Menteri Susi Dukung Peran Akademisi Hidupkan Sektor Kelautan dan Perikanan

PURWOKERTO (19/4) – Peran akademisi dalam mengoptimalkan potensi kelautan dan perikanan, menjadi salah satu topik yang dibahas Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam acara Milad ke-52 Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Jawa Tengah, Rabu (19/4).

Pencurian ikan yang telah terjadi beberapa tahun lalu dinilai telah menciptakan penurunan sumber daya perikanan Indonesia. Beberapa langkah ditempuh untuk memberantas pencurian ikan, yakni dengan membuat satuan tugas, menjalin kerjasama, maupun bertukar informasi dengan berbagai negara. Menteri Susi menginginkan adanya peran akademisi dalam menjaga kedaulatan lautnya. “Saya harap para akademisi ikut menjaga ini. Karena presiden ingin ikan kita, untuk bangsa sendiri”, ujarnya.

Pemberantasan illegal fishing telah memberikan dampak positif, yakni dengan melimpahnya ikan dan mengembalikan kelestarian laut. Meski begitu, Menteri Susi kembali berpesan, bahwa perikanan tangkap seratus persen untuk masyarakat Indonesia.

“Pengolahan ikan, industri boleh dari 100 persen asing. Dulu malah sebaliknya pak, pengolahan tidak boleh asing, tapi tangkap ikan boleh asing, ini seperti kapal asing boleh mencuri ikan saja”, lanjutnya.

Menteri Susi menilai saat ini potensi perikanan Indonesia dilirik dunia. Ia mengaku, ada beberapa daerah yang terkena dampak karena aturan yang dibuat, terkait keberlanjutan. Meski begitu, pada akhirnya banyak masyarakat yang merasakan efek positifnya setelah taat pada peraturannya.

“Terkait larangan cantrang, ya karena itu merusak. Sekarang sudah banyak yang beralih ke gillnet karena keuntungannya juga bisa 10 kali lipat. Karena ikan yang didapat bukan kuniran lagi. Tapi ikan yang besar-besar”, jelas Menteri Susi.

Ia pun menaruh harapan besar kepada perguruan tinggi, agar dapat memperkenalkan pentingnya keberlanjutan sumber daya perikanan kepada masyarakat. “Saya harap perguruan tinggi dapat mendukung ini, untuk memperkenalkan adanya sustainability ini kepada masyarakat”, tambahnya.

Menteri Susi juga bercerita tentang dipindahkannya kapal nelayan ke perairan Arafuru. Daerah timur yang dulunya sangat tertutup bagi pribumi karena banyaknya kapal ikan asing, kini banyak masyarakat yang ingin melaut di sana.

“Sekarang kapal pantura, saya pindahkan tangkap ke Arafuru. Beberapa nelayan yang pindah kesana, kemarin bertemu saya dan mereka sangat berterimakasih karena bisa tangkap ikan banyak disana”, cerita Menteri Susi.

Menutup dialognya, Menteri Susi mengatakan, dengan kebijakan yang sudah dibuat, dengan popularitas yang ia punya karena gebrakannya, ia berharap masyarakat dapat lebih mencintai perikanan. Ia pun menginginkan jurusan perikanan di Universitas Muhammadiyah yang sudah ditutup, dapat dibuka kembali.

” Semoga jurusan perikanan di UMP yang sudah ditutup bisa kembali dibuka.
Jika ada mahasiswa yang the best five dari jurusan perikanan, dapat jalur khusus menjadi PNS di KKP”, paparnya.

Indonesia bila digarap akan luar biasa. Tapi harus dipastikan kedaulatan laut tetap menjadi milik masyarakat Indonesia. “Perguruan tinggi saya harap dapat menjadi fundamen sebuah bangsa, calon-calon pemimpin juga datang dari sini. Saya harap perguruan tinggi mendukung kemajuan negeri dengan menjunjung kedaulatan dan keberlanjutan”, tutupnya.

Dalam acara yang menghadirkan lebih dari 700 orang tersebut, juga dilakukan peresmian Gedung J Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Turut hadir Sekretaris Jenderal KKP Rifky Effendy Hardijanto, Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM-KKP) zulficar Mochtar dan jajaran pejabat Pemerintah Provinsi Kabupaten Banyumas.

Lilly Aprilya Pregiwati
Kepala Biro Kerja Sama dan Humas

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz