KKP DORONG TRANSFORMASI PENINGKATAN DAYA SAING DI INDUSTRI PERIKANAN

JAKARTA (15/5) – Industri di sektor kelautan dan perikanan menjadi tujuan para investor dari dalam maupun luar negeri. Dalam hal ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengupayakan adanya transformasi peningkatan daya saing dalam bisnis perikanan di Indonesia. Hal tersebut menjadi bahasan utama dalam acara Marine and Fisheries Business And Investment Forum: “Powering Fisheries Business Transformation”  yang digelar di Gedung Mina Bahari III Kantor KKP, Senin (15/5).

Forum yang rutin diadakan dalam sebulan sekali tersebut, menghadirkan pengusaha perikanan, investor dan beberapa perusahaan cold storage yang menjadi kunci berjalannya sistem rantai dingin. Selain itu, hadir juga perwakilan dari beberapa daerah terluar Indonesia.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Nilanto Perbowo mengatakan dalam mendorong transformasi di industri perikanan dibutuhkan beberapa langkah, salah satunya adalah dengan mengoptimalkan sektor kelautan dan perikanan di wilayah timur Indonesia dan menguatkan kapasitas produk Indonesia dengan menggunakan sistem rantai dingin.

“Jadi sebenarnya ada aspek yang perlu diperhatikan dalam mempertahankan industri perikanan. Misalkan dengan menggunakan sistem rantai dingin, terutama di wilayah terluar Indonesia seperti dalam program SKPT (Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu)”, ujarnya.

Melalui forum ini, lanjutnya, para investor dapat menggali potensi sumber daya perikanan Indonesia dan membidik sektor mana saja yang dapat memberikan peluang menjanjikan untuk berinvestasi.

“Marine fisheries forum adalah forum terbuka bagi semua. Pemerintah daerah dan rekan-rekan dari pelaku usaha hadir. Di sini tentunya kita ingin menggandeng semua pelaku usaha, utamanya untuk mengoptimalkan sumber daya ikan yang lestari”, papar Nilanto.

Nilanto mengatakan, penegakkan hukum yang dilakukan saat ini telah menjadikan sumber daya perikanan membaik. Potensi yang ada di Indonesia, khususnya di Indonesia Timur, telah menjadi fishing ground bagi nelayan. “Sektor kelautan dan perikanan di Indonesia Timur, apalagi di Perairan Arafura sudah terkenal jadi fishing ground yang menjanjikan,”  lanjutnya.

Pemerintah telah melakukan beberapa upaya dalam menjaga kelestarian laut, yakni dengan membatasi ukuran GT (Gross Tonage) Kapal Perikanan yang maksimal hanya 150 GT sejak awal 2016 lalu. Selain itu, pemerintah juga telah melarang penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan dan memberikan waktu kepada nelayan untuk melalui masa transisi perubahan alat tangkap. Nilanto berharap, dengan upaya tersebut, baiknya para pelaku usaha perikanan tidak mengeksploitasi sumber daya laut secara berlebihan.

“Sumber daya ikan yang ada sekarang, sebaiknya tidak dieksploitasi secara berlebihan. Pelaku usaha perikanan baiknya memperhatikan hal tersebut”, lanjut Nilanto.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Edy Putra Irawady menilai, diperlukan beberapa langkah tepat yang diambil Pemerintah untuk industri perikanan. Terutama jika mengingat lahirnya Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2016 Tentang Daftar Usaha Yang Tertutup dan Bidang Usaha Yang Terbuka,  dimana perikanan tangkap tertutup bagi investor asing.

Ia pun berharap, stabilitas politik, hukum dan keamanan dalam industri perikanan selalu diutamakan. Selain itu, adanya keterpaduan industrialisasi sektor perikanan yang menjanjikan dan peningkatan skala usaha dan pengembangan produk kelautan dan perikanan.

“Harus adanya peningkatan skala usaha. Kalau dari koorporasi, yakni pembenahan sumber daya manusia dan produknya. Dalam koorporasi, baiknya membuang regulasi yang tidak penting dan mengurangi beban biaya produksi”, paparnya.

Diharapkan dengan adanya  transformasi yang lebih baik di industri perikanan, dapat menjadikan produk kelautan dan perikanan unggul di wilayah domestik maupun internasional serta dapat menggerakkan laju perekonomian nasional.

Narasumber :

1. Nilanto Perbowo, Direktur Jenderal Penguatan Daya 
   Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP)

2. Lilly Aprilya Pregiwati, Kepala Biro 
   Kerja Sama dan Humas.
Informasi lebih lanjut :

Bagian Humas

Biro Kerja Sama dan Humas

email : humas@kkp.go.id, telp/fax : (021) 3514856, ext : 7503

icon-dowload

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz