EKSPOR PERIKANAN BALI DAN SULSEL MENINGKAT

EKSPOR PERIKANAN BALI DAN SULSEL MENINGKAT

JAKARTA (8/12) – Ekspor perikanan Provinsi Bali dan Sulawesi Selatan (Sulsel) pada kuartal III tahun 2016 menunjukkan kecenderungan peningkatan yang cukup signifikan yakni mencapai 30 persen. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) ekspor komoditas jenis tuna, tongkol dan cakalang (TTC) untuk Bali pada 2016 ini meningkat hingga 3.773 ton atau senilai 20,1 juta dolar AS. Angka tersebut tentunya meningkat 1.407 ton jika dibanding pada 2015 yang jumlahnya 2.366 ton atau senilai 14,4 juta dolar AS.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, ekspor ini tentunya sangat menjanjikan kepada para investor, karena ini merupakan bukti bahwa perikanan Indonesia mulai membaik. “Ekspor di Bali naik tinggi di periode Januari-Agustus sepanjang 2016”, ungkap Susi dalam konferensi pers di Ruang Manatee, Gedung Mina Bahari I, Kantor KKP, Kamis (8/12).

Salah satu yang mendominasi nilai ekspor dari Bali adalah ekspor ke Jepang yang meningkat secara signifikan. Nilai ekspor tersebut menunjukkan kecenderungan meningkat, jika dibandingkan dalam periode yang sama, yakni antara Januari-Agustus 2012-2016. Pada 2016, volume ekspor ke Jepang naik hingga 33,30 persen mencapai 2.400 ton, yakni senilai 12,6 juta dollar AS.

Peningkatan ekspor hasil perikanan yang signifikan juga terjadi di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Volume hasil perikanan pada 2016 meningkat 49,93 persen hingga mencapai 12.850 ton atau setara dengan nilai 86,8 juta dollar AS. Hasil ekspor ini, didominasi dengan komoditas udang, kerapu, makarel, kepiting/rajungan dan TTC. Tren ekspor volume udang pada 2015-2016 naik hingga mencapai 126,75 persen, kerapu naik 25,76 persen, makarel 51,64 persen, kepiting/rajungan 37,25 persen dan TTC 12,08 persen.

Sementara itu, ekspor dari Sulsel juga didominasi dengan adanya volume ekspor ke Amerika Serikat dalam rentang waktu Januari – Agustus 2012-2016. Pada 2016, volume ekspor ke Amerika Serikat meningkat hingga mencapai 3.051 ton. Ada pun selama rentang 2015-2016, tren volume ekspor perikanan dari Sulsel didominasi ke berbagai negara tujuan, yakni Amerika Serikat meningkat 63,42 persen, Vietnam 2.486, persen dan Saudi Arabia 652,54 persen.

Selain itu, guna mendorong pembangunan di sektor kelautan dan perikanan, KKP juga akan memperluas sektor investasi bagi negara lain. Diantaranya Jepang yang akan melakukan investasi di sektor pembangunan infrastruktur dan perluasan pembesaran tuna di Sabang. “Jepang akan masuk membangun 6 pelabuhan dan di sektor budidaya. Kapan realisasinya? Semoga tahun depan bisa mulai”, lanjut Susi.

Sebagai informasi, sebelumnya KKP juga telah memulai kerja sama dengan perusahaan asing milik Rusia, Black Space, untuk mendorong kegiatan pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu dengan membangun cold storage.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz