang.

Menanggapi program Lele Bioflok ini, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menyampaikan keprihatinan atas rendahnya tingkat konsumsi ikan per kapita per tahun santri pesantren bila dibandingkan konsumsi ikan nasional. Diharapkan dengan bantuan lele bioflok ini ke Ponpes, para santri dapat meningkatkan konsumsi protein hingga 5 kg apabila siswanya ada sekitar 1.000 orang.

“Pesantren ini kaitannya untuk meningkatkan konsumsi ikan anak-anak pesantren yang hanya 9 kg ikan per tahun padahal konsumsi ikan nasional 43 kg/tahun. Dengan harapan adanya bantuan bioflok ini, anak-anak pesantren bisa mengonsumsi protein secara langsung dari hasil bioflok ini. Satu lubang bisa menghasilkan setengah ton dalam waktu 2,5 bulan. Paling tidak bisa bertambah, setidaknya dalam seminggu sekali bisa makan ikan,” imbuh Menteri Susi.

Sementara itu untuk program lainnya seperti pengadaan pakan mandiri sudah didistribusikan sebanyak 55 paket kepada 55 penerima dengan target paket yang didistribusikan sebanyak 200 paket. Pihak DJPB menetapkan harga jual maksimal Rp 6 ribu sehingga diharapkan margin keuntungan pembudidaya ikan air tawar meningkat sebesar 30 %. “Untuk pakan mandiri, pada Juli (2017) sudah masuk tahap pengiriman pertama. Kami targetkan pada bulan November (2017) sudah selesai sekaligus bisa diuji coba,” terang Slamet.

Adapun program DJPB lainnya yaitu Revitalisasi Kawasan Perikanan ini masih dalam tahap pelelangan. Revitalisasi ini bertujuan memperbaiki saluran irigasi di 12 kawasan untuk mengairi 1000 hektar kolam atau tambak dengan penyediaan areal resapan air dan sumber air untuk budidaya, dan kegiatan perikanan lainnya.

Masih ada beberapa program DJPB lainnya yang sedang dalam proses pengerjaan seperti pembangunan unit produksi pakan ikan, Keramba Jaring Apung (KJA) Offshore, dan pengadaan alat berat excavator.

.

Lilly Aprilya Pregiwati
Kepala Biro Kerja Sama dan Humas KKP⁠⁠⁠⁠

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz