Pantau Pendidikan Kelautan dan Perikanan, Presiden Kunjungi SUPM Waiheru Ambon

KKPNews, Ambon – Guna memantau pendidikan kelautan dan perikanan Indonesia, kemarin, Kamis (9/2), Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Negeri Waiheru, Ambon, Maluku. Sekolah tersebut merupakan salah satu satuan pendidikan menengah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Kunjungan tersebut adalah salah satu rangkaian kunjungan kerja Presiden di Ambon untuk penebaran benih ikan di keramba jaring apung. Dalam kunjungannya, Presiden Jokowi yang didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo beserta sejumlah Menteri dan pejabat negara lainnya berdialog dengan para siswa dan pengelola SUPM.

SUPM menyelenggarakan pendidikan vokasi dengan porsi praktik 70% dan teori 30%. SUPM juga menggunakan pendekatan teaching factory untuk menghasilkan wirausaha muda di sektor kelautan dan perikanan. Sebanyak 46% peserta didik merupakan anak pelaku utama kelautan dan perikanan (nelayan, pembudidaya, pengolah dan pemasar ikan, serta petambak garam) yang tidak mampu.

“Jumlah guru 30 orang dan tenaga kependidikan 50 orang, sehingga total 80 orang. Mengapa banyak? Karena sekolah kami boarding school, kami memiliki fasilitas-fasilitas yang disiapkan untuk wirausaha, guru-guru ditempatkan di semua instalasi-instalasi, ada instalasi budidaya, instalasi pengolahan, instalasi perbengkelan, dan instalasi penangkapan (ikan),” terang Kepala SUPM Waiheru Achmad Jais Ely kepada Presiden.

SUPM Waiheru saat ini memiliki 550 siswa. Selain itu, mereka juga menerima para siswa dari 45 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang melakukan praktik magang di SUPM Waiheru. Menurut Jais hal ini dilakukan karena SUPM Waiheru memiliki fasilitas yang lebih lengkap dibandingkan yang dimiliki SMK-SMK sekitar.

“Kami memberikan pemahaman tentang kompetensi dan kami juga berikan sertifikat. Ini sertifikat dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi), karena kami sudah dapat lisensi dari BNSP. Sesuai amanat Bapak pada Inpres (Instruksi Presiden) tentang revitaslisasi SMK kami telah lakukan dan wujudkan, dibuktikan dengan 45 SMK yang magang di sekolah ini,” terang Jais.

Dijelaskan Jais, pihaknya juga bekerja sama dengan Komando Daerah Militer XVI/Pattimura dalam Program Emas Biru. Kerja sama ini dilakukan untuk melatih dan mendampingi masyarakat Ambon dan sekitarnya dalam melakukan kegiatan budidaya ikan pada keramba jaring apung.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan (BPSDMP KP) Rifky Effendi Hardijanto dalam kesempatan terpisah menyampaikan, kiranya apa yang telah dikembangkan di SUPM Waiheru dapat menjadi referensi bagi sekolah vokasi lainnya, terutama di lingkup KKP.

“Kami pun terbuka sekali untuk bahu-membahu dengan rekan-rekan di sekolah kejuruan. Sudah menjadi tugas KKP untuk mendukung revitalisasi sekolah kejuruan di Indonesia. Ini tidak hanya di Waiheru Ambon, namun juga menjadi kebijakan untuk dilaksanakan oleh semua sekolah kejuruan kelautan dan perikanan di KKP,” ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini di lingkup KKP sendiri terdapat satu Sekolah Tinggi Perikanan, enam Politeknik Kelautan dan Perikanan, serta sembilan SUPM.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden juga menebar lima kantong ikan Barramundi yang masing-masing kantong berisi 100 ekor ikan. Ikan Baramundi sendiri merupakan jenis ikan yang sangat cocok hidup di Teluk Ambon, tempat di mana keramba SUPM berada.

Presiden juga menyampaikan arahannya agar SUPM senantiasa menggunakan pakan alami. Menanggapi arahan tersebut, Jais mengatakan, Program Emas Biru yang diselenggarakan SUPM pada keramba jaring apung memang menggunakan pakan alami. Menurutnya, pakan buatan hanya memberatkan masyarakat.

Presiden mengapresiasi pendidikan kelautan dan perikanan yang diselenggarakan SUPM. Beliau berpesan, agar kualitas pendidikan terus ditingkatkan. “Tingkatkan lagi pendidikan dan pengawasan di sini. SUMP agar mendampingi anak-anak dengan baik,” tandas Presiden. (AFN/DS)

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz